Senin, 08 Juni 2020

RAHASIA USIA DIANGKA LIKUR (21-29) SELAWE (25), SEKET (50), SEWIDAK (60)

Kenapa dlam bahas jawa 21 itu bukan rongpuluhsiji??

Pada bilangan 21-29 ( kecuali 25 ) kenapa berakiran likur??
Likur memiliki arti/filosofi/sanepan "Lingguh ing kursi" yang arti dalam bahasa indonesia adalah duduk di kursi, ini mengacu pada kehidupan manusia. Yaitu menata kehidupan awalnya untuk masa depan mereka. Kebanyakan orang di usia likuran (antara usia kepala 2 atau 21-29) mulai menemukan bidang yang akan di tekuni untuk menata masa depannya, atau keahlian yang telah dipilihnya, atau profesi yang di tekuninya. 
Tempat di mana iya akan hidup atau mencari penghidupan dan kursi sebagai tempat duduk, sebagai simbol/perlambang/filosofi/sanepan yang tepat untuk menggambarkar semua hal tersebut.

Kenapa 25 bukan limo likur, tetapi selawe??

Pada bilangan 25 "selawe" memiliki arti/filosofi/sanepan: 
Seneng-seneng lanang lan wedok, (bersenang-senang anak laki-laki & perempuan) bisa pula di artikan masa yang paling menyenangkan bagi laki-laki dan perempuan. Masa pacaran, masa menikah, 
Usia 25 tahun menjadi puncak asmara muda-mudi yang memadu kasih dan atau menjalin pernikahan.

Lalu pada bilangan 50 kenapa seket?

Seket memiliki arti/filosofi/sanepan
Seneng kethunan (memakai peci/songkok/kopyah) Diartikan mengingatkan untuk mulai rajin mendekatkan diri pada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, gemar beribadah keTuhanan, seperti dzikir, perbanyak sholawat, melakukan sholat, membaca Al Qur'an, dll.

Dan 60 kenapa sewidak?

Pada bilangan 60 "sewidak" memiliki arti/filosofi/sanepan:
Sejatine wes wayah e tindak atau sudah waktunya/menjelang berangkat/pergi kehadirat yang Maha Kuasa. Orang yang usia 60 tahun keatas diharapkan untuk memperaiapkan diri menuju kepada kematian atau pindah ke alam barzah/kubur. Usia 60 bisa juga dianggap usia matang atau sudah siap untuk di panggil Tuhan Yang Maha Esa atau menghadap pada penciptanya.
Untuk usia di atas 60 tahun adalah bonus dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu kesempatan untuk bertaubat (kembali kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dengan memperbanyak ibadah, memikirkan akherat).