Bagaimana Terjadinya Karomah
Tingginya keinginan seorang wali untuk mengabdikan dirinya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala secara istiqomah sehingga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberi karomah.
Adapun Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberikan karomah adalah agar seorang wali tersebut semakin menjaga dirinya, agar ia tidak salah langkah dan sikap terhadap Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Jiwa manusia, meskipun ia tetap satu, tetapi berbeda dalam pengkhususannya.
Setiap jiwa mempunyai pengkhususan tersendiri yang tidak dimiliki oleh lainnya. Jadi pengkhususan masing-masingnya adalah fitrah (kesucian).
Jiwa para nabi mempunyai pengkhususan tersendiri yang mampu mengenal Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dengan sepenuhnya dan mampu berbicara dengan para malaikat, kerana telah mendapat redho dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Dan kemampuan mereka adalah karunia Illahi dan bantuan Robbani. Dalam hal ini, Ibnu Kholdun pernah berkata: “Jiwa auliya’ (para wali Alloh) mempunyai pengaruh yang erat dengan alam semesta dan hal itu merupakan bantuan dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang disesuaikan dengan kejernihan jiwa, kekuatan iman, keteguhan mereka dengan agama Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, sehingga seorang wali tidak akan berbuat apapun, kecuali setelah mendapat perintah atau restu dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Kalau ada di antara mereka yang berbuat sesuatu tanpa redho dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, maka karomahnya segera ditarik oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.” (Mukaddimah Ibnu Khaldun jilid III hal 1148).
JENIS-JENIS KAROMAH
1. Pemberian
Karomah jenis ini, termasuk karomah yang tertinggi, sebab terjadinya kerana pemberian Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kepada seorang tanpa diminta lebih dulu.
2. Usaha Sendiri
Karomah jenis ini termasuk karomah yang diusahakan, misalnya terkabulnya sebuah doa seorang wali.
PEMBAHAGIAN KAROMAH
1. Karomah Hissiyyah
Adalah karomah yang dapat dirasa dan dilihat dengan mata, seperti dapat berjalan di atas air atau dapat terbang di udara,dll.
2. Karomah Ma’nawiyyah
Adalah Istiqomahnya seseorang untuk mengabdi kepada Tuhannya, baik secara dzohir maupun bathin. Karomah macam ini banyak diharapkan para wali-wali Allah. Kata mereka: “Istiqomah lebih baik dari seribu karomah.”
Syeikh Abul Abbas Al Mursi pernah berkata: “Seorang wali besar, bukanlah seorang yang dapat memperdekatkan jarak yang jauh. Yang termasuk wali besar adalah seorang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya di hadapan Tuhannya dan juga luas wawasan keTuhanannya” (kitab Lathaiful Minan)
Selain mereka mampu mengendalikan hawa nafsu mereka, wawasan tentang keTuhanan jauh lebih luas & mendalam.
Jika seorang wali hanya berharap mendapat karomah, maka wali itu tidak termasuk wali yang berperingkat tinggi. Syaikh Ibnu Atho'illah pernah berkata: “keinginan yang tinggi tidak sampai menembusi tembok-tembok takdir.” (kitab Al Hikam)
Maksud ucapan itu adalah karomah tidak akan bertentangan dengan ketetapan takdir. Sebab, semua yang terjadi di alam semesta, baik yang biasa atau pun yang luar biasa sumbernya dari takdir Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Pada umumnya, keinginan seorang wali tidak akan bertentangan atau menentang dengan takdir Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Abu Hurairah menyebutkan bahwa Nabi Sholalohu 'Alaihi Wassalam bersabda: “Adakalanya seorang hina yang biasa ditolak bila mengetuk pintu orang, namun jika ia berdoa, pasti terkabul.” (Hadis riwayat Muslim)
Di lain kesempatan Nabi Sholalohu 'Alaihi Wassalam bersabda: "Takutlah kamu dengan firasat seorang mukmin (waliyulloh), sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Alloh.” (Hadis riwayat Tirmidzi, Thabrani, Ibnu Adi dan An Najar di dalam kitab At Tarikh)
CONTOH-CONTOH KAROMAH
1. Dapat Menghidupkan Mayat
Imam Tajus Subki memberi contoh karomah Abi Ubaid Al Busri. Beliau pernah berdoa kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala agar kudanya yang mati ditengah medan perang dihidupkan kembali. Doa beliau terkabul dan kuda Abi Ubaid akhirnya hidup kembali.
Pernah syaikh Mifraj Ad Damamini berkata kepada anak burung yang telah dipanggang: “Terbanglah wahai burung dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ”. Ucapan beliau terkabul dan burung itu hidup kemudian terbang."
Syeikh Ahdal pernah memanggil kucing yang telah mati. Akhirnya kucing itu hidup dan datang kepada Syeikh Ahdal.
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani pernah berkata kepada seekor ayam yang baru di makan dagingnya: “Hai ayam hiduplah kau dengan izin Zat yang dapat menghidupkan tulang belulang”.
Dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala , tulang belulang tersebut berubah wujudnya menjadi ayam kembali.
Pernah Syaikh Abi Yusuf Dahmani berkata kepada seorang mayat:
"Hai fulan, hiduplah dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ”. Ucapan beliau terkabul sehingga mayat itu hidup kembali selama beberapa waktu."
Imam Subki pernah bercerita: “Aku pernah dengar kisah Syeikh Zainuddin Al Faruqy Asy Syafi’i, bahawa pada suatu hari ada seorang anak kecil jatuh dari atap rumahnya lalu mati. Ketika Syeikh Zainuddin melihat kejadian itu, beliau berdoa kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala . Maka dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala , anak kecil yang mati itu hidup kembali."
Selanjutnya Imam Subki berkata: “Sesungguhnya kejadian semacam itu tidak terhitung banyaknya. Dan aku yakin benar adanya karomah seperti itu. Hanya saja yang belum pernah kudengar adanya seorang wali yang dapat menghidupkan orang mati yang telah lama atau yang sudah menjadi tulang belulang. Yang kami dengar hanyalah pada diri sebagian Nabi di zaman dulu. Dan itu pun merupakan suatu mukjizat baginya. Bukan termasuk jenis karomah. Yang mungkin terjadi pada diri seorang Nabi terdahulu adalah menghidupkan suatu kaum yang telah mati beberapa abad, kemudian mereka dihidupkan. Dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kaum itu hidup selama beberapa waktu. Yang tidak mungkin terjadi dimasa ini adalah adanya seorang wali yang menghidupkan Imam Syafi’i atau Abu Hanifah, kemudian keduanya dapat hidup lama dan bergaul dengan masyarakat seperti pada waktu sebelumnya.
Cerita serupa juga di saat mbah sholeh, marbot atau penjaga & pembersih masjid ampel itu meninggal & masjid menjadi kotor. Kemudiam Sayyid Syaikh Ali Ahmad Rohmatulloh Al Makhdumi As Samarkhondy (Sunan Ampel) memanggi mbah sholeh dan hidup kembali, kejadian ini berulang selama 9x, karana setelah 9x mbah sholeh hidup, kanjeng Sunan Ampel mangkat/wafat. (Makam mbah sholeh berada di sebelah masjid ampel yang nisannya ada 9 buah)
2. Berbicara Dengan Orang Mati
Jenis karomah seperti ini lebih banyak dari jenis karomah di atas. Tentang hal ini Imam Subki memberi contoh karomah Syeikh Abu Said Al Kharodz dan karomahnya Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Dan kisah karomah ayahnya, Syeikh Taqiuddin As Subki.
3. Berubahnya Sesuatu Menjadi Bentuk Yang Lain
Jenis karomah ini pernah terjadi pada diri Syeikh Isa Al Hataar Al Yamani. Disebutkan bahwa ada seorang ingin menguji karomah Syeikh Isa Al Hattar. Ia menyuruh pelayannya membawa dua botol minuman keras kepada beliau. Setelah kedua botol itu diterima oleh Syeikh Isa, maka ia menuang isi kedua botol itu seraya berkata kepada sebilangan orang yang ada di sisinya: “Minumlah minyak samin ini”. Maka minuman keras yang ada di kedua botol itu berubah menjadi minyak samin yang rasanya amat lazat. Kisah karomah jenis ini sering terjadi.
4. Jarak Jauh Menjadi Dekat:
Karomah seperti ini pernah terjadi pada diri seorang wali yang berada di Masjid kota Tursus (Turki). Wali tersebut pernah tergerak dalam hatinya ingin pergi ke Masjidil Harom, kemudian beliau memasukkan kepalanya dikantungnya lalu mengeluarkannya kembali. Maka dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala , wali itu telah berada di Masjidil Harom. Kisah semacam ini pada umumnya dikisahkan secara berurutan dari orang-orang yang dapat dipercaya.
As sayyid syaikh Ainul Yaqin (sunan giri), dahulu antara kota gresik & surabaya di pisah oleh selat gresik, apabila Sunan Giri hendak pergi ke ampel denta, ketempat gurunya, Sunan Ampel (As Sayyid Syaikh Ali Ahmad Rohmatulloh Al Makhdumi), Sunan Giri hanya melambaikan tangan (bahasa jawa: ngawe-ngawe), maka pulau surabaya pun mendekat & dempet (merapat) sehingga Sunan Giri hanya melangkah saja.
Berbeda dengan Kyai Suci, gresik, beliau pergi sholat jum'at di Masjidil Harom dengan menggunakan sepeda. Dikala itu bertemu dengan jama'ah haji indonesia asal surabaya, kebetulan jama'ah haji itu adalah kloter pertama dan sampai di tanah air pun juga gelombang pertama. Kyai suci pun berkata, apabila sampai di tanah air, bergegaslah temui saya di rumah (gresik), anehnya, secara logika kyai suci datangnya setelah jama'ah haji tersebut, tetapi jama'ah haji asal surabaya itu terkejut melihat kyai suci sudah berada dirumahnya beserta sepeda ontel yang ditemuinya di masjidil harom.
5. Berbicara Dengan Benda Dan Binatang:
Karomah seperti ini tidak dapat diragukan kewujudannya. Karomah ini pernah terjadi pada diri seorang Sufi yang bernama Ibrohim Bin Adham. Beliau pernah mendengar suara dari pohon delima yang minta dimakan. Ketika Ibrohim Bin Adham makan buahnya, tiba-tiba pohon itu bertambah tinggi dan buahnya yang masam berubah jadi manis, serta dapat menghasilkan dua kali setiap tahun.
6. Dapat Menyembuhkan Penyakit:
Karomah seperti ini pernah terjadi pada Syeikh Sirri As-Saqothi. Seorang pernah menemuinya ketika beliau sedang menyembuhkan orang yang sakit kusta dan buta. Syeikh Abdul Qodir Jailani pernah berkata kepada seorang anak yang sakit lumpuh, buta dan kusta: “Berdirilah engkau dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ”. Dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, maka anak tersebut segera bangun tanpa suatu cacat pun.
7.
Ditakuti binatangKaromah seperti ini pernah terjadi pada diri Syaikh Abu Said ibnu Abil Khoir Al Maihani. Singa dan binatang yang lain takut kepadanya. Ada pula sebahagian wali yang dipatuhi segala benda seperti yang terjadi pada diri Syeikhul Islam Izzudin Ibnu Abdis Salam, beliau pernah berkata kepada angin di waktu peperangan antara kaum Muslimin dan umat Nasrani: “Hai angin terbangkan musuh-musuh kami”. Dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kaum Nasrani diterbangkan angin dan dilempar ke tanah sampai binasa.
8. Waktu lebih cepat dan waktu lebih panjang
Karomah seperti ini sukar diterangkan kepada orang awam hanya saja orang terdahulu semuanya mempercayai akan terjadinya panjangan dan singkatnya waktu. Karomah seperti ini banyak terjadi.
Hal ini pernah terjadi pada diri sayyid Asyauri Al Makhdumi ketika melakukan sholat di tarowih yang di imami oleh Syaikh Imaduddin Al Akbar di rumah santri/murid syaikh Imaduddin Al Akbar di surabaya, di hari pertama kita melakukan sholat tarowih 23 roka'at beserta witir, waktu menunjukkan pukul 12.05 malam, namun berakhir pukul 03.15 pagi, yang anehnya kami semua tidak merasakan kelelahan sedikitpun. Pada hari berikutnya kami sholat tarowih berjama'ah lagi, 23 rokaat plus witir pukul 12.10 dan pembacaan Al Qur'an sangatlah syahdu tanpa ada terburu² sedikitpun, sehingga membuat kami meneteskan air mata tanpa kita sadari. Setelah selesai kami mengira jam sudah pukul 04.00 shubuh, tetapi kami semua kaget melihat jam di dinding menunjuk pukul 12.30 menit, kami mengira jam dinding dirumah itu mati, ternyata jam tangan (arlogi) milik kami semua juga sama menunjuk ke angka 12.30 menit.
9. Terkabulnya Segala Doa keinginan secara cepat,
10. Dapat Menahan Lisan Seseorang Yang Sedang Berbicara.
11. Diberitahu Tentang Sesuatu Yang Akan Terjadi Dan Diperlihatkan Sesuatu Yang Tersembunyi.
12. Dapat Menahan Lapar dan Minum Dalam Waktu Yang Panjang.
13. Dapat Menjalankan Sesuatu Dengan Kehendaknya.
Karomah seperti ini banyak di alami oleh para wali. Diriwayatkan bahwa sebahagian wali ada yang diikuti oleh hujan. Salah seorang dari mereka bernama Syeikh Abul Abbas As Syatiri, ia sering menjual hujan dengan harga beberapa dirham. Kisah semacam ini banyak terjadi, sehingga sukar untuk dipungkiri kewujudannya.
14. Mampu Untuk Makan Banyak,
15. Terjaga Dari Makanan Yang Harom
Karomah seperti ini pernah terjadi pada seorang wali yang bernama Syaikh Al Haritsul Muhasibi, yaitu ketika beliau mendengar suara dari makanan yang hendak dimakannya, bahwa makanan itu diperolehi dengan cara yang harom. Setelah beliau mengerti bahwa makanan itu adalah makanan harom, maka segera beliau meninggalkan makanan itu.
16. Dapat Melihat Dari Belakang Hijab:
Jenis karomah seperti ini pernah terjadi pada seorang wali yang bernama Syaikh Abu Ishak As-Syirazi. Beliau dapat melihat Ka’bah sedangkan beliau berada di kota Baghdad.
17. Diberi Kehebatan Dan Kebesaran Pribadi
Adakalanya seorang wali diberi kehebatan pribadi yang dapat menyebabkan kematian orang tertentu ketika ia melihat diri wali tersebut. Hal ini pernah terjadi pada seorang pembesar yang mati ketika berhadapan dengan Abu Yazid Al Busthomi. Adakalanya seorang yang berhadapan dengan seorang wali seperti ini, maka ia akan tunduk, bahkan akan mengakui apa saja yang tersembunyi dalam hatinya. Kejadian seperti ini banyak terjadi.
18. Diberi Perlindungan
Mendapat perlindungan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dari segala kejahatan yang akan menimpa. Bahkan kejahatan yang semula direncanakan itu akan berbalik jadi kebaikan. Hal ini terjadi pada diri Imam Syafi’I apabila beliau akan dihukum oleh kholifah Harun Rasyid, tetapi akhirnya dengan izin Alloh Subhanahu Wa Ta'ala beliau dibebaskan.
19. Dapat Berubah Bentuk
Karomah seperti ini dikenali di kalangan ahli Sufi dengan “Alamul Mithsal, adalah antara alam yang nyata dan alam arwah. Orang yang yang mendapat karomah seperti ini dapat berubah bentuk dan berpindah tempat dengan bebas. Karomah seperti jenis ini pernah di alami oleh seorang wali yang bernama Syaikh Qadhibul Bani. Orang yang tidak mengenal beliau akan menyangkanya tidak pernah melakukan sholat dan ia membencinya. Pada suatu hari, ketika beliau dicela oleh seorang yang menyangkanya tidak pernah melakukan sholat, di saat itu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memperlihatkan karomahnya, sehingga beliau dapat berubah dalam beberapa bentuk yang menunjukkan bahwa beliau sedang melakukan sholat. Beliau bertanya : “Dalam gambaran atau bentuk manakah yang kamu lihat aku tidak sholat?”
Perkara serupa ini pernah terjadi pula pada seorang wali yang pernah dilihat oleh seorang ketika beliau sedang berwudhu di Masjid Sayufiah di Cairo. Orang itu menegur: “Hai orang tua, nampaknya cara kamu berwudhu itu tidak tertib”. Jawab si wali: “Aku tidak pernah berwudhu dengan cara yang tidak tertib. Hanya saja anda tidak dapat melihatku, kalau anda dapat melihat, pasti kamu akan melihat ini”. Beliau berkata demikian sambil memegang tangan orang itu, sampai ia dapat melihat Ka’bah, kemudian beliau membawanya ke Mekkah dan menetap di sana selama beberapa tahun.
20. Dibukakan Segala Sumber Kekayaan Bumi
Jenis karomah seperti ini pernah dialami oleh Syaikh Abu Turab, ketika beliau menghentakkan kakinya ke bumi, maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala mengeluarkan air dari tanah itu. Kata Imam Subki: “Di antara jenis karomah seperti ini ialah terpancarnya sumber mata air di musim kemarau dan bumi tunduk pada seorang yang memukulkan kakinya ke bumi”. Pernah diceritakan bahawa ada seorang yang berjalan ke kota Mekkah untuk berhaji. Dalam perjalanan itu ia merasa haus sekali. Namun ia tidak mendapat seteguk air pun. Kemudian ia menemui seorang fakir yang bertongkat. Tepat di tempat itu terpancarlah sumber mata air yang dapat memberikan minuman kepada para jemaah haji yang sedang lewat di tempat itu. Semua jemaah haji yang lewat di tempat itu membekali dirinya dengan air yang terpancar di bawah tongkat si fakir.
21. Diberikan Kemampuan Untuk Mengarang Berpuluh-Puluh Karangan Dalam Masa yang Singkat
Biasanya pekerjaan seberat itu tidak mungkin dilaksanakan oleh seorang yang banyak disibukkan dalam pembahasan berbagai macam ilmu pengetahuan. Adakalanya untuk menulis sebuah karangan saja seorang akan menghabiskan seluruh umurnya. Apalagi akan menulis berpuluh-puluh buah karangan dalam waktu yang sangat singkat. Karomah semacam ini termasuk jenis karomah waktu dapat menjadi panjang. Jenis karomah ini pernah dialami oleh Imam Syafi’I Rohimulloh. Beliau mampu mengarang berpuluh-puluh kitab, padahal sebenarnya waktunya tidak akan cukup untuk melakukan hal itu, disebabkan kesibukan beliau sehari-harinya untuk mengkhatamkan Al Qur’an setiap harinya dengan bacaan yang penuh oleh tadabbur dan di bulan Romadhon pun beliau dapat mengkhatamkannya dua kali setiap harinya. Di samping itu, beliau juga disibukkan oleh banyaknya memperdalami ilmu pengetahuan, memberikan pelajaran, berzikir dan banyaknya penyakit yang dialaminya. Dalam suatu riwayat dikatakan bahawa beliau menderita tiga puluh macam penyakit.
Karomah semacam ini dialami juga oleh Imamul Haromain Abul Ma’ali Al Juwaini. Dengan umur yang tidak panjang, beliau mampu mengarang beberapa buah kitab. Sebenarnya umur yang sependek itu tidak akan cukup untuk mengarang berpuluh-puluh kitab disebabkan kesibukan beliau dalam belajar dan mengajar serta berzikir.
Jenis karomah seperti ini diberikan juga kepada seorang wali yang mampu mengkhatamkan Al Quran sebanyak delapan kali dalam sehari. Imam Nawawi Al Bantani juga diberi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kemampuan untuk mengarang berpuluh-puluh kitab dalam waktu singkat. Sebenarnya umur beliau yang sedemikian itu tidak cukup untuk mengarang kitab sebanyak itu. Ditambah lagi dengan berbagai macam ibadah yang beliau lakukan setiap harinya.
Karomah seperti ini diberikan juga kepada Imam Taqiuddin As Subki. Beliau mampu menulis berpuluh-puluh kitab. Sebenarnya umur yang sependek itu tidak akan cukup untuk menulis kitab sebanyak itu disebabkan beliau sangat sibuk memberi pengajaran, tekun beribadah, banyak membaca Al Quran dan berzikir. Sebenarnya jika kita hitung pekerjaan besar yang dikerjakannya dengan umurnya yang singkat, pasti tidak cukup untuk memenuhi sepertiganya, namun Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberinya barakah dalam umur, sehingga beliau dapat merampungkan segala tugas besar dipikulnya.
22. Terhindar Dari Terkena Racun
Jenis karomah seperti ini pernah terjadi pada seorang wali yang diancam oleh seorang raja dzolim. Raja dzolim itu berkata: “Tunjukkanlah padaku bukti kebenaranmu, jika tidak, aku akan hukum kamu”. Pada waktu itu si wali melihat dekatnya kotoran unta. Maka ia berkata: “Lihatlah itu”. Tiba-tiba kotoran unta itu jadi sebungkal emas. Kemudian ia melihat sebuah tempat air yang tidak ada airnya. Si wali itu melemparkan tempat air yang kosong itu ke udara. Ketika tempat air itu jatuh tiba-tiba telah berisi air penuh dan tempat air itu terjungkir. Namun air yang di dalamnya tidak tertumpah setitik pun. Melihat kejadian tersebut raja itu hanya berkata: “Ini hanyalah perbuatan sihir belaka”. Kemudian raja memerintahkan untuk melemparkan si wali ke dalam api yang bernyala-nyala. Tidak lama si wali tersebut segera keluar dan menarik putera raja yang masih kecil ke tengah api yang sedang menyala. Melihat kejadian ini raja hampir jadi gila, kerana putera satu-satunya diseret ke tengah api yang sedang menyala. Setelah beberapa saat, si wali keluar bersama putera raja itu dari api, sedang ditangan kanan putera raja itu memegang buah apel dan dikirinya memegang buah delima. Raja bertanya pada puteranya: “Wahai puteraku, dari mana kamu tadi?” Jawab si putra: “Aku dapat dari sebuah kebun”.Mendengar keterangan putera raja itu para pembesar kerajaan hanya berkata: “Itu hanyalah suatu sihir belaka”. Kemudian raja berkata kepada si wali: “Jika kamu dapat minum racun ini, aku akan percaya padamu”. Setelah itu, si wali minum racun itu. Namun ia tidak mati hanya bajunya sahaja yang koyak. Kemudian ditambah lagi meminum racun. Setiap kali minum racun ia tetap hidup hanya bajunya saja yang koyak-koyak. Pada terakhir kali ketika ia diberi minuman racun lagi bajunya tidak koyak dan ia pun selamat.
Di antaranya pula ada yang dibukakan baginya alam ghoib di hadapan pandangan matanya, sehingga ia dapat melihat apa saja yang terselubung di sebalik dinding, bahkan ia dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh orang dirumahnya.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah kasyaf. Misalnya jika seorang wali mendatangi rumah seorang yang telah berbuat zina atau mabuk atau mencuri atau berbuat maksiat, maka wali itu dapat mengetahuinya, seperti yang terjadi pada Syeikh Ibnu Arabi. Mukasyafah semacam ini dikhususkan bagi mereka yang hidup secara wara’.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat mengetahui gerak gerik orang, misalnya seorang wali bergerak hatinya ingin bertemu dengan gurunya, maka gurunya segera hadir di hadapannya.
Ada pula jenis karomah berupa didatangkannya sebuah pohon kepada seorang wali, kemudian wali itu menikmati buah dari pohon yang hadir di hadapannya.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat mengetahui segala jenis batu-batu mulia dan logam-logam mulia yang ada di perut bumi, meskipun demikian, seorang wali yang diberi karomah jenis ini tidak memperdulikan sedikit pun tentang harta kekayaan yang terpendam itu.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah berupa ilmu yang dapat memahami segala ucapan benda-benda yang mati, sehingga seorang wali yang diberi karomah seperti ini, ia dapat mendengar ucapan tasbih benda-benda yang mati.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat mengetahui segala rahasia benda-benda yang hidup.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah segala macam ilmu pengetahuan, baik yang berupa ilmu-ilmu dzhohir maupun ilmu-ilmu bathin. Seorang yang diberi karomah berupa ini, ia akan dapat memahami berbagai macam persoalan dunia dan akhirat.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah berupa tingkatan-tingkatan Al Quthbiyah.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah pengetahuan dan kasyaf, sehingga dapat membedakan mana-mana pendapat mazhab-mazhab yang benar.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat melihat dan mendengar hal-hal yang ghoib, sehingga antara yang terang dan yang terselubung tidak ada beda baginya.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat berbicara dengan makhluk alam malakut dan dapat mendengar guratan-guratan pena di Lauh Mahfudz.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah tidak tersentuh makanan, minuman dan pakaian yang berasal dari hasil syubhat, apa lagi yang harom. Jenis karamah ini, biasanya si wali diberi tanda tertentu oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala jika ada makanan, minuman dan pakaian dari hasil syubhat yang menyentuh dirinya.
Di antara yang mendapat karomah macam ini adalah ibunya Abu Yazid Al Bustami. Setiap kali ia mendapat makanan atau minuman yang syubhat, maka tangannya berpeluh dan gementar, sehingga ia harus menjauhi makanan dan minumannya.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah berupa makanan atau minuman sedikit yang dihidangkan dapat menjadi banyak. Karomah ini pernah diberikan kepada Syeikh Abu Abdullah At Tawudi ketika ia menyuruh kawannya ke tukang jahit, maka ia mengeluarkan sepotong kain yang sempit dari balik bajunya, kemudian ia menyuruh kawannya untuk membawanya ke tukang jahit seraya berkata: “Dari kain yang sempit ini buatlah pakaian yang cukup untuk beberapa orang”. Nyatanya kain yang sedemikian sempit itu dapat mencukupi pakaian untuk beberapa orang.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat menjadikan air asin atau payau menjadi air tawar dan segar. Karomah seperti ini pernah diberikan kepada Syeikh Abdullah Ibnul Ustad Al Marwazi sahabat Syeikh Abu Madyan.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat berjalan di atas udara seperti ketika ia berjalan di atas bumi.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat berkata-kata dengan makhluk alam arwah, sehingga ia dapat mengetahui keadaan mereka yang sudah wafat, walaupun telah wafat bertahun-tahun.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat melenyapkan dirinya dari alam wujud ke alam ghoib, sehingga ia dapat menghilang dari suatu majlis tanpa pengetahuan mereka yang hadir.
Di antaranya pula ada yang diberi karomah dapat melangkahi bumi yang luas hanya dengan satu langkah atau hanya dengan sekejap mata, sehingga ia dapat sholat dzuhur di Mekkah, kemudian sholat Asar di tanah kelahirannya.
Inilah beberapa contoh karomah yang diberikan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kepada para wali Allah untuk membuktikan kekuasaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala pada para makhluk Allah yang tidak percaya akan wujudnya karomah.
Wallohu a'lam bii showab, bii fadhillaahi ilmi, bii darojati, wabii karomati awliya'illah lahum bii sirril fatihah...
EmoticonEmoticon