Sholawat ini lebih dikenal dengan sebutan Sholawat Tafrijiyah, yang berarti melapangkan kesulitan.
Sebagian ulama' lainnya menamakannya Sholawat Kamilah, artinya yang sempurna. Sholawat ini oleh penduduk Maghrib (Maroko) disebut Sholawat Nariyah yang berarti segala hajat akan terkabul dengan cepat seperti cepatnya kobaran api yang membakar jerami.
Sebagian 'ulama menamakannya dengan Sholawat Taziyah lantaran dinisbahkan kepada penyusun sholawat tersebut, Sayyid Syaikh Abu Ishaq Ibrohim bin Muhammad Ali At-Tazi
Dalam kitab Syawariqul Anwar, yang disusun oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani menyebutkan sholawat tersebut dengan “Sholawat Taziyah”. Dalam kitab beliau yang lain, yaitu kitab Abwabul Faroj , beliau menyebutnya dengan “Sholawat Nariyah”.
Sedangkan dalam Al-Kunuz Al- Muhammadiyah yang disebut di atas, disebut sebagai Sholawat Kamilah, Tafrijiyah, Taziyah (nisbah kepada Sayyid Syaikh Ibrohim bin Muhammad Ali At-Tazi , dan Nariyah (mengacu pada faedahnya).
Adapun bacaan Sholawat tersebut:
اَللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تآمًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ . وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ . وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ . وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ . وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ . وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
ALLOOHUM_MA SHOLI SHOLAATAN KAAMILATAN WASALIM SALAAMAN TAAM_MAN ‘ALAA SAY_YIDINA MUHAM_MADINIL LA_DZII TAN_HALLU BIHIL ‘UQODU WA TAN_FARIJU BIHIL KUROBU WA TUQ_DHOO BIHIL HAWAA_IJU WA TUNAALU BIHIR_RO_GHOO_IBU WA HUS_NUL KHOWAATIMI WA YUS_TAS_QOL GHOMAAMU BI WAJ_HIHIL KARIIMI WA ‘ALAA AALIHII WA SHOH_BIHII FII KULLI LAM_HATIN WA NAFASIN BI ‘ADADI KUL_LI MA’LUU_MIN LAKA.
Artinya:
Wahai Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasalam. Yang dapat melepaskan beberapa ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan-kesusahan, mendatangkan hajad, mendapatkan kesenangan, khusnul khotimah (mati dalam keadaan yang baik), dicurahkan kasih sayang sebab wajah yang mulia, dan semoga tercurah juga kepada seluruh keluarga beliau, para shohabat beliau pada setiap nafas sebanyak yang ENGKAU ketahui, setiap kasih sayang-MU, wahai Alloh Yang Maha berbelas kasihan.
Sholawat ini disusun oleh Sayyid Syaikh Ibrahim Al-Taziy bin Muhammad bin Ali bin Malik bin Abdullah bin Ahmad bin Isa Ar-Ridho bin Musa Al-Murtadha bin Abdullah bin Abi Ja’far Ash-Shodiq bin Muhammad An-Nathiq bin Ali Zainal Abidin bin Abdullah bin Hamzah bin Idris bin Abdullah Al-Kamil bin Hasan Al-Mutsanna bin Al-Hasan As-Sibt bin Sayyidatuna Fatimah Az-Zahro binti Al Musthofa Sayyidina Muhammad Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasalam.
Seorang ulama' ahli tasawuf, muhaddits dan faqih yang masyhur, memiliki sifat sabar, selalu melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, baik dalam pergaulan dan sifat-sifat kepujian lainnya.
Beliau wafat pada tanggal 9 Sya’ban tahun 866 H.
Tokoh kharismatik ini berjasa besar dan mempunyai peran penting dalam mendakwahkan ajaran Islam di kota Wahron (Maroco) dan penisbahan Al-Taziy lantaran beliau dilahirkan di kota Taza, Maroko yang masyhur dengan kehidupan orang-orang sholeh serta di kota tersebut beliau mempelajari berbagai disiplin ilmu agama.
Guru utama beliau adalah Syaikh Abu Zakariya Yahya Al-Waza’iy yang pernah memprediksikan beliau menjadi orang besar di kemudian hari.
Para guru beliau lainnya: Syaikh Taqyuddin Muhammad bin Ahmad Al-Fasiy, Syaikh Abu al-Fath bin Abu Bakar Al-Qurosyiy, Syaikh Abdullah Al-Abdusiy, Syaikh Muhammad bin Marzuqi dan Syaikh Al-Hawariy.
Di antara murid beliau: Imam As-Sanusiy, Syaikh Ali At-Talutiy, Syaikh Ahmad Zarruq dan lain-lain.
Ketika berangkat menunaikan ibadah haji, beliau mengenakan Khirqoh (selendang sufi) dari Syaikh Syarofuddin Ad-Da’iy dan Syaikh Sholih bin Muhammad Al-Zawawiy dengan sanad khirqoh yang bersambung kepada Imam Abu Madyan Al-Maghribiy.
Di suatu ketika penduduk Maghrib sedang dalam keadaan bahaya, musuh mau mendekat, kemudian para penduduk duduk dalam majelis (perkumpulan) kemudian membaca Sholawat Nariyah semua membaca sholawat tersebut secara bergantian sampai pada hitungan/sebanyak 4.444 kali, meminta pertolongan Alloh melalui doa syafa'at Al Musthofa sayyidina Muhammad Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasalam dan rakyat Maghrib terhindar dari bahaya serta suasana kembali aman tentram santosa.
Begitu pula yang dilakukan pendiri kerajaan Demak Bintoro Sultan Hasan Al Fatah, malam beliau membaca sholawat nariyah hingga hitungan 4.444 kali untuk rakyat Demak Bintoro supaya kerajaan menjadi aman, tentram, jaya, makmur. Sultan Hasan Al Fatah adalah murid dari sunan Ampel sekaligus menantu dari sunan Ampel, sultan Hasan Al Fatah pendiri kerajaan demak bintoro ibunya yang bernama Tan Eng Kian, orang cina bermarga "Tan" adalah cicit dari Maulana Ja'far Shodiq bin syaikh jumadil Al Akbar (Syaikh Jumadil Kubro).
Setiap malam pun Hadrotus Syaikh Muhammad Romli Tamim, Pondok Pesantren Darul 'ulum, Rajoso, Peterongan Jombang, sekaligus Mursyid (guru) Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsyabandiyah mengamalkan hal serupa membaca Sholawat Nariyah hingga hitungan 4.444 kali, mulai dari jam 2 pagi (sepertiga malam) hingga menjelang shubuh (tarkhim). Beliau lakukan demi pesatren yang beliau pimpin, para santri Darul 'ulum semuanya & jama'ah ahli Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsyabandiyah semua menjadi berkah hidupnya & mendapatkan syafa'at Baginda Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasalam di dunia maupun di akherat. Saya pula pernah diberi tahu, bahwa siapa santri Darul 'Ulum akan beliau cari di Padang Mahsyar supaya tidak kesulitan & kesusahan diakherat.
Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhaniy, menjelaskan dalam kitab Afdhol Ash-Sholawat Ala Sayyid As-Sadat halaman 159: Sholawat ini, Imam al-Qurthubiy menuturkan bahwa siapa saja yang membacanya secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih, Alloh akan melenyapkan kecemasan dan kesusahannya, menghilangkan kesulitan dan penyakitnya, memudahkan segala urusannya, menerangi hatinya, meninggikan kedudukannya, memperbaiki keadaannya, meluaskan rizkinya, membukakan baginya segala pintu kebaikan, dan lain-lain.
Ahlul Asror menamakan Sholawat Tafrijiyyah dengan nama “ مفتاح الكنز المحيط لنيل مراد العبيد “ (kunci perbendaharaan samudra untuk menggapai tujuan hamba). Imam As-Sanusiy berkata:
“Siapa saja yang melazimi (istiqomah) membaca Sholawat Tafrijiyyah setiap hari sebanyak 11 kali, maka seakan-akan rizki dari langit turun kepadanya dan rizki dari bumi tumbuh untuknya.”
Syaikh Muhammad Haqqiy An-Naziliy dalam kitab Khazinah Al-Asror Jaliyah Al-Azkar halaman 179 dan Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhaniy dalam kitab Afdhal Ash Sholawat Ala Sayyid As Sadat halaman 160:
Imam al-Dinawariy mengatakan:
1. Siapa saja yang secara istiqomah membacanya 11 kali setiap selesai shalat dan ia menjadikan wiridannya, maka rizkinya tidak pernah putus.
2. Siapa saja yang lazim membacanya setiap selesai shalat shubuh sebanyak 41 kali, maka segala hajatnya akan diijabah.
Siapa saja yang lazim membacanya setiap hari 100 kali, maka akan mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan segala hal melebihi apa yang ia sangka.
3. Siapa saja yang lazim membacanya setiap hari sebanyak 313, maka Allah akan membukakan baginya tabir segala rahasia.
4. Siapa saja yang lazim membacanya 1000 kali, maka Allah akan memberikan sesuatu yang tidak bisa disifati oleh manusia, mata manusia belum pernah melihatnya, telinga manusia belum pernah mendengarnya dan belum pernah terlintas dalam hati mereka.
Syaikh Muhammad Haqqiy An-Naziliy, dalam kitab Khazinah Al-Asror Jaliyah Az-Azkar, halaman 182, mengatakan:
Pengarang kitab Sirrul Asror yaitu Sultanul 'Awliya' Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jailani Al Baghdadi berkata:
“Fadhilah shalawat Nariyah atau shalawat kamilah yang disebutkan di atas akan didapatkan dengan syarat mudawamah (konsisten) membacanya."
Semoga Alloh memberikan keberkahan kepada kita dengan memuliakan Kekasih Alloh yang paling sempurna baik wujud (dhohir) beliau, maupun bathin (sifat, sikap, akhlaq) beliau, serta mendapatkan syafa'at Baginda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasalam, baik dunia, di alam barzah, minum air haudh (telaga) Al Kautsar, yang airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih wangi dari kasturi, sehingga kita tidak akan kehausan selamanya, disaat para manusia & jin kehausan di Padang Mahsyar hingga Akhirat.
EmoticonEmoticon