Kemudian kalimat إِلَهَ dimasukkan/ditekankan LATHIFAH AR RUKHI (di bawah susu kanan jarak 2 jari sedikit ke kanan).
(Artinya Tidak ada siapa pun dan apa pun kecuali Alloh).
Kemudian melewati LATHIFAH AL KHOFII (tepatnya diatas dada/punting susu kanan jarak 2 jari ke tengah dada), LATHIFAH AL AKHFAA (tepatnya di tengah-tengah dada pas cekungan), LATHIFAH AS SIRRI (di dada kiri/puting susu 2 jari kearah kanan), LATHIFAH AL QOLBU (di bawah dada/punting susu kiri jarak 2 jari sedikit arah ke kiri). Dan kalimat إِلاَّ اللهُ dipukulkan/dihantamkan kepada kepada LATHIFAH SIRRI AS SIRRI (yaitu hati sanubari letaknya diatas puting susu sebelah kiri jarak 2 jari agak serong ke kiri). (Supaya cahaya dari Alloh masuk kedalamnya hati, kemudian hati menjadi lapang, puas, dan tenang/tentram)
Sedangkan saat dzikir, kita menggoyangkan badan atau terasa bergerak (Rasa terguncang, terguncangnya jiwa dan raga oleh getaran qolbu yang berdzikir mengingat Alloh. Sesuai dengan QS. Al-Anfal ayat 2,
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna keimanannya),إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
Apabila dzikir Alloh dan gemetarlah hati (jiwa dan raga) mereka,وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ
dan apabila dibacakan ayat-ayat-NYA,زَادَتْهُمْ إِيۡمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوۡنَ
bertambahlah iman mereka (kepercayaan mereka), dan orang-orang bertawakkal kepada Tuhan mereka.(hanya kepada Rabblah mereka percaya bukan kepada selain-Nya.)