Qasidah Imam Al-Habib Abdullah bin Husain Bin Thohir ( w. 1272 H)
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ،
فَرِّجْ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ.
YAA AR_HAMAROR ROHIMIN
YAA AR_HAMAROR ROHIMIN
YAA AR_HAMAROR ROHIMIN,
FAR_RIJ 'ALAL MUS_LIMIN
Artinya:
Wahai Tuhan yang maha pengasih lebih dari segala yang mengasihi,
Wahai Tuhan yang maha pengasih lebih dari segala yang mengasihi,
Wahai Tuhan yang maha pengasih lebih dari segala yang mengasihi,
Berikanlah kesenangan (kebahagiaan) kepada orang-orang muslim.
ياَ رَبَّناَ ياَ كَرِيْمُ،
ياَ رَبَّناَ ياَ رَحِيْمُ،
أَنْتَ الْجَوَّادُ الْحَلِيْمُ،
وَأَنْتَ نِعْمَ الْمُعِيْنُ.
YAA ROB_BANAA YAA KARIIM,
YAA ROB_BANAA YAA ROHIIM.
ANTAL JAW_WAA DUL HALIIM,
WA ANTA NI'MAL MU'IIN,
Artinya:
Wahai Tuhan kami Wahai Yang Maha Mulia,
Wahai Tuhan kami Wahai Yang Maha Penyayang,
Engkau Yang Maha Pemberi lagi bersifat santun,
Engkaulah sebaik-baik penolong.
وَلَيْسَ نَرْجُوْ سِوَاكَ،
فَادْرِكْ إِلٰهِىْ دَرَاكَ،
قَبْلَ الْفَناَ وَالْهَلاَكِ،
يَعُمُّ دُنْيَا وَدِيْنَ.
WALAY_SA NAR JU SIWAK,
FAD_RIK ILAAHII DAROK.
FAB_LAL FANAA WAL HALAAK,
YA'UMMU DUN_YAA WADIIN,
Artinya:
Kami tidak berharap melainkan kepadaMu,
Maka capaikanlah kami Yaa Ilaahi dengan satu pencapaian.
Sebelum datang kehancuran dan kemusnahan,
Yang menular di dunia dan agama.
وَمَا لَنَا رَبَّنَا،
سِوَاكَ يَا حَسْبَنَا،
يَا ذَا اْلعُلىٰ وَاْلغِنٰى،
وَيَا قَوِيُّ يَا مَتِيْنُ.
selain Engkau, Wahai yang cukup diri-Mu sebagai penolong kami,
Wahai Pemilik ketinggian dan Kekayaan,
Wahai yang Maha Kuat dan Maha Kokoh.
نَسْاَلُكَ وَالِيْ يُقِيْمُ،
اَلْعَدْلَ كَيۡ نَسْتَقِيْمُ،
عَلىٰ هُدَاكَ اْلقَوِيْمُ،
وَلَا نُطِيْعُ الَّلعِيْنُ.
keadilan, agar kami berjalan lurus,
Kepada petunjuk-MU yang tegak (berdiri),
dan kami tidak mematuhi orang yang terkutuk.
يَارَبَّنَا يَامُجِيْبُ،
أَنْتَ السَّمِيْعُ اْلقَرِيْبُ،
ضَاقَ اْلوَسِيْعُ الرَّحِيْبُ،
فَانْظُرْ إِلَى الْمُؤْمِنِيْنَ.
Engkau Maha Mendengar lagi Maha Dekat,
Terasa sempit ruang yang luas dan lapang,
maka perhatikanlah kepada orang-orang mukmin.
نَظْرَةْ تُزِيْلُ اْلعَنَا،
عَنَّا وَتُدْنِىْ الْمُنَا،
مِنَّا وَكُلَّ الْهَنَا،
نُعْطَاهُ فِىْ كُلِّ حِيْنٍ.
dari kami, perhatian yang dapat mendekatkan pada keinginan,
Dari kami dan setiap orang yang berada disini,
yang diberikan kepada kami, di dalam setiap waqtu.
أَسْئَلُكَ بِجَاهِ الْجُدُوْدِ،
وَالِيْ يُقِيْمُ الْحُدُوْدَ،
فِيْنَا فَيَكْفِى الْحَسُوْدَ،
وَيَدْفَعُ الظَّالِمِيْنَ.
seorang pemimpin yang menegakkan batas-batas,
Di tengah kami, batas-batas yang mencegah orang-orang dengki,
dan mengusir orang-orang dholim.
يُزِيْلُ لِلْمُنْكَرَاتِ،
يُقِيْمُ لِلصَّلَوَاتِ،
يَأْمُرُ بِالصَّالِحَاتِ،
مُحِبُّ لِلصَّالِحِيْنَ.
mendirikan shalat,
Memerintahkan berbagai perbuatan baik,
mencintai orang-orang yang sholih.
يُزِيْحُ كُلَّ الْحَرَامِ،
يَقْهَرُ كُلَّ الطَّغَامِ،
يَعْدِلُ بَيْنَ اْلأَنَامِ،
يُؤَمِّنُ الخآئِفِيْنَ.
menghapuskan setiap kebodohan,
Berlaku adil di tengah-tengah manusia,
memberikan rasa aman untuk orang-orang yang ketakutan.
رَبِّ اسْقِنَا غَيْثَ عَامٍ،
نَافِعْ مُبَارَكْ دَوَامَ،
يَدُوْمُ فِىْ كُلِّ عَامٍ،
عَلىٰ مَمَرِ السِّنِيْنَ.
manfaat dan berkahnya, selama-lamanya,
Yang terus berlangsung setiap tahun,
Kepada selama bertahun-tahun.
رَبِّ احْيِنَا شَاكِرِيْنَ،
وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ،
نُبْعَثْ مِنَ الْآمِنِيْنَ،
فِىْ زُمْرَةِ السَّابِقِيْنَ.
dan kami wafat sebagai muslim,
Bangkitkanlah sebagai orang yang beriman,
di dalam rombongan orang-orang terdahulu.
بِجاَهِ طٰهَ الرَّسُوْلِ،
جُدْ رَبَّناَ بِالْقَبُوْلِ،
وَهَبْ لَناَ كُلَّ سُوْلٍ،
رَبِّ اسْتَجِبْ لِيْ آمِيْنَ.
bermurah hatilah wahai Tuhan kami, untuk menerima,
Mengabulkan kepada kami setiap permintaan,
Ya Tuhanku, kabulkanlah untukku dan perkenankanlah.
عَطَاكَ رَبِّيْ جَزِيْلٌ،
وَكُلُّ فِعْلِكْ جَمِيْلٌ،
وَفِيْكَ أَمَلْنَا طَوِيْلٌ،
فَجُدْ عَلَى الطَّامِعِيْنَ.
semua perbuatan-Mu itu indah,
Dan kepada-MU kami memiliki harapan yang panjang,
maka bermurahlah kepada orang-orang yang berkeinginan besar.
يَارَبِّ ضَاقَ الْخِنَاقُ،
مِنْ فِعْلِ مَا لَا يُطَاقُ،
فَامْنُنْ بِفَكِّ اْلغَلَاقِ،
لِمَنْ بِذَنْبِه۪ رَهِيْنٌ.
Dari perbuatan yang tidak sanggup ku penuhi,
Maka karuniailah, dengan membuka penutup,
Untuk orang yang tersandra dosanya.
وَاغْفِرْ لِكُلِّ الذُّنُوْبِ،
وَاسْتُرْ لِكُلِّ الْعُيُوْبِ،
وَاكْشِفْ لِكُلِّ الْكُرُوْبِ،
وَاكْفِ أَذَى الْمُؤْذِيِيْنَ.
tutupilah setiap aib,
Dan membongkar untuk segala kesusahan,
jauhkan gangguan orang-orang jahat.
وَاخْتِمْ بِأَحْسَنْ خِتَامٍ،
إِذَا دَناَ اْلإِنْصِرَامُ،
وَحَانَ حِيْنُ الْحِمَامِ،
وَزَادَ رَشْحُ الْجَبِيْنِ.
apabila hampir waktu untuk berpisah,
Ketika hampir kepada maut,
saat kening bercucur keringat.
ثُمَّ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ،
عَلىٰ شَفِيْعِ اْلأَناَمِ،
وَاْلآلِ نِعْمَ الْكِرَامُ،
وَالصَّحْبِ وَالتَّابِعِيْنَ.
kepada pemberi Syafa’at bagi seluruh manusia,
Dan keluarga orang-orang terhormat paling baik,
juga para sahabat dan tabi’in.
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ،
فَرِّجْ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ.
Wahai Tuhan yang maha pengasih lebih dari segala yang mengasihi,
Wahai Tuhan yang maha pengasih lebih dari segala yang mengasihi,
Berikanlah kesenangan (kebahagiaan) kepada orang-orang muslim.
اَلۡفَا تِحَة...
Abuya Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasaniy dalam kitabnya, Abwabul Faraj, menyatakan bahwa memperbanyak bacaan Ya Arhamar Rahimin termasuk pintu-pintu terbesar untuk mendapatkan kelapangan dan solusi dari promblematika hidup. Kalimat ini, oleh sebagian ulama disebut-sebut sebagai wujud asa Allah yang teragung (Ismullah Al-Adzam).
Dikisahkan tentang sahabat Zaid bin Haritsah menyewa seekor bagal (peranakan kuda dan keledai) untuk menuju ke Thaif Orang tersebut mau menyewakan dengan ketentuan dia dapat melakukan transit di tempat manapun yang dia kehendaki. Lalu berjalanlah bagal tersebut hingga mengarah pada sebuah rumah kosong. "Turunlah!!! ujar pemiliki bagal pada sang sahabat. Di dalam rumah sepi ternyata terdapat banyak mayat-mayat bergelimpangan dan tengkorak-tengkorak berserakan.
Tahulah sang sahabat bahwa orang yang menyewakan bagal merupkana seorang pembunuh kejam berdarah dingin. Sang sahabat pun kini menanti giliran untuk dibunuhnya.
Tahulah sang sahabat bahwa orang yang menyewakan bagal merupkana seorang pembunuh kejam berdarah dingin. Sang sahabat pun kini menanti giliran untuk dibunuhnya.
Sang sahabat berujar, "Biarkan aku melakukan shalat 2 rakaat dulu. "Si pembunuh membalasnya angkuh, "Baik. Lakukanlah shalat sebelum aku membunuhmu, mereka sebelumnya pun juga pada shalat, tapi shalat mereka tidak memberikan manfaat sedikit pun.
Mereka tetap terbunuh. "Usai shalat, pembunuh menhampirinya. Saat itu, sang sahabat berucap dengan sepenuh hati,
"ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ".
Tiba-tiba muncul suara, "Jangan bunuh dia!!!" Si pembunuh terkejut. Ia keluar mencari sumber suara itu, tapi tidak mendapati apapun.
Kemudian dia kembali menghampiri sang sahabat untuk membunuhnya. Dan kembali sang sahabat mencuapkan kalimat munajatnya itu. Pada kali ketiga, di saat sang pembunuh begitu yakin dapat melmpiaskan nafsu kejamnya, tiba-tiba muncul sosok penunggang kuda memegan sangkur, dengan ujung sangkur yang menyalakan api. Penunggang kuda itu menusuk si pembunuh dengan sangkur itu hingga tembus pada punggungnya. Matilah dia terkapar.
Kemudian dia kembali menghampiri sang sahabat untuk membunuhnya. Dan kembali sang sahabat mencuapkan kalimat munajatnya itu. Pada kali ketiga, di saat sang pembunuh begitu yakin dapat melmpiaskan nafsu kejamnya, tiba-tiba muncul sosok penunggang kuda memegan sangkur, dengan ujung sangkur yang menyalakan api. Penunggang kuda itu menusuk si pembunuh dengan sangkur itu hingga tembus pada punggungnya. Matilah dia terkapar.
Pengunggang kuda (besar kemungkinan adalah jelmaan malaikat) kemudian menghampiri sang sahabat dan berkata, "Saat engkau kali pertama mengucapkan
'ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ',
aku masih berada di langit ketujuh. Kali kedua engkau mengucapkannya, aku berada di langit dunia dan kali ketiga engkau mengucapkannya aku sudah datang di depanmu".
EmoticonEmoticon