السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Semoga Alloh memberikan keselamatan kepada kalian, kasih sayang dan keberkahan-NYA.
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Dan segala puji hanya bagi Alloh Tuhan Alam semesta.
وَصَلّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Dan semoga Alloh mencurahkan kesejahteraan kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad صلى الله عليه وسلم، dan keselamatan kepada keluarga beserta keturunan beliau, dan para shahabat Beliau.
Kami ucapkan selamat datang di blog kecil yang sedang kami kelola ini. Tujuan kami adalah ingin menuangkan sedikit Cerita, Amalan, serta Wiridan, yang kami peroleh dari para Waliyulloh yang telah kami temui, baik Waliyulloh dalam bentuk Nyata (Wujud/Dhohir), maupun Waliyulloh yang kami temui melalui perjalanan Spritual. (“Insya Alloh, mereka bukanlah dari bangsa Jin yang menyerupai sosok seorang Waliyulloh”. Karena bangsa Jin akan takut kepada mereka yang suka mengamalkan, baik itu membaca dua kalimat Syahadad, Istighfar, serta Sholawat, terkecuali para Jin muslim. Karena Jin muslim adalah orang yang jujur, dan tidak mempunyai sifat munafiq, layaknya bangsa manusia).
“Dan disini kami akan mengajak para pembaca sekalian mengenalnya secara Naqli (akal dan spritual)”.
Amalan. Hampir semua amalan yang kami bagikan serta publikasikan disini adalah amalan yang telah mendapatkan Pengijazahan dari Shohibul Ijazah, dan telah diamalkan serta dibuktikan nilai manfaatnya oleh para sahabat-sahabat kami. Namun perlu kami tegaskan, bahwa amalan ini adalah suatu bentuk pendekatan diri kita kepada Robbul Izzatuna Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, yaitu untuk mengharapkan anugerah Alloh dalam mengabulkan hajat.
Selain itu kami juga ingin mengenalkan kepada para pembaca sebuah cerita kehidupan (manaqib) dari para Sholihin (orang-orang yang selalu berbuat kebajikan). Mulai dari cerita perjalanan kehidupan sepiritual (bathin) mereka, sampai kepada kehidupan sosial mereka. Tujuannya adalah agar kita semua bisa belajar dari mereka, meniru apa yang telah mereka lakukan. Tujuannya adalah agar kehidupan kita bisa menjadi lebih baik lagi, dan esok jika kita mati/meninggal, kita bisa menghadapi Shakaratul Maut yang indah (tidak menyakitkan), dijauhkan dari siksa kubur, serta esok (diakhirat) kita bisa ditempatkan bersama dengan para Sholihin. Tidak hanya cerita para Sholihin dari tanah Arab (keturunan/’Itroh dari Kanjeng Rosululloh صلى الله عليه وسلم) saja, namun juga cerita para Sholohin dari tanah Jawa. Yang merupakan (‘Itroh dari Wali Songo), yang tidak lain juga merupakan (‘Itroh dari Kanjeng Rosululloh صلى الله عليه وسلم).
Dan barangsiapa yang membaca Manaqib atau kisah hidup dari para Sholihin, sama halnya dengan mereka telah menghidupkan kembali nilai amaliyah dari para Sholihin didalam kehidupan mereka. Sehingga secara tidak langsung mereka telah dinisbatkan sebagai Santri atau Murid dari Sholihin tersebut, walau berbeda zaman.
Dan seorang Santri atau Murid bukanlah hasil penisbatan atau pengakuan kita kepada Beliau (aku adalah Santri/Murid dari Kyai/Syekh/Mursyid/Fulan bin Fulan). Akan tetapi, seorang Santri atau Murid adalah hasil penisbatan dari seorang Kyai/Syekh/Mursyid/Fulan bin Fulan, kepada Santri/Murid tersebut. (Seorang Kyai/Syekh/Mursyid/Fulan bin Fulan telah memberikan keridhoan atau kerelaannya kepada Santri/Murid tersebut, untuk menjadikan beliau sebagai seorang Guru).
“Jika diartikan lebih dalam lagi maka, ketika kita mendapatkan keridhoan atau kerelaan dari seorang yang telah kita anggap sebagai seorang Guru, sementara Guru tersebut juga merupakan seorang Santri atau Murid dari seorang Kyai/Syekh/Mursyid/Fulan bin Fulan, maka terjadilah suatu (Penisbatan). Tujuannya adalah agar terjaganya hubungan batiniah hingga akhirat kelak”.
“Jika diartikan lebih dalam lagi maka, ketika kita mendapatkan keridhoan atau kerelaan dari seorang yang telah kita anggap sebagai seorang Guru, sementara Guru tersebut juga merupakan seorang Santri atau Murid dari seorang Kyai/Syekh/Mursyid/Fulan bin Fulan, maka terjadilah suatu (Penisbatan). Tujuannya adalah agar terjaganya hubungan batiniah hingga akhirat kelak”.
Mari kita amalkan, kita share, kita bagikan, ilmu pengetahuan yang telah kita dapatkan dari blog ini. Hal ini seperti Sabda dari Kanjeng Rosululloh صلى الله عليه وسلم، yang Diriwayatkan oleh Abu Huroiroh r.a., Kanjeng Rosululloh صلى الله عليه وسلم، Bersabda:
“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim).
والله أعلمُ بالصواب
Dan Alloh yang Maha Mengetahui dengan kebenaran.
رَبَّنَا تَقَبَّلَ مِنَّا
Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami.
بِاالْبَرَكَةِ وَالْكَرَمَةِ سُلْطَانِالْأَوْلِيَاءِ سَيِّدِنَا الشَّيْجِ عَبْدِ القَادِرِ الْجِيلَانى الْبَغْدَدِي رَادِ اَللهُ عَنْهُ ،
Dengan kebarokahnya dan keistimewaannya Raja para Waliyulloh, Kanjeng Guru Syekh Abdul Qodir Al Jailani Al Baghdadi.
بِاالْبَرَكَةِ وَالْكَرَمَةِ لنَّبِيُّ الله حِضِر عَلَيْهِ سَّلَم,
Dengan keberkahan dan keistimewaan Nabiyulloh Khidhir Alaihi Salam, kepadanya salam keselamatan.
بِشَفَاعَةِ وَالْبَرَكَةِ لنَّبِيِّنَا مُحَمَّدٍ, ﷺ
Dengan pertolongan doa dan keberkahan Nabi kami semua, Nabi besar Muhammad صلى الله عليه وسلم، kesejahteraan dari Alloh dan keselamatan.
بِإِذْنِ اللهِ وَ رِضَا الله يا الله
Dengan izin Alloh dan kerelaan Alloh Engkau wahai Alloh.
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dan keselamatan kepada kalian dan kasih sayang Alloh serta barokah-NYA.