Rabu, 30 September 2020

Martabat manusia terbagi 3 tingkatan: islam, iman, ikhsan.

1. Tingkatan islam,
Selama seorang hamba berkutat pada ibadah saja, maka ia berada di maqom (derajat) islam atau maqom syare'at atau muslim. Apabila mendapat musibah atau sakit maka sebagai hukuman atas dosa-dosanya, seperti firman Alloh Q.S. An Nisa ayat 79:

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka, dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” 

Pada maqom ini tirakatnya adalah puasa untuk menahan nafsu mereka,

2. Tingakatan Iman,
Maka apabila amalnya telah berpindah kepada hati dengan "tashfiyah" (membersihkan hati), dan "takhliyah" (mengosongkan hati dari sesuatu yang buruk), dan "tahliyah" (menghiasi hati dengan sesuatu yang baik) serta dilakukan dengan ikhlas, maka ia berada di maqom iman atau maqom Thoriqoh, atau mukmin. Apabila mendapat ujian atau sakit maka sebagai tanda peleburan dosa, hal ini seperti sabda Baginda Rosululloh ﷺ:

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR Muslim)

Pada maqom ini tirakat seorang mukmin adalah jarang tidur, waqtu mereka dihabiskan untuk berkholwat kepada Alloh, selalu memuji Alloh, ingin selalu dekat kepada Alloh dalam setiap waqtu mereka.

3. Tingkatan ikhsan,
Dan apabila seseorang telah berada martabat ibadah kepada Alloh, seakan-akan ia melihat kepada Alloh, maka ia berada pada maqom ikhsan atau maqom haqiqat atau orang khowas (waliyulloh). Apabila mendapatkan ujian berupa sakit mereka rela (redho) atas takdir Alloh tanpa mengeluh. Hal ini seperti Sabda Baginda Nabi ﷺ:

"Jika ia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.”
(HR Muslim)

Orang maqom khowas (waliyulloh) tirakatnya adalah berjalan, mereka sangat jarang sekali berdiam diri dalam suatu tempat, selalu berjalan untuk membantu sesama, dengan membantu sesama adalah rasa syukur kepada Alloh, dengan melayani umat manusia didalam berbuat kebaikan tanpa memperdulikan dirinya sendiri.