Maha karya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala adalah alam raya semesta dan juga meliputi langit (kerajaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala). Perlu kita ingat Alam raya semesta Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ciptakan dari Nur Muhammad, karana bukti cinta kasih sayang kepada Rosululloh Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam, oleh karana itu penciptaan alam semesta ini tidaklah sia-sia atau main-main belaka, namun diatas penciptaan berdasar pada prinsip kebenaran (haqiqat).
Alam semesta raya bisa pula dikatakan sebagai kitab besar Alloh Subhanahu Wa Ta'ala untuk ummat manusia dan manusia pun tidak akan menemukan sedikit pun cacat atau kebatilan dalamnya. Oleh karana itu manusia Alloh Subhanahu Wa Ta'ala angkat sebagai kholifah atau pemimpin di alam raya ini. Apabila kita mau merenungi, mengkaji apa yang ada di alam ini, niscaya dia akan menemukan kebenaran ilmu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sehingga kita bisa berma'rifat (mengenal) Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Didalam kita mampu mengenal (ma'rifat) kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, maka terbukalah semua hijab/penghalang antara kita sama Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Seperti kita mampu berdialoq/berbicara kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala melalui pergerakan alam semesta, yang biasa dinamakan isyaroh atau sang alam memberi tahukan. Jadi sejatinya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberi tahu (berfirman) dengan bahasa pergerakan alam (dalam ilmu sosial disebut body language). Namun bukan berarti itu bahasa badannya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, tetapi Mutakaliman (Alloh Subhanahu Wa Ta'ala Maha berfirman/berbicara). Apabila kita mau mengkaji alam, kita pun akan menemukan kebenaran sejati atau kebenaran universal. Alam semesta raya bisa kita jadikan tolak ukur dari sebuah kebenaran yang sejati/haqiqi.
Jika kita memiliki kesadaran atau keyakinan yang bertentangan dengan kebenaran alam, maka ajaran dan keyakinan kita itu batil (salah). Bagi orang-orang beriman dan senantiasa berfikir menggunakan naqlinya (akal yang disertai spiritual) akan ciptaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Dan perlu kita ingat, otak bukanlah akal, tetapi otak adalah alat/sarana berfikir dari adanya akal.
Alam adalah ayat-ayat Allah Tuan semesta alam yang tak tertulis sehingga Dia tidak pernah berhenti berfirman kepada ummat manusia. Inilah sifat mutakaliman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Hanya saja, manusia selalu melihat alam sebatas yang terlihat saja. padahal alam adalah objek kebenaran Ilahi yang tidak dapat di bantah oleh siapapun.
Itulah sebabnya, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala selalu memerintahkan manusia untuk men-"tafukuri"/memikirkan dwngan naqli dan men-"tadabburi/mengulang-ulang alam ciptaan-Nya. tidak terkecuali fisik biologis/fisik manusia. Tubuh manusia adalah wujud kebenaran Ilahi yang ilmiah dan alamiah. Yaitu berasal dari unsur tanah, air, api, udara, wujud dari NUR MUHAMMAD, sedang RUH wujud dari NUR ALLOH SUBHANAHU WA TA'ALA.
Jika manusia ingin menemukan kebenaran sejati, harus lah mengkaji alam semesta (jagad agung) dan diri manusia (Jagat alit, yang terdiri dari jasad, ruh, nafsi, aqli/akal).