Senin, 29 Juni 2020

AJARAN SYAIKH ABDUL QODIR TENTANG RUH

Ruh al-Quds dicipta langsung oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan didalamnya terkandung bentuk serta program-program (konsep) Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, juga sifat-sifat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, yang sifatnya sangat misterius/rahasia (sirri). Maka dari itu Ruh Al-Quds disebut juga Sirr (rahasia).

Alloh Subhanahu Wa Ta'ala adalah cahaya.

Firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam suroh An-Nur ayat 35:

ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: "Alloh (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Alloh, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Alloh membimbing kepada cahaya-NYA siapa yang dia kehendaki, dan Alloh memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu".

Ruh Al-Quds yang dicipta langsung oleh SANG CAHAYA pun mengandung cahaya yang sangat murni, yang memiliki tingkat radiasi sangat tinggi.

Selanjutnya Ruh al-Quds (Sirr), yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthony (Fuad) dan Ruh ar-Ruhaniyah (Qalbu), diturunkan lagi ke alam level-4 yaitu Alam Mulki.

Alam Mulki adalah alam yang bisa dilihat oleh manusia dengan khasaf mata. Meliputi bumi dan langit yang masih bisa dijamah oleh indra manusia.

Alam Mulki wujudnya sangat lahiriah dan dapat dikenali secara empirik (terukur). Namun radiasi cahaya Ruh Al-Quds, meski sudah dibalut dengan dua lapis ruh lainnya (Ruh As-Sulthony dan Ruh Ar-Ruhaniyah), masih terlalu tinggi bagi alam dunia ini. Apa yang ada di alam mulki dapat terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds. Untuk itu, sebelum diturunkan ke alam mulki, Ruh al-Quds dibalut lagi dengan lapis ke-3 yaitu Ruh Al-Jismany yang untuk mudahnya sering disebut dengan Ruh saja. Untuk lebih jelasnya lihatlah tabel berikut ini Alam Ruh (Nafs)

Inti-Lahut Ruh Al-Quds-(Sirr)

Lapisan ke 1-Jabarut Ruh As-Sulthany-(Fu’ad)

Lapisan ke 2-Malakut Ruh Ar-Ruhany-(Qalbu)

Mulki 

Lapisan ke 3-Ruh Al-Jismany (Ruh/jiwa)


Diri (nafs) kita yang hakiki adalah diri yang berwujud ruh (jiwa). Tubuh biologis kita (raga) hanyalah cangkang atau wadah bagi diri kita yang sesungghnya, yaitu ruh.

Di dalam ruh ada qolbu, di dalam qolbu ada fuad dan di dalam fuad ada sirr.

 Sirr adalah rahasia berisi rahasia-rahasia Alloh Subhanahu Wa Ta'ala untuk orang itu berupa sifat-sifat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, rencana dan takdir Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Sirr terhubung langsung dengan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Dikenal pula istilah lubb yang jamaknya albab.

Firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala Surot Ali Imron ayat 190:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ulil albab)"

Ulil Albab adalah orang yang selalu berdzikir (menyebut nama Alloh Subhanahu Wa Ta'ala), berfikir, dan beribadah.

Apa arti lubb?

Kalau kita menebang sebatang pohon, lalu kita perhatikan penampang potongannya, akan terlihat di bagian tengah dari batang pohon itu ada bagian yang berwarna kecoklatan. Itulah inti dari batang pohon tersebut. Arab menyebutnya lubb, bahasa indonesia adalah inti, orang jawa mengatakan galih.

Qolbu adalah lubb/inti/galih bagi ruh.

Intinya RUH adalah QOLBU,

Qolbu mempunyai inti namanya adalah FU’AD,

Dan fu'ad mempunyai inti disebut  SIRR.

Sirr adalah inti dari segala inti, yang mengandung rahasia dari segala rahasia, sehingga disebut SIRRUL-ASROR (rahasia didalam kerahasiaan).

Banyak orang memahami bahwa hati (qolbu) itu adalah segumpal daging dalam diri manusia.

Pemahaman ini tidak salah karena didasarkan pada sabda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam sebagai berikut :
Artinya : “… Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati (qolbu) “. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Namun pemahaman ini adalah pemahaman yang sangat mendasar yang diajarkan oleh Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassalam kepada umatnya yang pada waktu itu masih kental dengan kejahiliyahan dan tidak mau menerima sesuatu yang sulit difahami secara akal.

Adapun maksudnya agar umatnya mudah mengerti dan tidak timbul banyak pertanyaan yang menjadikannya kembali kepada kemusyrikan dan kekufuran.

Qolbu adalah sebuah lathifah/titik sensor/dimensi keTuhanan yang tidak mempunyai bentuk fisik sebagaimana difahami oleh sebagian kita.

Untuk membuktikan bahwa qolbu itu bukanlah daging hati, kita bisa melihat dan menyaksikan seekor ayam atau kambing yang kita potong kemudian kita bedah perutnya maka kita akan menemukan pada hewan tersebut segumpal daging yang disebut daging hati, tapi pernahkah setelah kita cari kemudian kita temukan di dalam perut hewan yang sudah dibedah tersebut ada daging qolbu?

Kemudian kita pergi ke sebuah warung makan atau restoran lalu kita bertanya apakah disana ada sop daging hati atau goreng daging hati, maka pasti di salah satu warung makan atau restoran itu ada dan disediakan menu makanan dengan lauk sop atau goreng daging hati.
Tapi coba kita tanyakan apakah disana ada sop atau goreng daging qolbu, maka jawabannya pasti tidak ada karena qolbu tidak diperjualbelikan dan bukan untuk dimakan dan bukan pula berbentuk segumpal daging.

Daging hati yang berbentuk segumpal daging itu dalam bahasa arab disebut “kabid” bukan qolbu (bagian terdalam dari kabid/hati).

Adapun qolbu menurut Imam Al-Ghozali Rodhiallohu'anhu adalah ruh, akal atau nafsu.


APA ITU RUH? 

Firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam suroh Al-Isroo' ayat 85 :

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya : dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Dalam kitab sirrur asror karya Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dikemukakan sebagai berikut :

Makhluk yang pertama kali diciptakan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala adalah ruh. Yaitu ruh Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassallam, Sebagaimana telah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala firmankan dalam hadits qudsi : “AKU ciptakan ruh Muhammad dari cahaya-KU”.

Ruh adalah hakikat Muhammad dan hakikat Muhammad disebut nur.

kenapa disebut nur ?

karena bersih dari segala kegelapan. Ruh Muhammad adalah ruh termurni sebagai makhluk pertama dan asal seluruh makhluk (ciptaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala) sebagaimana sabda beliau Sholallohu 'Alaihi Wassallam : “aku dari Alloh dan makhluk lain dari aku”.

Dari ruh Muhammad inilah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan semua ruh di alam lahut (adalah alam azali negeri asal setelah 4.000 tahun dari penciptaan ruh Muhammad). Kemudian ruh-ruh tersebut diturunkan ke tempat yang terendah, dimasukkan kepada makhluk yang terendah, yaitu jasad.

Jasad itu sendiri diciptakan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dari bumi yang tersusun dari empat unsur (unsur tanah, unsur air, unsur api dan unsur angin).

Setelah diwujudkan jasad itu maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menitipkan ruh dari-NYA ke dalam jasad, dan sebagai barang titipan pastinya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan mengambil kembali titipannya itu.

Ketahuilah ruh itu memiliki perjanjian awal di negeri asalnya yaitu alam lahut/azali dalam suroh Al-A'rof Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menceritakan:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Alloh mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah AKU ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".

Dari firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala di atas isi perjanjiannya adalah:

 Ketika Alloh Subhanahu Wa Ta'ala bertanya kepada semua ruh: “Alastu birobbikum? (Bukankah Aku ini Tuhanmu sekalian?)

Ruh-ruh menjawab:” Benar, Engkau adalah Tuhan kami.

Namun sangat disayangkan banyak ruh yang melupakan perjanjian awalnya terhadap Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sehingga mereka terlena/lalai dan betah tinggal di dalam jasad sebagai tempat terendah bagi mereka.

Ruh-ruh yang setia dan tetap memegang perjanjian awal pada hakikatnya mereka tetap berada pada negeri asalnya yaitu alam lahut/azali meskipun badannya di bumi. Namun sangat sedikit orang yang sadar dan berkeinginan pulang atau kembali ke negeri asalnya.

Oleh karena itu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan kenabian kepada ruh agung Muhammad sebagai penunjuk jalan dari kesesatan mereka. Nabi mengajak mereka agar kembali dan sampai serta bertemu dengan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Tapi sebagai manusia biasa Nabi memiliki keterbatasan waktu di dunia ini untuk menjalankan tugasnya tersebut, maka kemudian Alloh Subhanahu Wa Ta'ala mewariskan tugas ini kepada para ulama yang sholih yang sudah mencapai kesucian ruh dan telah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berikan bashiroh (pandangan yang jelas) kepadanya.

Siapa mereka?

 Mereka adalah para wali Alloh.

Para wali Alloh sebagai ahli bashiroh telah dibukakan mata hatinya untuk mengetahui jalan menuju Alloh Subhanahu Wa Ta'ala (thoriqoh) mereka itulah yang disebut ahli ruhani (imam Robbani/pembimbing kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala/mursyid, dalam bahasa thoriqoh)


RUH TERBAGI KE DALAM 4 BAGIAN:

1. Ruh Al-Qudsi (ruh termurni) 

yaitu ruh yang berada di alam lahut atau alam ma’rifat atau alam tertinggi. Ruh ini adalah hakikat manusia yang disimpan di dalam lubuk hati (qulby).

Keberadaannya akan diketahui dengan taubat dan talqin kalimat “LAA ILAAHA ILLALLAH”.

Ruh ini dinamakan oleh ahli Tasawuf sebagai bayi ma’nawi (thiflul ma’ani).

Ruh inilah yang senantiasa akan mampu berhubungan dengan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sedangkan badan atau jasmani ini bukan mahromnya bagi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Ruh Al-Qudsi telah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala tempatkan di dalam rasa (sirri). Alatnya adalah ilmu hakikat, yaitu ilmu tauhid.

Amalannya adalah mudawamah (berdzikir dengan kesungguhan dan dilakukan secara terus-menerus) nama-nama Tauhid dengan lisan sir (rahasia) tanpa suara dan huruf (didalam hati) Siapapun tidak ada yang mampu melihat/menelitinya kecuali Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Adapun keuntungannya yaitu keluarnya tiflul ma’ani, musyahadah (mempersaksikan) serta terarah dan melihat kepada zat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam keagungan-NYA dan dalam keindahan-NYA dengan penglihatan sirri (rahasia) melalui mata hati (fuad).

Ruhul quds, bisa juga dikatakan sebagai ruh idhofi

2. Ruh Sulthoni

adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam jabarut (adalah alam kekuasaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, yang juga merupakan realitas yang disebut singgasana ( Al-Arsy ).

Tempat ruh ini adalah fuad (mata hati).

Alatnya adalah ma’rifat,

Amalannya adalah mudawamah (berdzikir dengan kesungguhan dan dilakukan secara terus-menerus) asma Alloh dengan lisan dan hati (qolbu).

Ruh suthoni yang mempunyai unsur malaikat Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil (malaikat penyangga Arsy),

Adapun keuntungan pengolahan dari ruh sulthoni adalah melihat pantulan “Jamalillah” (keindahan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala), bisa melihat menggunakan mata hatinya.

Tempatnya adalah di sorga ketiga yaitu sorga firdaus.


3. Ruh Saironi Rowani (ruh-ruhani) 

adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam malakut (alamnya para malaikat).

Tempatnya adalah hati (qolbu).

Alatnya adalah mudawamah (berdzikir dengan kesungguhan dan dilakukan secara terus-menerus) asma’ul bathin tanpa suara dan huruf,

Hasilnya adalah ma’rifat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, ilmu bathin, memperoleh ketenangan didalam bergaul, hidupnya hati dan musyahadah (mempersaksikan) di alam malakut (seperti menyaksikan sorga dan ahlinya dan malaikat-malaikatnya).

Ruh inilah yang biasa disebut akal

Tempatnya di akhirat adalah sorga tingkat ke dua yaitu sorga na’im.


4.Ruh jismani (jiwa)

adalah ruh yang memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam mulki (alam terendah bagi ruh). Ruh jismani Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah tempatkan di dalam jasad antara daging dan darah tepatnya di wilayah dada dan anggota badan yang dzohir.

Alat untuk mengolah ruh ini adalah syari’at,

Hasilnya adalah wilayah (pertolongan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala), mukasyafah (terbukanya hijab antara manusia dengan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala), dan musyahadah (merasa berhadap-hadapan dengan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala), begitu pula karomatul kauniyah pada martabat kewalian seperti ; berjalan di atas air, terbang di udara, menyingkat jarak, mendengar dari jauh, melihat rahasia badan dan sebagainya,

Keuntungan di akhirat akan ditempatkan di surga ma’wa.

Setiap ruh itu mempunyai hanut (tempat) di daerah keberadaannya, dan bekal/alat pengolahannya dan keuntungan/hasil pengolahannya dan cara pengolahannya yang tidak pernah sia-sia yang diketahui secara tertutup (rahasia) maupun secara terbuka.

Oleh karena itu wajib bagi setiap manusia untuk mengetahui cara mengolah dirinya, sebab apa yang dilakukan di muka bumi ini akan diminta pertanggung jawabannya kelak di hari kiamat.

Tujuan utama didatangkannya manusia kealam terendah adalah agar manusia berupaya kembali mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan mencapai darajat (kembalinya manusia ke tempat asalnya) dengan menggunakan hati (qolbu) dan jasad. Maka perlu ditanamkan bibit tauhid di ladang hati agar tumbuh menjadi pohon tauhid yang akarnya tertanam di dalam rasa dan menghasilkan buah tauhid untuk mencapai ridho Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.


SYAIKH ABDUL QODIR AL-JAILANI MENYEBUT RUH ATAU HAKIKAT MUHAMMAD ITU ADALAH AKAL.

APA ITU AKAL? 

Kebanyakan kita mengatakan bahwa akal itu adalah otak, sehingga kalau kita berkata kepada orang lain “gunakan akalmu!” maka kita akan menunjuk dan mengarahkannya kepada kepala kita sebagai isyarat bahwa tempatnya akal disana.

Perlu kita ketahuilah haqiqinya akal bukanlah otak, dan letak keberadaannya bukan di kepala. Keberadaan akal tidaklah berbentuk secara fisik sehingga tidak dapat dilihat oleh mata kepala ini.

Tapi meskipun demikian, fungsi dan gerakannya dapat dirasakan.
Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa menjaga kita dari kesesatan, semoga kita diberikan pemahaman yang mendalam akan akal ini sehingga kita tahu sebenarnya akal itu apa.

Sulit untuk kita yakin dan beriman dengan menggunakan otak kita ini, otak ini selalu menuntut bukti nyata, alasan dan sebab yang benar menurutnya.

Dengan selalu menggunakan otak dan menuntut segala sesuatunya harus rasional akhirnya kita tidak bisa beriman secara betul-betul akan tetapi malah bermain-main dalam keimanan. Seperti dalam melaksanakan sholat.

Kita perhatikan firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala suroh Al-Maaidah ayat 58 :

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ ٱتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ

Artinya : “Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sholat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal”.

Akal adalah alat untuk menerima hidayah, taufik, ilmu, dan memahami ayat-ayat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala baik yang kauniyah (ayat-ayat berupa tanda-tanda kebesaran Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang ada di alam sekitar kita.) maupun qur'aniyah (percaya bahwa Quran adalah satu-satunya sumber nyata agama Islam).

Tapi berfikir dengan akal tidak seperti berfikir dengan otak, berfikir dengan akal itu akan berujung dengan satu kesimpulan : robbana maa kholaqta hadza baathila” artinya: "tidak ada sesuatu apapun yang Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  telah ciptakan itu sia-sia".

Berfikir dengan akal biasa dikatakan dengan tafakkur, meminta petunjuk kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala melalui dzikir dan kholwat (menyembunyikan diri untuk bermunajah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala)

Apabila seseorang telah mempergunakan akalnya dalam berfikir dengan baik dan benar maka keimanannya akan semakin mantap dan terus meningkat.

Sekarang kita buktikan bahwa akal bukanlah otak, pernahkah anda makan goreng atau pepes ikan mas ?

ketika kita makan dibagian kepalanya akan terdapat yang disebut otak ikan.

Tapi sekarang adakah di kepala ikan itu akal, maka pasti tidak ada karena akal bukan di kepala dan akal bukan otak. Kalau akal diartikan otak seperti yang ada di kepala ikan maka berarti ikan juga punya akal.

Jadi jelas bahwa akal bukanlah otak dan otak bukanlah akal.

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna karana Alloh Subhanahu Wa Ta'ala membubuhi manusia dengan akal. Dan otak adalah alat untuk berfikirnya akal.

Akal itu adalah qolbu, sebagaimana Alloh Subhanahu Wa Ta'ala firmankan dalam suroh Qoof ayat 37 :

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى ٱلسَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

Artinya : “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang DIA menyaksikannya”.

Dalam ayat di atas Alloh Subhanahu Wa Ta'ala  menggunakan kata qolbun untuk menyatakan akal.


APA ITU NAFSU? 

Nafsu adalah elemen jiwa (unsur ruh) yang berpotensi mendorong pada tabi’at badaniyah/biologis dan mengajak diri pada berbagai amal baik atau buruk. Nafsu itu pula adalah ruh sebagaimana dimaksud dalam firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala suroh At-Takwir ayat 7 :

وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتْ

Artinya : “dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)”.

Nafsu di dalam ayat ini diartikan ruh.

Adapun nafsu memiliki tingkatan-tingkatan, Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang dikenal dengan istilah “marotibun nafsi” yaitu terdiri dari :

1. NAFSU AMAROH

Nafsu Amaroh tempatnya adalah "dimaa' artinya otak. Ia mempunyai sifat:

1. Al-Bukhli artinya kikir, pelit.

2. Al-kharos artinya mengawasi.

3. Al-Hasad artinya iri, dendam.

4. Al-Jahil artinya kebodohan/tidak mengetahui.

5. Al-Kibar artinya tinggi hati, sombong, congkak.

6. Asy-Syahwat artinya keinginan menguasai (nafsu).

2. NAFSU LAUWAMAH

Nafsu Lawwamah tempatnya adalah “Al-Qolbu” artinya hati. Letaknya dua jari di bawah susu kiri. Adapun sifat-sifatnya:

1. Al-Laum artinya mencela.

2. Al-Hawa artinya suka bersenang-senang.

3. Al-Makar artinya menipu, licik.

4. Al-Ujub artinya bangga diri.

5. Al-Ghibah artinya mengupat.

6. Ar-Riya’ artinya pamer.

7. Adh-dholim artinya kejam.

8. Al-Kadzib artinya dusta.

9. Al-ghoflah artinya lupa, lalai.


3. NAFSU MULHAMAH

Nafsu Mulhamah tempatnya adalah “Ar-Ruh”, Letaknya dua jari di bawah susu kanan. Adapun sifat-sifatnya:

1. As-Sakhiya artinya murah hati.

2. Al-Qona’ah artinya merasa cukup (kesederhanaan).

3. Al-Halim artinya penyantun/suka memberi.

4. At-Tawadhu’ artinya rendah hati.

5. At-Taubat artinya kembali kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

6. As-Shobar artinya sabar, tidak mudah marah.

7. At-Tahammul artinya bertanggung jawab.

4. NAFSU MUTHMAINNAH

Nafsu Muthmainnah tempatnya adalah “As-Sirr” artinya rahasia, tepatnya dua jari dari samping susu kiri kearah dada. Mempunyai sifat: 

1. Al-Juud artinya dermawan, kerelaan hati.

2. At-tawakkal artinya berserah diri.

3. Al-Ibadah artinya penghambaan kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

4. Asy-Syukur artinya berterima kasih.

5. Ar-Ridho artinya rela.

6. Al-Khosyah artinya takut kepada  Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.


5. NAFSU RODHIYAH

Nafsu Rodiyah tempatnya adalah  “Sirr-Assirr” artinya sangat rahasia, tepatnya di jantung yang berfungsi menggerakkan seluruh tubuh. Mempunyai sifat: 

1. Al-Karom artinya kemurahan hati, memuliakan makhluk lain.

2. Az-Zuhud artinya lebih mengutamakan akhirat, dari pada dunyawi.

3. Al-Ikhlas artinya tanpa pamrih.

4. Al-Waro’ artinya menahan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan madharat lalu menyeretnya kepada hal-hal yang haram dan syubhat.

5. Ar-Riyadhoh artinya penyempurnaan diri melalui zikir dan pendekatan diri kepada Sang Kholik.

6. Al-Wafa’ artinya tepat janji, Kesetiaan, Kepatuhan, Kejujuran, Kasih setia.


6. NAFSU MARDHIYAH

Nafsu mardhiyah tempatnya adalah “Al-Khofiy” artinya samar, tepatnya dua jari diatas susu kanan ke tengah dada. Sifat-sifatnya adalah:

1. Husnul Khuluq artinya baik akhlak.

2. Tarku maa siwalloh artinya meninggalkan selain Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

3. Al-Luthfu bil kholqi artinya lembut kepada makhluk.

4. Hamluhum ‘ala sholah artinya mengurus makhluk pada kebaikan.

5. Shofhu ‘an dzunubihim artinya mema’afkan kesalahan makhluk.

6. Al-Mail ilaihim liikhrojihim min dzulumati thoba’ihim wa anfusihim ila anwari arwahihim artinya mencintai makhluk dan cenderung perhatian kepada mereka guna mengeluarkannya dari kegelapan (keburukan) watak dan jiwa-jiwanya ke arah bercahayanya ruh-ruh mereka.


7. NAFSU KAMILAH

Nafsu kamilah tempatnya adalah “Al-Akhfa” artinya sangat samar, tepatnya di tengah-tengah dada. Adapun Mempunyai sifat: 

1. Ilmu Al’Yaqiin artinya menghilangkan keraguan.

2. Ainul Yaqiin artinya dengan melihat maka hilanglah keraguan.

3. Haqqul Yaqiin artinya dengan naqli (akal/pengetahuan, dan spiritual/rasa) maka hilanglah keraguan.


RUH = AKAL = QOLBU = NAFSU

Kenapa dikatakan demikian, karena memang benar seperti itu adanya. Mari kita lihat bersama apabila ada di hadapan kita sosok mayat. Apabila saya tanyakan, mayat ini sudah tidak ada apanya : ruhnya, akalnya, qolbunya atau nafsunya. maka pasti jawabannya : “semuanya”.

Tidak salah kalau orang berkata ruhnya yang tidak ada, karena ruh adalah nyawa bagi mayat itu.

Setelah ruhnya tidak ada maka mayat itu tidak bernyawa lagi, tidak bernafas lagi tidak berdetak lagi jantungnya serta nadinya pun tidak berdenyut lagi.

Apabila ada yang mengatakan akalnya  yang tidak ada, maka ini juga betul karena setelah meninggalnya seseorang maka mayat orang tersebut tidak akan berfikir lagi dan tidak akan faham lagi dengan ilmu-ilmu yang dulu pernah dipelajarinya selagi hidup.

Tidak salah apabila ada yang mengatakan qolbunya yang tidak ada, karena ketika seseorang meninggal,

maka qolbunya yang selalu menjadi sumber perasa ketika masih hidup seperti ; sedih, senang, tentram, menyesal, marah,dll.

maka setelah meninggal perasaan di mayat itu hilang, dia tidak merasakan apa-apa lagi.

Terakhir jika dikatakan yang tidak ada itu nafsunya, maka ini pun betul. Karena nafsu itu adalah unsur dalam jiwa orang yang masih hidup yang memiliki keinginan-keinginan baik maupun buruk. Dengan demikian setelah menjadi mayat maka tidak ada lagi pada mayat itu nafsunya sehingga dia tidak memiliki keinginan apapun.

Sekarang dapat kita simpulkan kalau semua jawaban tersebut adalah benar, maka berarti keempat nama yang berbeda itu adalah satu, sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Imam Al-Ghozali, Rodhiallohu'anhu: ruh, akal, qolbu Jualdan nafsu itu adalah satu. (syai’un wahidun).


Wallohu A’lam bish-showab, lahum biis sirril fatihah...

Read More

Kamis, 25 Juni 2020

PELAJARAN SUFI ABU YAZID AL BUSTHOMI


1. Selama tiga puluh tahun aku mencari Tuhan. Tapi ketika saya melihat dengan hati. Hati saya menemukan, bahwa pada kenyataannya Tuhan adalah pencari dan saya yang dicari oleh Tuhan.

Seorang hamba yang mencari Robb-nya, yaitu dengan pengetahuan ma'rifat, maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala telah menemukan kita kemudian membimbing kita untuk bisa bertemu dengan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala melalui mata hati seorang hamba, & di akherat akan bertemu dengan wujud Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang sebenarnya.


2.Melupakan diri (Keakuan diri) adalah mengingat Tuhan.

Disaat kita berdzikir, mengingat Alloh, maka disaat itulah kita melupakan siapa diri kita, 


3. Musa ingin melihat Tuhan
Saya tidak ingin melihat Tuhan.
Untuk melihat Tuhan seperti Nabi Musa 'Alaihis salam (dengan indra mata), maka tubuh kita tidak akan mampu ketika berhadapan nur/cahaya yang Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan kita akan hancur, jadi tidak ada kenikmatan didalamnya. Sedang Sayyid Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi "tidak ingin melihat Tuhan" yaitu tidak mau melihat dengan mata indra, dan melihat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dengan mata hati, sehingga Sayyid Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi merasakan kenikmatan & keindahan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala tanpa harus menghancurkan dirinya.

4. Aku tidak pernah melihat cahaya yang bersinar lebih cemerlang dari pada cahaya keheningan.
Sayyid Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi beruzlah (pengasingan diri untuk memusatkan perhatian pada ibadah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala), untuk berkholwat (menyepi/menyendiri untuk berdzikir guna mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala), didalam keheningan Sayyid Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi melihat cahaya yang terang benerang

5. Saya tidak ingin berkehendak, karena kehendak saya tanpa nilai, karena saya tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu, pilihlah untukku apa yang terbaik bagi-MU dan jangan meletakkan kebinasaanku dalam memilih otomasi dan kebebasanku.
Sayyid Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi tidak mau berkehendak/berkeinginan karana secara haqiqinya segala sesuatunya telah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala konsep untuk kebaikan kita, sedang kita hanya menjalankannya saja. Kehendak kita belum tentu baik atau membawa kebaikan untuk diri kita, namun kehendak Alloh Subhanahu Wa Ta'ala pasti akan menghadirkan kebaikan bagi kita, keberkahan bagi hidup kita di sisi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Sayyid Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi khawatir apabila bebas berkehendak itu akan menjadikan kebinasaan yang pedih bagi Sayyid Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi.

6. Hal yang kita katakan tidak akan pernah bisa ditemukan dengan mencari, namun hanya pencari yang menemukannya.
Kita tidak akan bisa menemukan dimana Tuhan itu berada hanya dengan sebuah ilmu tanpa mengamalkanya, tetapi orang yang mencari Tuhan akan bisa bertemu/melihat TuhanNYA melalui mata hatinya, dengan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari/diketahui.

7. Saya telah bermujahadah (beribadah sungguh-sungguh) selama 30 tahun. Tidak ada yang paling berat bagiku selain mempelajari ilmu dan mengamalkannya. Kalau bukan karena perbedaan para ulama, pasti saya akan tetap mendalaminya. Perbedaan pendapat para ulama adalah rahmat kecuali dalam masalah tauhid. Dikatakan pula bahwa Abu Yazid tidak meninggalkan dunia kecuali dia telah mengkhatamkan Al-Qur’an seluruhnya.
Sayyid Syaikh Abu Yazid Al Busthomi selama 30 tahun sangat berat ujiannya didalam mencari ilmu dan untuk mengamalkannya juga membutuhkan kesabaran yang tinggi. Ilmu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sangat luas, dengan perbedaan pendapat para ulama sudah mewakili betapa luasnya ilmu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan sebuah rohmat (kasih sayang) Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, karena dengan adanya perbedaan pendapat maka bertambah luas lah wawasan yang akan kita dapatkan, bertambah dalam ilmu yang kita pelajari, kecuali masaalah tauhid dan aqidah itu ilmu dasar didalam agama ini. Sayyid Syaikh Abu Yazid Al Busthomi sudah menjalankan semua yang terkandung didalam Al Qur'an, sehingga Sayyid Syaikh Abu Yazid Al Busthomi memahami/menyaksikan bahwa Alam raya ini bergerak sesuai dengan apa yang ada didalam Al Qur'an.

8. Pernah ditanyakan tentang awal taubat dan kezuhudannya, lalu dijawab, “Zuhud tidak mempunyai kedudukan.” Ditanyakan lagi, “Mengapa?” Jawabnya, “Karena ketika saya berzuhud selama tiga hari, pada hari keempatnya saya keluar dari zuhud. Hari pertama saya zuhud dari dunia dan seisinya, pada hari kedua saya zuhud dari akhirat dan seisinya, pada hari ketiga saya zuhud dari apa saja selain Alloh. Maka pada hari keempat tiadalah yang tersisa selain Alloh, lalu saya menemukan suatu kesimpulan pengertian. Tiba-tiba saya mendengar suara bisikan yang mengatakan, “Wahai Abu Yazid, tidak ada rasa takut orang yang bersama kami.” Saya pun menimpalinya, ‘Inilah yang saya inginkan. Datanglah suara berikutnya yang mengatakan, 'Kamu telah menemukan, kamu telah menemukan.'
Orang yang telah menemukan Alloh Azza Wa Jalla, mereka mengawalinya dengan tidak mencintai dunia ini selain hanya untuk mencukupi hidupnya & orang-orang yang disekitarnya merasakan keamanan, kemudian dia tidak mencintai akherat karana didalam kenikmatan akherat lebih nikmat bersama dengan Alloh Azza Wa Jalla, sehingga Sayyid Syaikh Abu Yazid Al Busthomi tidak menginginkan dan tidak bertujuan untuk mendapatkan secuil pun kenikmatan dunia & akherat beserta apa yang ada didalam keduanya, maka didalam diri Sayyid Syaikh Abu Yazid Al Busthomi tidak ada rasa takut sedikitpun kepada siapa saja kecuali rasa cinta yang sangat tinggi kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, tanpa memperpedulikan siapaun & apa pun.

9. Pernah ditanyakan, “Penghalang apa yang paling berat dalam melalui jalan menuju Alloh?” Jawabnya, “Saya tidak dapat menerangkannya.” Ditanyakan lagi, “Usaha apakah yang paling ringan untuk menghindari nafsu?” Jawabnya, “Kalau ini saya dapat menerangkan. Saya pernah mengajak hawa nafsuku untuk taat pada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, namun ia menolaknya, lalu saya jauhi air (berpuasa) selama setahun.”
Didalam menempuh jalan menuju kepada Alloh Azza Wa Jalla tidaklah gampang, harus mempunyai iman yang tebal, dan niat yang kuat. Karana iman manusia bisa tebal bisa pula menipis didalam setiap waktunya, maka harus selalu dijaga ketebalannya dengan zuhud seperti point 8, dan niat pun tidak boleh bengkok walau hanya sedikit. Namun untuk urusan nafsu pun, puasa adalah cara untuk bisa mengendalikan/menundukkan/mengarahkan/mengajak nafsu kepada Alloh Azza Wa Jalla. Untuk membersihkannya melalui dzikir kepada Alloh Azza Wa Jalla. 

10. Jika kamu melihat seorang yang telah diberi karunia/keramat/karomah sampai ia bisa terbang di udara sekalipun, maka janganlah tertipu dengannya, sehingga kamu dapat menilai kesungguhannya dalam melaksanakan perintah dan larangan Alloh Azza Wa Jalla, dalam menjaga batas-batas hukum Alloh Azza Wa Jalla, dan dalam melaksanakan syariat Alloh Azza Wa Jalla.
Sesungguhnya keramat itu bisa berubah menjadi istidroj (berupa kenikmatan didunia kepada orang yang lalai, kemudian apabila dia tidak segera mengingat kepada Alloh Azza Wa Jalla, maka dia akan dibinasakan oleh Alloh Azza Wa Jalla dalam keadaan su'ul khotimah/mati dalam keadaan mengenaskan), apabila seorang itu lupa akan berbuat kebaikan. Maka apabila ada orang yang memiliki keramat/karomah/karunia namun dia jauh dari akhlaq yang baik, jauh dari agama, jauhilah dia, supaya kita tidak terjerumus didalam kemusyrikan dia.

11. Pamanku, Al-Busthomi pernah menceritakan dari ayahnya. Dia mengatakan, "Di suatu malam pernah Abu Yazid pergi ke suatu markas (tempat untuk berdzikir) di tempat itu, namun sampai pagi ia tidak dapat berdzikir. Saya tanyakan sebabnya, lalu dijawab, ‘Saya teringat sebuah kata ketika saya masih kecil yang kata ini berputar-putar terus di lidahku, sehingga saya malu untuk berdzikir kepada Alloh Azza Wa Jalla."
Aku adalah seorang hamba Alloh, sedangkan aku sendiri tidak mengabdi kepada Alloh.
Read More

NASIHAT MA'RIFAT DZUNNUN AL MISHRI

PERJALANAN MENUJU MESIR

Waliyulloh yang bangga dan dibanggakan oleh Mesir ini berasal dari Nubay (satu suku di selatan Mesir) kemudian menetap di kota Akhmim (sebuah kota di propinsi Suhaj).

Kota Akhmin ini rupanya bukan tempat tinggal terakhirnya. Ia selalu menjelajah bumi mensyiarkan agama Alloh mencari jati diri, menggapai cinta dan ma'rifatulloh yang haqiqi.

Suatu ketika dalam perjalanan yang dilalui kekasih Alloh ini, ia mendengar suara genderang berima rancak diiringi nyanyi-nyanyian dan siulan khas acara pesta. Karena ingin tahu apa yang terjadi ia bertanya pada orang di sampingnya: "ada apa ini?."

Orang tersebut menjawab: "Itu sebuah pesta perkawinan. Mereka merayakannya dengan nyanyi-nyanyian dan tari-tarian yang diiringi musik."

Tidak jauh dari situ terdengar suara memilu seperti ratapan dan jeritan orang yang sedang dirundung duka. "Fenomena apa lagi ini?" begitu pikir sang waliyulloh.

Ia pun bertanya pada orang tadi. Dengan santai orang tersebut menjawab: "Oh ya, itu jeritan orang yang salah satu anggota keluarganya meningal. Mereka biasa meratapinya dengan jeritan yang memekakkan telinga."

Di sana ada suka yang dimeriahkan dengan warna yang tiada tara. Di sini ada duka yang diratapi habis tak bersisa. Dengan suara lirih, ia mengadu: "Ya Alloh aku tidak mampu mengatasi ini. Aku tidak sanggup berlama-lama tinggal di sini. Mereka diberi anugerah tidak pandai bersyukur. Di sisi lain mereka diberi cobaan tapi tidak bersabar."

Dan dengan hati yang pedih ia tinggalkan kota itu menuju ke Mesir (sekarang Kairo).


PERJALANAN KE DUNIA TASAWUF

Banyak cara kalau Alloh berkehendak menjadikan hambaNYA menjadi kekasihNYA. Kadang berliku penuh onak dan duri. Kadang lurus bak jalan bebas hambatan. Kadang melewati genangan lumpur dan limbah dosa. Tak dikecualikan apa yang terjadi pada Dzunnun Al-Misri. Bukan waliyulloh yang mengajaknya ke dunia tasawuf. Bukan pula seorang alim yang mewejangnya mencebur ke alam haqiqot. Tapi seekor burung lemah tiada daya.

Pengarang kitab Al-Risalah Al-Qusyairiyyah bercerita bahwa Salim Al-Maghriby menghadap Dzunnun dan bertanya "Wahai Abu al-Faidl!" begitu ia memanggil demi menghormatinya.

"Apa yang menyebabkan Tuan bertaubat dan menyerahkan diri sepenuhnya pada Alloh Subhanahu Wa Ta'Ala?"

"Sesuatu yang menakjubkan, dan aku kira kamu tidak akan mampu." Begitu jawab Al-Misry seperti sedang berteka-teki.

Salim Al-Maghriby semakin penasaran "Demi Dzat yang engkau sembah, ceritakan padaku."

Lalu Dzunnun Al Misry bercerita: Suatu ketika aku hendak keluar dari Mesir menuju salah satu desa lalu aku tertidur di padang pasir. Ketika aku membuka mata, aku melihat ada seekor anak burung yang buta jatuh dari sangkarnya. Coba bayangkan, apa yang bisa dilakukan burung itu. Dia terpisah dari induk dan saudaranya. Dia buta tidak mungkin terbang apalagi mencari sebutir biji. Tiba-tiba bumi terbelah. Perlahan-lahan dari dalam muncul dua mangkuk, yang satu dari emas satunya lagi dari perak. Satu mangkuk berisi biji-bijian Simsim, dan yang satunya lagi berisi air. Dari situ dia bisa makan dan minum dengan puas. Tiba-tiba ada kekuatan besar yang mendorongku untuk bertekad:

"Cukup aku sekarang bertaubat dan total menyerahkan diri pada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Aku pun terus bersimpuh di depan pintu taubat-NYA, sampai DIA Yang Maha Kasih berkenan menerimaku".


PERJALANAN RUHANIAH

Ketika si kaya tak juga kenyang dengan bertumpuknya harta. Ketika politisi tak jua puas dengan indahnya kursi. Maka kaum sufi pun selalu haus dengan kedekatan lebih dekat dengan Sang Kekasih sejati. Selalu ada kenyamanan yang berbeda. Selalu ada kebahagiaan yang tak sama.

Maka demikianlah, Dzunnun Al-Misri tidak puas dengan hikmah yang ia dapatkan dari burung kecil tak berdaya itu. Baginya semuanya adalah media hikmah. Batu, tumbuhan, wejangan para waliyulloh, hardikan pendosa, jeritan kemiskinan, rintihan orang hina semua adalah hikmah.

Suatu malam, tatkala Dzunnun Al Misry bersiap-siap menuju tempat untuk ber-munajat ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang nampaknya baru saja mengarungi samudera kegundahan menuju ke tepi pantai kesesatan.

Dalam senyap laki-laki itu berdoa "Ya Alloh Engkau mengetahui bahwa aku tahu ber-istighfar dari dosa tapi tetap melakukannya adalah dicerca. Sungguh aku telah meninggalkan istighfar, sementara aku tahu kelapangan rahmatMU."

"Tuhanku Engkaulah yang memberi keistimewaan pada hamba-hamba pilihan-MU dengan kesucian ikhlas."

"Engkaulah Dzat yang menjaga dan menyelamatkan hati para auliya dari datangnya kebimbangan."

"Engkaulah yang menentramkan para waliyulloh,"

"Engkau berikan kepada mereka kecukupan dengan adanya seseorang yang bertawakkal."

"Engkau jaga mereka dalam pembaringan mereka"

"Engkau mengetahui rahasia hati mereka. Rahasiaku telah terkuak di hadapan-MU. Aku di hadapan-MU adalah orang lara tiada asa."

Dengan khusyu' Dzunnun Al Misry menyimak kata demi kata rintihan orang tersebut.

Ketika dia kembali memasang telinga untuk mengambil hikmah di balik ratapan lelaki itu, suara itu perlahan menghilang sampai akhirnya hilang sama sekali di telan gulitanya sang malam namun menyisakan goresan yang mendalam di hati sang waliyulloh ini.

Di saat yang lain Dzunun Al Misry bercerita pernah mendengar seorang ahli hikmah di lereng gunung Muqotthom.

"Aku harus menemuinya.", begitu sang waliyulloh bertekad.

kemudian setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan Dzunun Al Misry pun bisa menemukan kediaman lelaki misterius.

Selama 40 hari mereka bersama, merenungi hidup dan kehidupan, memaknai ibadah yang berkualitas dan saling tukar pengetahuan.

Suatu ketika Dzunnun bertanya: "Apakah keselamatan itu?"

Orang tersebut menjawab "Keselamatan ada dalam ketakwaan dan al-Muroqobah (mengevaluasi diri)"

"Selain itu?", pinta Dzunnun Al Misry seperti kurang puas.

"Menyingkirlah dari makhluk dan jangan merasa tentram bersama mereka!" Jawab laki-laki itu.

"Selain itu?", pinta Dzunnun Al Misry lagi.

"Ketahuilah Alloh mempunyai hamba-hamba yang mencintai-NYA. Maka Alloh memberikan segelas minuman kecintaan."

"Mereka itu adalah orang-orang yang merasa dahaga ketika minum, dan merasa segar ketika sedang haus".

Lalu orang tersebut meninggalkan Dzunnun Al-Misri dalam kedahagaan yang selalu mencari kesegaran cinta Ilahi.


NASIHAT MA'RIFAT DZUNNUN AL MISHRY

1. Sang arif semakin rendah hati (tawadhu) setiap saat, dan setiap saat dia semakin dekat kepada Tuhannya.

Kaum Arifin melihat tanpa pengetahuan, tanpa penglihatan, tanpa penggambaran, tanpa halangan dan tanpa tirai.

Mereka bukan diri mereka sendiri, tetapi sepanjang keberadaannya mereka itu berada di dalam Tuhan.

Gerak-gerik mereka disebabkan oleh Alloh dan kata-kata mereka adalah kata-kata Tuhan yang diucapkan melalui lidah-lidah mereka, dan penglihatan mereka adalah penglihatan Tuhan, yang telah memasuki mata mereka.

Demikianlah, Alloh Yang Maha Tinggi berfirman: “Jika Aku mencintai hamba-Ku, maka Akulah telinganya yang dengannya dia mendengar, Akulah mata-Nya yang dengannya dia melihat dan Akulah lidahnya yang dengannya dia berbicara, dan Akulah tangannya yang dengannya dia memegang.

2. Orang berakal bukanlah orang yang pintar dalam urusan dunianya, tetapi bodoh dalam urusan akhiratnya, bukan orang yang jelek pekerti ketika harus bermurah hati, dan juga bukan orang yang bersikap sombong ketika harus merendahkan diri.

3. Janganlah menjadi orang yang marah pada kebenaran jika dikatakan kebenaran itu kepadanya.

4. Janganlah menjadi orang yang menjauhkan diri dari hal-hal yang disukai orang berakal.

5. Janganlah menjadi orang yang menyedikitkan apa yang banyak dari Penciptanya dan memperbanyak yang sedikit dari apa yang disyukurinya.
Janganlah menjadi orang yang menuntut keadilan dari orang lain untuk dirinya, tetapi ia sendiri tidak berlaku adil kepada orang lain.

6. Janganlah menjadi orang yang melupakan Alloh ketika harus mentaati-NYA, tetapi mengingat Alloh ketika berhajat kepada-NYA.

7. Janganlah menjadi orang yang menumpuk ilmu sehingga terkenal, tetapi kemudian dipengaruhi hawa nafsunya ketika mempelajarinya.

8. Janganlah menjadi orang yang sedikit rasa malunya kepada Alloh atas keindahan hijab-NYA.

9. Janganlah menjadi orang yang lalai bersyukur atas penampakan nikmat-Nya.

10. Janganlah menjadi orang yang lemah dari berjihad melawan musuhnya demi keselamatannya ketika musuhnya memaksakan peperangan kepadanya.

11. Janganlah menjadi orang yang menjadikan harga dirinya sebagai pakaiannya, tetapi tidak menjadikan adab, wara’, dan ketakwaan sebagai pakaiannya.

12. Janganlah menjadi orang yang menjadikan ilmu dan pengetahuannya sebagai perhiasan dalam majlisnya.

13. Hendaklah engkau bergaul dengan orang yang dengan melihatnya saja mengingatkanmu kepada Alloh, kemuliaannya berkesan dalam batinmu, perkataannya menambah ilmumu, dan perbuatannya menjadikanmu zuhud di dunia. Ia tidak berbuat maksiat kepada Alloh selama engkau berada di dekatnya. Ia mengajarimu dengan lisan dan perbuatannya, dan tidak dengan lisan perkataannya. Ia meninggalkan apa yang menunjukkanmu padanya, yakni bahwa ia tidak memiliki keutamaan dengannya ia mengajarimu, kerena seseorang kadang-kadang mengerjakan perbuatan baik yang dituntut keadaannya. Ia menunjukimu dengan ucapannya pada perbuatan baik yang dituntut kepadamu, tetapi pada waktu yang sama tidak dituntut keadaannya. Dengan perkataannya, ia maksudkan lisan perbuatannya, yakni perbuatan-perbuatannya yang lurus atau adil. Inilah makna firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala: Mengapa kamu suruh orang lain melakukan kebajikan sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu kembaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?
(QS Al Baqarah 2: 44) 

14. Mohon ampunlah kepada Alloh jika engkau terlalu banyak bicara. Jika engkau tidak menghentikannya, maka pembicaraan tidak akan terputus.

15. Janganlah engkau keluar dari tiga hal, yakni pandangan pada agamamu dengan keimananmu, berbekal dengan duniamu untuk akhiratmu, dan permohonan tolong kepada Tuhanmu di dalam apa yang diperintahkan-NYA kepadamu dan yang dilarang-NYA atas dirimu.

16Barangsiapa memandang dan melihat-lihat aib orang lain, maka ia buta pada aib dirinya sendiri.

17. Barangsiapa memperhatikan Firdaus dan neraka, maka dia dilalaikan dari omongan orang.

18. Barangsiapa lari dari manusia, maka ia terhindar dari kejahatan mereka.

19. Barangsiapa mensyukuri nikmat, maka nikmat bertambah baginya.

20Wahai Ibrohim, jagalah dariku 5 hal. Jika engkau menjaganya, maka engkau tidak akan peduli kepada apa yang terjadi sesudahnya. Yaitu:
1. Rangkullah kefakiran,
2. bersifatlah dengan kesabaran,
3. lawanlah keinginan (syahwat),
4. ingkari hawa nafsu,
5.takutlah kepada Alloh dalam segala urusanmu.

21. Dengan Hal itu kamu akan mendapatkan:
1. rasa syukur,
2. rasa kerelaan,
3. rasa ketakutan,
4. rasa pengharapan,
5. kesabaran.

22. Maka kamu akan mendapatkan 5 hal, yakni:
1. ilmu,
2. amal,
3. menunaikan yang fardhu,
4. menjauhi yang haram,
5. menepati janji.

23. Engkau tidak akan mendapatkan pada yang 5 (nomor 22) kecuali dengan 5 hal, yakni:
1. ilmu yang berlimpah,
2. makrifat yang pasti,
3. hikmah yang berpengaruh,
4. akal yang menembus,
5. jiwa yang takut.

24Celakalah semua, celaka orang yang diuji dengan:
1. Barang haram,
2. kemaksiatan,
3. menghias diri untuk apa yang dimurkai Alloh,
4. menghina manusia dengan apa yang ada pada dirinya.

25. Keburukan yang paling paling jelek adalah:
1. pegangan pada yang jelek,
2. perbuatan yang jahat,
3. membebani punggung dengan dosa,
4. memata-matai manusia dengan apa yang tidak disukai Alloh,
5. menampakkan kepada Alloh apa yang dibenci-NYA.

26Kebahagiaan diperuntukkan bagi orang yang ikhlas, yakni:
1. Orang mengikhlaskan ilmu dan amalnya,
2. Orang mengikhlaskan cinta dan marahnya,
3. Orang mengikhlaskan bicara dan diamnya,
4. Orang mengikhlaskan perkataan dan perbuatannya.

27Ketahuilah wahai Ibrohim, bahwa sisi halal itu ada 5, yaitu:
1. perniagaan dengan jujur,
2. bekerja dengan ketulusan,
3. perburuan di darat dan di laut,
4. pewarisan barang yang diperoleh secara halal,
5. hadiah dari tempat yang engkau relakan.

28. Setiap kesenangan dunia ada kelebihan, kecuali 5 hal:
1. roti yang mengenyangkanmu,
2. air yang memuaskanmu,
3. pakaian yang menutupi tubuhmu,
4. rumah yang meneduhimu,
5. ilmu yang kau amalkan.

29. Engkau memerlukan juga 5 hal, yaitu:
1. keikhlasan,
2. niat baik,
3. taufik,
4. kesesuaian dengan kebenaran,
5. makanan dan minuman yang baik.

30Hal yang mengandung ketenangan, yaitu:
1. meninggalkan teman yang jahat,
2. kezuhudan di dunia,
3. meninggalkan penghinaan pada hamba-hamba Alloh (tidak menhina siapa pun), bahkan engkau tidak menghinakan orang yang berbuat maksiat kepada Alloh.

31. Maka hilanglah 5 hal darimu, yaitu:
1. perbantahan,
2. perdebatan,
3.riya’ (pamer/sombong),
4. berhias (memuji diri sendiri)
5. mencintai kedudukan (popularitas)

32Terdapat 5 yang di dalamnya menggabungkan tujuan, yaitu:
1. memutuskan hubungan dengan selain Alloh,
2. meninggalkan kelezatan yang mendatangkan hisab,
3. tidak sabar dalam menghadapi sahabat dan musuh,
4. ketenangan,
5. meninggalkan penumpukan harta.

33.  Seorang berilmu (‘alim) mengharapkan 5 hal, yaitu:
1. kenikmatan yang hilang,
2. bencana yang datang,
3. kematian yang membinasakan,
4. fitnah yang mematikan,
5. ketergelinciran kaki setelah tegaknya.

34Wahai pemuda, ambillah senjata celaan bagi dirimu (sabar, tidak marah dihina orang), dan gabungkanlah dengan menolak kedzoliman (jangan dibalas hinaan tersebut) maka di Hari Kemudian engkau akan memakai jubah keselamatan.

35. Tahanlah dirimu dalam taman ketenteraman, rasakan pedihnya (sabar dalam menjalankan) fardhu-fardhu keimanan, maka engkau akan memperoleh kenikmatan surga.

36. Teguklah cawan kesabaran dan persiapkan ia untuk kefakiran hingga engkau menjadi orang yang sempurna urusannya (Alloh akan mencukupi semua kebutuhanmu)

37“Diri yang bersabar atas lapar, yang teringat pada jubah kedzoliman (dosa), diri yang membeli akhirat dengan dunia tanpa syarat dan tanpa kecuali (redho, ikhlas, tulus karana Alloh) dan diri yang berperisaikan kerisauan, yang menggiring kegelapan pada kejelasan (risau apabila tidak berbuat kebaikan). Apa pedulimu dengan diri yang menempuh lembah kegelapan (berbuat kemaksiatan), meninggalkan kegelapan lalu memiliki (kenikmatan iman setelah bertaubat) memandang akhirat, melihat kefanaan (dunia adalah sementara), melalaikan dosa (tidak berbuat dosa), merasa cukup dengan makanan sedikit (jarang makan), menundukkan pasukan nafsu, dan bersinar dalam kegelapan (dibutuhkan banyak orang). Ia bercadarkan kudung berhias (ahli ibadah), dan menuju kemuliaan dalam kegelapan (dimuliakan di dunia). Ia meninggalkan penghidupan (hidup hanya untuk beribadah kepada Alloh semata, baik ibadah sosial maupun ibadah keTuhanan). Inilah diri yang berkhidmat, yang mengetahui hari yang akan datang. Semua itu dengan taufik Alloh yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.” 

38Kepada saudaranya, Al-Kifla, Dzunun Al Mishry berkata, “Wahai Saudaraku, jadilah engkau orang yang selalu disifati dengan kebaikan dan jangan menjadi orang yang hanya bisa menerangkan kebaikan-kebaikan saja.” 


Read More

Kamis, 11 Juni 2020

MANUSIA DAN ALAM SEMESTA ADALAH AYAT ALLOH SUBHANAHU WA TA'ALA

Maha karya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala adalah alam raya semesta dan juga meliputi langit (kerajaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala). Perlu kita ingat Alam raya semesta Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ciptakan dari Nur Muhammad, karana bukti cinta kasih sayang kepada Rosululloh Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam, oleh karana itu penciptaan alam semesta ini tidaklah sia-sia atau main-main belaka, namun diatas penciptaan berdasar pada prinsip kebenaran (haqiqat).

Alam semesta raya bisa pula dikatakan sebagai kitab besar Alloh Subhanahu Wa Ta'ala untuk ummat manusia dan manusia pun tidak akan menemukan sedikit pun cacat atau kebatilan dalamnya. Oleh karana itu manusia Alloh Subhanahu Wa Ta'ala angkat sebagai kholifah atau pemimpin di alam raya ini. Apabila kita mau merenungi, mengkaji apa yang ada di alam ini, niscaya dia akan menemukan kebenaran ilmu Alloh Subhanahu Wa Ta'ala sehingga kita bisa berma'rifat (mengenal) Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Didalam kita mampu mengenal (ma'rifat) kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, maka terbukalah semua hijab/penghalang antara kita sama Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Seperti kita mampu berdialoq/berbicara kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala melalui pergerakan alam semesta, yang biasa dinamakan isyaroh atau sang alam memberi tahukan. Jadi sejatinya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberi tahu (berfirman) dengan bahasa pergerakan alam (dalam ilmu sosial disebut body language). Namun bukan berarti itu bahasa badannya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, tetapi Mutakaliman (Alloh Subhanahu Wa Ta'ala Maha berfirman/berbicara). Apabila kita mau mengkaji alam, kita pun akan menemukan kebenaran sejati atau kebenaran universal. Alam semesta raya bisa kita jadikan tolak ukur dari sebuah kebenaran yang sejati/haqiqi.

Jika kita memiliki kesadaran atau keyakinan yang bertentangan dengan kebenaran alam, maka ajaran dan keyakinan kita itu batil (salah). Bagi orang-orang beriman dan senantiasa berfikir menggunakan naqlinya (akal yang disertai spiritual) akan ciptaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Dan perlu kita ingat, otak bukanlah akal, tetapi otak adalah alat/sarana berfikir dari adanya akal.

Alam adalah ayat-ayat Allah Tuan semesta alam yang tak tertulis sehingga Dia tidak pernah berhenti berfirman kepada  ummat manusia. Inilah sifat mutakaliman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Hanya saja, manusia selalu melihat alam sebatas yang terlihat saja. padahal alam adalah objek  kebenaran Ilahi yang tidak dapat di bantah oleh siapapun.

Itulah sebabnya, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala selalu memerintahkan manusia untuk men-"tafukuri"/memikirkan dwngan naqli dan men-"tadabburi/mengulang-ulang alam ciptaan-Nya. tidak terkecuali fisik biologis/fisik manusia. Tubuh manusia adalah wujud kebenaran Ilahi yang ilmiah dan alamiah. Yaitu berasal dari unsur tanah, air, api, udara, wujud dari NUR MUHAMMAD, sedang RUH wujud dari NUR ALLOH SUBHANAHU WA TA'ALA.
Jika manusia ingin menemukan kebenaran sejati, harus lah mengkaji alam semesta (jagad agung) dan diri manusia (Jagat alit, yang terdiri dari jasad, ruh, nafsi, aqli/akal).
Read More

Senin, 08 Juni 2020

RAHASIA USIA DIANGKA LIKUR (21-29) SELAWE (25), SEKET (50), SEWIDAK (60)

Kenapa dlam bahas jawa 21 itu bukan rongpuluhsiji??

Pada bilangan 21-29 ( kecuali 25 ) kenapa berakiran likur??
Likur memiliki arti/filosofi/sanepan "Lingguh ing kursi" yang arti dalam bahasa indonesia adalah duduk di kursi, ini mengacu pada kehidupan manusia. Yaitu menata kehidupan awalnya untuk masa depan mereka. Kebanyakan orang di usia likuran (antara usia kepala 2 atau 21-29) mulai menemukan bidang yang akan di tekuni untuk menata masa depannya, atau keahlian yang telah dipilihnya, atau profesi yang di tekuninya. 
Tempat di mana iya akan hidup atau mencari penghidupan dan kursi sebagai tempat duduk, sebagai simbol/perlambang/filosofi/sanepan yang tepat untuk menggambarkar semua hal tersebut.

Kenapa 25 bukan limo likur, tetapi selawe??

Pada bilangan 25 "selawe" memiliki arti/filosofi/sanepan: 
Seneng-seneng lanang lan wedok, (bersenang-senang anak laki-laki & perempuan) bisa pula di artikan masa yang paling menyenangkan bagi laki-laki dan perempuan. Masa pacaran, masa menikah, 
Usia 25 tahun menjadi puncak asmara muda-mudi yang memadu kasih dan atau menjalin pernikahan.

Lalu pada bilangan 50 kenapa seket?

Seket memiliki arti/filosofi/sanepan
Seneng kethunan (memakai peci/songkok/kopyah) Diartikan mengingatkan untuk mulai rajin mendekatkan diri pada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, gemar beribadah keTuhanan, seperti dzikir, perbanyak sholawat, melakukan sholat, membaca Al Qur'an, dll.

Dan 60 kenapa sewidak?

Pada bilangan 60 "sewidak" memiliki arti/filosofi/sanepan:
Sejatine wes wayah e tindak atau sudah waktunya/menjelang berangkat/pergi kehadirat yang Maha Kuasa. Orang yang usia 60 tahun keatas diharapkan untuk memperaiapkan diri menuju kepada kematian atau pindah ke alam barzah/kubur. Usia 60 bisa juga dianggap usia matang atau sudah siap untuk di panggil Tuhan Yang Maha Esa atau menghadap pada penciptanya.
Untuk usia di atas 60 tahun adalah bonus dari Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu kesempatan untuk bertaubat (kembali kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dengan memperbanyak ibadah, memikirkan akherat).
Read More

DALIL MENCIUM KE 2 JARI JEMPOL DAN MENGUSAPKANNYA KE 2 MATA SAAT ADZAN

Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Abdurrohman al-Maghrobi berkata : 

ﻭَﺭُﻭِيَ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺨَﻀِﺮِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡُ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ: ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﺍﻟْﻤُﺆَﺫِّﻥَ  ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺮْﺣَﺒًﺎ ﺑِﺤَﺒِﻴﺒِﻲ ﻭَﻗُﺮَّﺓِ ﻋَﻴْﻨِﻲ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﷺ ﺛُﻢَّ ﻳُﻘَﺒِّﻞُ ﺇﺑْﻬَﺎﻣَﻴْﻪِ ، ﻭَﻳَﺠْﻌَﻠُﻬُﻤَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻴْﻨَﻴْﻪِ ﻟَﻢْ ﻳَﻌْﻢَ، ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺮْﻣَﺪْ ﺃَﺑَﺪًﺍ ‎

Diriwayatkan dari Nabi Khidhir ‘alaihissalam. bahwa ia berkata, “Barangsiapa yg mendengar bacaan muadzin “ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASULULLOH”, lalu ia berdo’a MARHABAN BII HABIBIY WA QURROTI AINIY MUHAMMAD IBNI ABDILLAH SHALLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM”, lalu mengecup dua jari jempolnya dan diletakkan (diusapkan) ke kedua matanya, maka ia tidak akan mengalami buta dan sakit mata selamanya.” 

(Imam Al-Hatthob Ar-Ru’aini Al-Maliki, wafat. 954 H, salah satu ulama mazhab Maliki dalam kitab Mawahibul Jalil fii Syarhi Mukhtashor Asy-Syaikh al-Kholil, juz 3 halaman 355). 

Apa sebabnya para salaf kita kalau mendengar adzan, sampai pada lafadz :
ASSYHADU ANNA MUHAMMADARROSUULULLOH…
Mereka kemudian mencium kedua jari jempolnya dan mengusapkan kekelopak mata, dengan mengucapkan : MARHABAN BII HABIBI WA QURROTU ‘AINI MUHAMMAD IBNU ABDILLAH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM.

Diriwayatkan, bahwa Nabi Adam heran melihat para Malaikat selalu mengikutinya dari belakang…Sehingga Nabi Adam Alaihis sallam bertanya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, “Ya Alloh, kenapa mereka selalu mengikutiku?”.

Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: “Wahai Adam, karena mereka telah tertarik dengan cahaya keturunanmu yang telah ada di sulbimu”.

Kemudian Nabi Adam Alaihis Sallam memohon kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, agar memindahkan cahaya yang ada di sulbinya kedepan.
Maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala meletakkan cahaya tersebut diantara kedua alis Nabi Adam Alaihis Sallam. Maka dengan segera semua Malaikat berada dihadapan Nabi Adam Alaihis Sallam. Nabi Adam Alaihis Sallam heran dengan hal yang dilakukan para Malaikat yang selalu memandang wajahnya.

Nabi Adam Alaihis Salam kemudian memohon agar diperkenankan melihat cahaya itu…Maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menampakkan cahaya tersebut pada kuku kedua ibu jari Nabi Adam Alaihis Salam, dan membuat Nabi Adam Alaihis Salam kagum dengan keindahan cahaya tersebut.

Ya Alloh, cahaya siapakah ini?" Tanya Nabi Adam Alaihis Salam.

Kemudian Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjawab, “ITU ADALAH NUUR (CAHAYA)  MUHAMMAD”.

“WAHAI ADAM, KALAU TIDAK KARENA NUUR  MUHAMMAD, MAKA TIDAK AKAN AKU CIPTAKAN SEMUA INI”. Dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan keagungan-keagungan Nuur Sayyidina Muhammad Sholallohu 'Alaihis Sallam.

Nabi Adam Alaihis Salam sangat gembira sekali dengan cahaya Sayyidina Muhammad yang ada pada dirinya, dan ia mencium kedua jempolnya, lalu meletakkan ke kelopak kedua matanya sambil mengucapkan : MARHABAN BII HABIBI WA QURROTU ‘AINI MUHAMMAD IBNU ABDILLAH SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WA SALLAM, Kemudian diusapkan cahaya tersebut dikedua matanya.Bahkan dalam referensi ulama Malikiyah tidak sekedar dijelaskan ‘tata caranya’, namun juga faedahnya:

( فَائِدَةٌ ) قَالَ فِي الْمَسَائِلِ الْمَلْقُوطَةِ : حَدَّثَنَا الْفَقِيهُ الصَّدِيقُ الصَّدُوقُ الصَّالِحُ الْأَزْكَى الْعَالِمُ الْأَوْفَى الْمُجْتَهِدُ الْمُجَاوِرُ بِالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الْمُتَجَرِّدُ الْأَرْضَى صَدْرُ الدِّينِ بْنُ سَيِّدِنَا الصَّالِحِ بَهَاءِ الدِّينِ عُثْمَانَ بْنِ عَلِيٍّ الْفَاسِيِّ حَفِظَهُ اللَّهُ تَعَالَى قَالَ : لَقِيتُ الشَّيْخَ الْعَالِمَ الْمُتَفَنِّنَ الْمُفَسِّرَ الْمُحَدِّثَ الْمَشْهُورَ الْفَضَائِلُ نُورَ الدِّينِ الْخُرَاسَانِيَّ بِمَدِينَةِ شِيرَازَ ، وَكُنْتُ عِنْدَهُ فِي وَقْتِ الْأَذَانِ فَلَمَّا سَمِعَ الْمُؤَذِّنَ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَبَّلَ الشَّيْخُ نُورُ الدِّينِ إبْهَامَيْ يَدَيْهِ الْيُمْنَى وَالْيُسْرَى وَمَسَحَ بِالظُّفْرَيْنِ أَجْفَانَ عَيْنَيْهِ عِنْدَ كُلِّ تَشَهُّدٍ مَرَّةً بَدَأَ بِالْمُوقِ مِنْ نَاحِيَةِ الْأَنْفِ ، وَخَتَمَ بِاللَّحَاظِ مِنْ نَاحِيَةِ الصُّدْغِ ، قَالَ فَسَأَلَتْهُ عَنْ ذَلِكَ ، فَقَالَ : إنِّي كُنْتُ أَفْعَلُهُ مِنْ غَيْرِ رِوَايَةِ حَدِيثٍ ، ثُمَّ تَرَكْتُهُ فَمَرِضَتْ عَيْنَايَ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَنَامِ ، فَقَالَ لِي لِمَ تَرَكْتَ مَسْحَ عَيْنَيْكَ عِنْدَ ذِكْرِي فِي الْأَذَانِ إنْ أَرَدْتَ أَنْ تَبْرَأَ عَيْنَاكَ فَعُدْ إلَى الْمَسْحِ أَوْ كَمَا قَالَ فَاسْتَيْقَظْتَ وَمَسَحْتَ فَبَرِئَتْ عَيْنَايَ وَلَمْ يُعَاوِدْنِي مَرَضُهُمَا إلَى الْآنَ . (مواهب الجليل في شرح مختصر الشيخ خليل للشيخ ابي عبد الله محمد بن محمد بن عبد الرحمن المغربي – ج 3 / ص 354 وحاشية العدوي على شرح كفاية الطالب الرباني للشيخ علي ابي الحسن المالكي – ج 2 / ص 281)

“(Faedah) disebutkan dalam kitab Al-Masail Al-Malquthoh, bahwa telah bercerita kepada kami ahli fiqh yang sangat terpercaya, yang saleh, bersih, berilmu sempurna, seorang mujtahid, bertetangga dengan Masjid Al-Haram, menyendiri, Sayyidina Shodruddin bin Sholeh Bahauddin Utsman bin Ali Al-Fasi, Hafidzahulloh, ia berkata: “Saya bertemu dengan seorang syaikh yang ahli di bidang banyak ilmu, ahli tafsir, ahli hadits, yang populer keutamaannya, yaitu Syaikh Nuruddin al-Khurosan di Kota Syiroz. Saya berada di dekatnya saat adzan. Ketika ia mendengar ucapan muadzin “Asyhadu anna Muhammadan Rosululloh”, maka Syaikh Nuruddin mengecup kedua jari jempolnya, kanan dan kiri, lalu mengusapkan dengan kedua kuku ke kelopak matanya setiap bacaan syahadat, dimulai dari ujung mata yang lurus dengan hidung lalu mengenyamping ke arah pelipis.

Saya (Shodruddin) bertanya kepadanya tentang hal itu, maka ia menjawab: “Dulu saya melakukannya tanpa riwayat hadits, lalu saya meninggalkannya. Maka kedua mata saya sakit dan saya mimpi bertemu Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam. dan bersabda kepadaku: “Kenapa kamu tinggalkan mengusap kedua matamu ketika menyebutku dalam adzan. Jika kamu ingin kedua matamu sembuh maka ulangilah mengusap matamu.”

Lalu saya terbangun dan mengusap kedua mataku. Dan sampai sekarang tidak pernah sakit mata lagi.” (Mawahib Al-Jalil, juz 3 halaman 354 dan Hasyiyah Al-Adawi, juz 2 halaman 281).

Para Salaf mengatakan bahwa, kalau kita melakukan hal tersebut, Insya Alloh kita tidak akan terkena penyakit mata dan tidak akan menjadi buta.

اللهم صل وسلم عل سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي الى صراتك المستقيم وعلى اله وصحبه حق قدره ومقداره العظيم

مجلس احباب الزهراء و البتول 
شريفة امينة العطاس
Read More

Kamis, 04 Juni 2020

ISTIGHOTSAH Arab-latin-terjemah berserta fadhilah/keutamaan/khasiatnya (terjemah kitab AL-ISTIGHOTSAH BII HADROTI ROBBAL BARIYYAH) yang disusun oleh HADROTUS SYAIKH MUHAMMAD ROMLI TAMIM,Ra beserta DOKTOR ABUYA SYAIKH MUSTA'IN ROMLI,Ra mursyid JAMA'AH THORIQOH QODIRIYAH WAN NAQSYABANDIYAH DAN SANTRI PONDOK PESANTREN DARUL 'ULUM, REJOSO, PETERONGAN, JOMBANG.

PROFIL HADROTUS SYAIKH MUHAMMAD ROMLY TAMIM RODHIALLOHU'ANHU.

Kata “Istighotsah” adalah bentuk masdar dari fi’il madhi “istaghotsa” yang berarti memohon pertolongan. Secara terminologis, istighotsah berarti beberapa bacaan wirid (awrod) tertentu yang dilakukan untuk memohon pertolongan kepada Alloh atas beberapa masalah hidup yang dihadapi. Istighotsah ini mulai banyak dikenal oleh masyarakat khususnya kaum Nahdliyyin (warga Nahdatul 'ulama) baru ada pada tahun 1990-an. Di Jawa Timur, ‘ulama yang ikut mempopulerkan istighotsah adalah Almarhum KH. Imron Hamzah (Rais Syuriyah PWNU Jatim waktu itu). Namun di kalangan murid Thariqoh, khususnya Thariqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah. Istighotsah ini sudah lama dikenal dan diamalkan.


Bacaan istighotsah yang banyak diamalkan oleh warga Nahdliyyin ini, bahkan sekarang meluas ke seluruh penjuru negeri sebenarnya disusun oleh Hadrotus Syaikh. Muhammad Romly Tamim Rodhiallohu'anhu seorang mursyid Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah dari Pondok Pesantren Rejoso, Peterongan, Jombang. Hal ini dibuktikan dengan kitab karangan beliau yang bernama “Al-Istighotsah bi Hadrati Rabb Al-Bariyyah” (tahun 1951)yang kemudian pada tahun 1961 diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa oleh putranya, Abuya Doktor Syaikh. Musta’in Romly, Rodhiallohu'anhu,
Hadrotus Syaikh. Muhammad Romly Tamim,Rodhiallohu'anhu adalah salah satu putra dari empat putra Kyai Tamim Irsyad (Seorang Kyai asal Bangkalan, Madura). Keempat putra Kyai Tamim itu ialah Muhammad Fadli, Siti Fatimah, Muhammad Romly Tamim, dan Umar Tamim.


Hadrotus Syaikh. Muhammad Romly Tamim,Rodhiallohu'anhu lahir pada tahun 1888 di Bangkalan, Madura. Sejak masih kecil. Beliau diboyong oleh orang tuanya, KH. Tamim Irsyad ke Jombang. Di masa kecilnya, selain belajar ilmu dasar-dasar agama dan al-Quran kepada ayahnya sendiri, beliau juga belajar kepada kakak iparnya, yaitu Hadrotus Syaikh. Cholil Al Juraimi kudus,Rodhiallohu'anhu (pembawa Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah di Rejoso)
Setelah masuk usia dewasa, beliau dikirim orang tuanya belajar ke Hadrotus Syaikh. Cholil Bangkalan,Rodhiallohu'anhu sebagaimana orang tuanya dulu dan juga kakak iparnya belajar ke beliau. Kemudian setelah dirasa cukup belajar ke Hadrotus Syaikh. Cholil Bangkalan,Rodhiallohu'anhu beliau mendapat tugas untuk membantu Hadrotus Syaikh Hasyim Asy’ari,Rodhiallohu'anhu mengajarkan ilmu agama di Pondok Pesantren Tebuireng, sehingga akhirnya beliau diambil sebagai menantu oleh Hadrotus Syaikh Hasyim Asy’ari,Rodhiallohu'anhu yaitu dinikahkan dengan putrinya yng bernama Izzah binti Hasyim pada tahun 1923. Namun, pernikahan ini tidak berlangsung lama karena perceraian.
Setelah perceraian tersebut, Hadrotus Syaikh. Muhammad Romly Tamim,Rodhiallohu'anhu pulang ke rumah orang tuanya di Rejoso. Tak lama kemudian beliau menikahi seorang gadis dari desa Besuk, krcamatan Mojosongo. Gadis tersebut bernama Bu Nyai Maisaroh. Dari pernikannya dengan Nyai Maisaroh, lahir dua orang putra, yaitu Ishomuddin Romly (wafat tertembak tentara Belanda ketika masih muda), dan Abuya Doktor Syaikh. Musta’in Romly, Rodhiallohu'anhu
Putra kedua Hadrotus Syaikh. Muhammad Romly Tamim,Rodhiallohu'anhu yang terakhir ini kemudian menjadi seorang kyai besar yang berwawasan luas. Hal ini terbukti saat beliau menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Rejoso. Beliau mendirikan sekolah-sekolah umum di dalam pesantren di samping madrasah-madrasah diniyah yang sudah ada. Sekolah-sekolah umum itu diantaranya SMP, SMA, PGA, SPG, SMEA, bahkan juga memasukkan sekolah negeri di dalam pesantren, yaitu MTs Negeri dan MA Negei. Sekolah-sekolah tersebut masih berjalan hingga sekarang.
Di samping menjadi Ketua Umum Jami’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh dan Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah pada saat itu, Abuya Doktor Syaikh. Musta’in Romly, Rodhiallohu'anhu yang kemudian menjadi menantu Hadrotus Syaikh. Abdul Wahab Chasbullah, Tambakberas, jombang ini juga merupakan satu-satunya kyai pertama di Indonesia yang mendirikan sebuah Universitas Islam yang cukup ternama pada saat itu (tahun 1965), yaitu Universitas Darul ‘Ulum Jombang.
Kemudian setelah Nyai Maisaroh wafat,  Hadrotus Syaikh. Muhammad Romly Tamim,Rodhiallohu'anhu menikah lagi dengan seorang gadis putri KH. Luqman dari Swaru Mojowarno. Gadis iru bernama bu nyai Khodijah. Dari pernikahannya dengan istri ketiga ini lahir putra-putra beliau, yaitu : KH. Ahmad Rifa’I Romly (menantu Kyai Mahrus Ali, Lirboyo, wafat pada tahun 1994); KH. Shonhaji Romly (menantu Kyai Ahmad Zaini, Sampang, wafat pada tahun 1992); KH. Muhammad Damanhuri Romly (menantu Kyai Zainul Hasan, Genggong, wafat oada tahun 2001); KH. Ahmad Dimyathi Romly (menantu Kyai MArzuki, Langitan, wafat pada tahun 2016); KH. Ahmad. Tamim Romly, M.Si (menantu Kyai Shohib Bisri, Denanyar)
Hadrotus Syaikh. Muhammad Romly Tamim,Rodhiallohu'anhu adalah seorang kyai yang sangat ‘alim, sabar, sakhiy, waro’, faqih, seorang sufi murni, seorang Mursyid Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah, dan pengasuh Pondok Pesnatren Darul ‘Ulum Jombang.
Diantara murid-murid beliau yang terkenal dan menjadi kyai besar adalah KH. Muhammad Abbas (Buntet, Cirebon), KH. Muhammad Utsman Ishaq (Sawah puluh, Surabaya), KH. Shonhaji (Kebumen), KH. Imron Hamzah (Sidoarjo)
Hadrotus Syaikh. Muhammad Romly Tamim,Rodhiallohu'anhu, disamping seorang mursyid, beliau juga kreatif dalam menulis kitab. Diantara kitab-kitab karangan beliau ialah Al-Istighotsah bi Hadrati Rabbi Al-Bariyyah, Tsamrotul Fikriyah, Risalatul Waqi’ah. Risalah Ash-Sholawat Nariyah. Beliau wafat di Rejoso Peterongan Jombang pada tanggal 16 Romadhan 1377 H atau tanggal 6 April 1958 M.


DASAR HUKUM TAWASSUL

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِه لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ


"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Alloh dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-NYA, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-NYA, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah: 35)


وَاِذَا  سَاَلَـكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ  ؕ  اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ
يَرْشُدُوْنَ


"Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu (Muhammad) tentang AKU, maka sesungguhnya AKU dekat. AKU kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-KU. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-KU dan beriman kepada-KU agar mereka memperoleh kebenaran."
(QS. Al-Baqoroh: 186)


قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَ ؕ  اَ يًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ
بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰ لِكَ سَبِيْلًا


"Katakanlah (Muhammad), "Serulah Alloh atau serulah Ar-Rohman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena DIA mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma'ul Husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam sholat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu."
(QS. Al-Isro': 110)


اِنَّ رُوْحِ الْقُدُّوْسِ لَا يَزَالُ يُوَيِّدُكَ مَا نَفَخْتَ عَنِ اللهِ وَرَسُولِهِ
 (رواه مسلم)


“Sungguh Jibril tidak henti-hentinya menguatkanmu selama engkau bela Alloh dan Rosul-NYA.”
(HR. Muslim)


أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمِ سَميتْ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أْنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقَكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ
الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِى وَجِلَاءَ حَزَنِى وَذَهَابَ غَمِّى.
 (رواه ابو يعلى والبزار)


“Aku memohon kepada-MU demi setiap nama yang Engkau peruntukkan bagi-MU, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-MU atau yang Engkau ajarkan pada satu makhluk-MU atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisi-MU, jadikan Al-Quran sebagai musim semi dan cahaya hatiku, serta penghilang susah dan keprihatinanku.”
(HR. Abu Ya’la dan Bazzar)


عن ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه و سلن يدخل الجنة من أمتي سبعون ألفا بغير حساب ولا عذاب
فسأله الصحابة عنهم فقال: هم الذين لا يسترقون ولا يكتوون ولا يتطيرون وعلى ربهم يتوكلون


Dari Sayyidina Ibn 'Abbas Rodhiallohu'anhu sesungguhnya Rosululloh  telah bersabda:


“Sesungguhnya akan masuk surga 70.000 orang dari umatku tanpa hisab dan tanpa adzab".


 Para sahabat bertanya mengenai siapa mereka. Nabi 
lalu menjawab:


"Mereka adalah orang-orang yang tidak melakukan thiyaroh (beranggapan sial), tidak meminta untuk diruqyah, tidak menggunakan kay (pengobatan dengan besi panas/akupuntur) dan hanya kepada Alloh mereka bertawakal"
(HR. Al Bukhori)


Dari Sayyidina Anas bin Malik Rodhiallohu'anhu sungguh Sayyidina Umar bin Khattob Rodhiallohu'anhu ketika sedang musim kering ia memohon turunnya hujan dengan perantara Sayyidina Abbas bin Abdulmuttalib Rodhiallohu'anhu, seraya berdoa :


“wahai Alloh, sungguh kami telah mengambil perantara (bertawassul) pada MU dengan Nabi kami (Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasalam) agar Engkau turunkan hujan lalu Engkau turunkan hujan, maka kini kami mengambil perantara (bertawassul) pada MU Dengan Paman Nabi MU (Sayyidina Abbas bin Abdulmuttalib Rodhiallohu'anhu) yang melihat beliau Sang Nabi Sholallohu 'Alaihi Wasalam maka turunkanlah hujan"


maka hujanpun turun dengan derasnya.
(Shahih Bukhari hadits No. 954)



   DASAR HUKUM ISTIGHOTSAH


عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِنّ الشَّمْسَ تَدْنُو يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى
يَبْلُغَ الْعَرَقُ  نِصْفَ اْلأُ ذُنِ فَبَيْنَا هُمْ كَذٰلِكَ اِسْتَغَا ثُوْا بِآ دَمَ ثُمَّ بِمُوْسَى ثُمَّ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَشْفَعُ  لِيُقْضَى بَيْنَ الْخَلْقِ  فَيَمْشِى حَتَّى يَأْخُذَ بِحَلْقَةِ الْبَابِ فَيَوْمَئِذٍ يَبْعَثُهُ اللّٰهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا يَحْمَدُهُ أَهْلُ الْجَمْعِ كُلُّهُمْ
)رواه البخارى)


Dari Sayyidina Abdulloh bin Umar Rodhiallohu'anhu berkata, ”Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasalam bersabda,:


”Sesungguhnya matahari pada hari kiamat akan mendekat sehingga keringat manusia akan mencapai separuh telinganya. Pada saat itulah, mereka meminta tolong kepada Adam, kemudian kepada Musa, dan terakhir kepada Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasalam, maka Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasalam menolong agar keputusan diantara manusia dilaksanakan. Lalu ia berjalan dan mengambil sirkel pintu surga, dan pada saat itulah Alloh mengangkatnya ke derajat yang terpuji dan dipuji oleh seluruh umat manusia”
(HR. Bukhari)


Ketika salah seorang di antara kalian kehilangan sesuatu atau membutuhkan pertolongan di suatu tempat yang tidak ada teman, maka ucapkanlah:


“Wahai para hamba Alloh, tolonglah aku”,


karena sesungguhnya ada hamba-hamba Alloh yang tidak bisa kami lihat, dan hal itu terbukti”
(HR. At-Thobroni)


Diriwayatkan dari Haitsam bin Hanasy, berkata “Kami bersama Ibnu Umar (Sayyidina Abdullah bin Umar bin Khotthob Rodhiallohu'anhu). Tiba-tiba kaki beliau terkena mati rasa (stroke), maka salah seorang yang hadir mengatakan kepada beliau:


“Sebutlah orang yang anda cintai!” 


lalu Sayyidina Ibnu Umar Rodhiallohu'anhu berkata:


“Yaa Muhammad, Yaa Muhammad, Yaa Muhammad”,


maka seketika kaki beliau sembuh.
(Ibn Taimiyyah, al-Kalim al-Thayyib, hlm. 173)


Sebagian kaum salaf juga meriwayatkan, bahwa seorang laki-laki dating kepada Abdul Malik bin Sa’id bin Abhar, lalu memeriksa perutnya. Lalu Abdul Malik berkata:


“Anda punya penyakit yang tidak bisa sembuh”.


Laki-laki itu bertanya,:


“penyakit apa?”.


Ia menjawab:


“Tumor dalam perut”.


Laki-laki itu berpindah dan berkata:


Alloh, Alloh, Alloh Tuhanku, aku tidak mempersekutukan Engkau dengan apapun. Ya Alloh, aku memanjatkan do’a kepada-MU dengan Nabi-MU, Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam, Nabi pembawa rohmat. Wahai Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam, sesungguhnya aku memohon kepada Tuhanmu dan Tuhanku dengan engkau, agar mengasihiku mengenai penyakit yang menimpaku.”


Abu Hasyim berkata:


“kemudian Abdul Malik memeriksa perut laki-laki itu, lalu berkata:


“sungguh telah sembuh penyakitmu”,


 saya (Malik) berkata:


“Do’a ini dan semacamnya telah diriwayatkan dan dilakukan oleh kaum salaf (terdahulu), dan telah dikutip dari Ahmad bin Hanbal dalam kitab Mansak karya al-Marrudzi tentang tawassul dengan Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam.
(Ibn Taimiyyah, Qo’iddah Jalilah fi al-Tawassul wa al-Wasilah, hlm. 183)



TAWASUL

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ،

BIS_MIL_LAHIR_ROKH_MANIR_RO_KHIM.
melaui nama Alloh Yang Maha Pengasih Maha Penyayang,

أَنَوَی عَلَی مَا نَوَی أَسْلَافِی الصَّالِحُوْنَ،

ANAWA ^ALAA MAA NAWAA AS_LAAFIISH_SHOOLI_KHUUNA,

Aku berniat kepada apa yang diniatkan para pendahuluku yang sholeh,

وَنِيَّةِ الْخَلِصَةِ، وَنِيَّةِ الْمُخْلِصَةِ،
وَنِيَّةِ الْصَادِقَةِ،

WA NIIYATIL KHO_LI_SHOTI, WA NIIYATIL MUKH_LI_SHOTI, WA NIIYATIL SHOODIQOTI,

dan niat yang murni, dan niat yang dimurnikan, dan niat yang benar,

أَفَسْتَضِرُ وَأَتَوَسُّلُ وَأَرْتَبِطُ

AFAS_TA_DHIRU WA ATAWAS_SULU WA AR_TABITHU,

aku menghadirkan hati dan aku bertawasul dan aku menghubungkan

بَأَرْوَحِهِمْ وَحَضْرَاتِهِمْ وَأسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ، فَأَقُوْلُ :

BA_AR_WA_KHIHIM WA KHADH_ROOTIHIM WA AS_RORIHIM, WA AN_WAARIHIM, FA_AQUULU:

melalui ruh-ruh mereka, dan kehadiran-kehadiran mereka dan rahasia-rahasia mereka, dan cahaya-cahaya mereka, maka aku berkata: 

١-إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى، وَالۡحَبِيْبَ الله، وَالشَّفِيْعِنَا، وَالۡقُرَّةُ الْعَيْنِنَا، سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ مَحَمَّدٍ ﷺ، اَلْهَادِی إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ، وَاَصۡحَابِهِ، وَآلِهِ، وَعِتْرَتِهِ، الْفَاتِحَة...

1. ILA KHADH_ROTIN NABIIYIL MUSH_THOFA WAL KHABIIBAL_LOH WASY_SYAFII^INAA WAL QUROTUL ^A_I_NINA SAIYIDINAA ROSULIL_LAHI MUHAM_MADIN SHOLAL_LOHU ^ALAIHI WA SALAM AL HAADII ILASH_SHIROO_THIL MUS_TAQIIM WA ASH_KHAA BIHI WA AALIHI WA ^IT_ROTIHIL FATIHAH...

1. Kepada kehadiran Nabi pilihan, Dan kekasih Alloh dan pemberi syafa'at bagi kami dan penyejuk mata bagi kami, Utusan Alloh Nabi Muhammad ﷺ, Dan menunjukkan jalan yang lurus, Dan para shohabat beliau, Dan keluarga beliau, keturunan beliau, Alfatihah...

٢-ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ آبَائِهِ وَإِخْوَانِهِ مِنَ الْاَنْبِيآءِ وَالۡمُرْسَلِينَ، وَإِلَى حَمَلَةِ الْعَرْشِ، وَجَمَلآئِكَةِ الْمُقَرَّبِّيْنَ، وَالْكُرُوْبِيِّيْنَ، والرُّوْحَانِيِّيْنَ، وَالْقُلُوْبِيِّيْنَ، وَالدَّرَاجَاتِيِّيْنَ، وَالْبَنِيْقُ الرِّزْقِيِّيْنَ، وَالۡجَلْجَالُةَ، وَالْحَفَظَهَ، وَإِلَی الْمَلآئِكَةُ جِبْرِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَعِزۡرَائِيْلَ، وَإِسۡرَافِيْلَ، وَهَرِيْسَ، وَعَدَّوِيْنَ، وَعَدَّوِيَّه، وَڪَنْدِيَّسْ، وَجَاءْسُدِی، وَجَاءْسُنِی، وَحَمْسٍی، وَڪَيَسٍی، وَشَمْلَحٍی، وَجَاوَسٍی، وَحَيْلُسٍی، وَبَدْرٌو، وَلَبَدْرُسۡ، وَالْمَلآئِكَةِ فِی السَّمَاوَاتِ وَلْأَرْضِ، وَالصَّدِّيْقِيْنَ، وَالشُّهَدَآءِ، وَالصَّالِحِيْنَ، وَآلِ كُلِّ وَأَصۡحَابِ كُلٍّ مِنْهُمْ، وَإِلَى حَضْرَةِ أَبِيْنَا سَيِّدِنَا آدَمَ  وَأُمِّنَا سَيِّدَتِنَا حَوَّا عَلَيْهِمَا السَّلاَمَ
وَالنَّبِی شِثَ، وَالنَّبِی نُوْحَ، وَلنَّبِی خِضِرْ، وَالنَّبِی إِبْرَاهِيْمَ، وَالنَّبِی يُوْسُفَ، وَالنَّبِی مُوْسَی، وَالنَّبِی دَاوُدَ، وَالنَّبِی سُلَيْمَنَ، وَالنَّبِی إِلْيَاسَ عَلَيْهِمَ السَّلاَمَ، وَالنَّبِی عِيْسَی اَلْمَسِيْهَ، وَمَا تَنَاسَلَ بَيْنَهُمَا إِلَى يَوْمِ الدِّيۡنِ، الْفَاتِحَة...

2. TSUM_MA KHADH_ROTI AABAIHI WA IKH_WANIHI MINAL AN_BIYAA_I WAL MUR_SALIINA WA ILA KHAMALATIL ^ARSYI WA JAMALAA_IKATIL MUQOR_ROB_BINA WAL KURUUBIIYIINA WAR RUU_KHANIIYIINA WAL QULUUBIYIINA WAD DAROJATIIYINA, WA BANIIQUR RIZ_QIYIINA WAL JAL_JAALUT WAL KHAFA_DHZOHA WA ILAL MALAA_IKATU JIB_RILA WA MIIKAA_IILA WA ^IZ_ROO_IILA WA ISROOIILA WA HARIISA WA ^AD_DAWIINA WA ^AD_DAWIIYAH WA KAN_DIIYAS WA JA^SUDI WA JA^SUNI WA KHAM_SIN WA KAYASIN WA SYAM_LA_KHIN WA JAAWASIN WA KHAILUSIN WAD_RUN WA LABAD_RUS WAL MALA_IKATI FIIS SAMAAWAATI WAL AR_DHI WASH_SHOD_DIIQIINA WASY_SYUHAHADAA_I WASH_SHOOLI_KHIINA WA AALI KUL_LI WA ASH_KHAABI KUL_LI MIN_HUM WA ILA KHAD_ROTI ABIINAA SAIYIDINAA AADAM WA UM_INAA SAIYIDATINAA KHAW_WA ^ALAIHIMAS SALAAMU WAN NABII SYI_TSA, WAN NABII NU_KHA WAN NABII KHIDHIR WAN NABII IB_ROHIMA WAN NABII YUUSUFA WAN NABII MUUSAA WAN NABII DAAWUDA WAN NABII SULAIMANA WAN NABII IL_YAASA ^ALAIHIMAS SALAMA WAN NABII ^IISAA AL MASIH WA MAATANAA SALA BAINAHUMAA ILAA YAUMID_DIINI, AL FATIKHAH...

2. Kemudian kepada kehadiran para leluhur beliau, teman-teman beliau, dari para Nabi dan para Rosul, dan kepada para malaikat Hamalatil Arsy (penyangga arsy) dan para malaikat Muqorrobbin (malaikat yang paling dekat dengan Alloh) dan para malaikat Kurrubiyyin (kaum pemimpin dari para malaikat), dan para malaikat Ruhaniyin (kaum malaikat yang berada di hadirotul quds dilangit ke 7), dan para malailat Qulubiyyin (kaum malaikat pembawa kesembuhan, penyehat badan, cahaya hati), dan para malaikat Darojatiyyin (kaum malaikat pembawa derajat) dan para malaikat Baniqur Rizqi (kaum malaikat pembawa rezeqi), para malaikat Hafadhohiyin (kaum malaikat pencatat kebaikan dan kejelekan). Dan kepada malaikat Jibril, dan Mikail, dan 'izroil, dan isrofil, Harisa (penjaga langit ke 5), malaikat Addawin, dan Addawiyah (penjaga pintu langit 1-3), dan Kandias (malaikat penyangga bumi) dan malaikat Ja' sudi (penjaga pintu makkah), dan malaikat Ja' suni (penjaga pintu madinah), dan Hamsin, dan Kayasin, dan Syamlakhin, dan Jawasin, dan Haylusin, dan Badrun, dan Labadrus, dan para malaikat berada di langit-langit dan di Bumi, dan Shodiqiyyin (orang-orang yang jujur), dan Syuhada'i (kaum muslim yang mati syahid), dan Sholihin (orang-orang yang berbuat kebaikan), dan kepada arwah setiap keluarga dan setiap sahabat dari mereka, dan kepada bapak kami tuan yang kami mulyakan Nabi Adam Alaihi salam dan Ibu nyonya yang kami muliakan Hawa dan kepada Nabi Syist, Nabi Nukh, Nabi Khidhir, Nabi Ibrohim, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Dawud, Nabi Ilyas, Nabi Isa, kepada mereka kedamaian dan keturunan diantara mereka hingga hari penghakiman, Alfatihah...


٣-ثُمَّ إِلَى اَرۡوَاحِ سَادَاتِنَا وَمَوَالِيْنَا  وَأَئِمَّتِنَا ذَوِی الْقَدْرِ الْعَلِيِّ وَالْفَخْرِ الْجَلِيِّ سَيِّدِنَا أَبِيۡ بَكْرٍ، وَسَيِّدِنَا عُمَرَ، وَسَيِّدِنَا عُثْمَانْ رَضِيَّ اَللهُ عَنْهُمْ، وَسَيِّدِنَا عَلِيِّ كَرَامَ اللهُ وَجْهَهْ، وَإِلَى اَرْوَاحِ بَقِيَّةِ الصَّاحَبَةِ وَالْقَرَابَةِ، وَالتَّابَعِيْنَ، وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ، وَإِلَى حَضْرَةِ الۡإِمَامُ اَبُوۡ حَنِيْفَةُ وَالۡإِمَامُ مَالِكْ، وَالۡإِمَامُ الشَّافِعِيَّ وَالۡإِمَامُ حَنْبَلِ رَضِيَ اَللهُ عَنْهُمَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيۡنِ،
شَيْءٌ اللهِ لَنَا وَلَهُمُ بِسِّرِّ الْفَاتِحَة...

3. TSUM_MA ILAA AR_WA_KHI SAADAATINAA WA MAWAALIINAA WA A_IM_MATINAA DZAWIIL QOD_RIL ^ALIIYI WAL FAKH_RIL JALIIYI SAIYIDINA ABII BAK_RIN WA SAIYIDINAA ^UMARO, WA SAIYIDINA ^UTS_MAAN RO_DHIYALLOHU ^ANHUM WA SAIYIDINAA ^ALIIYI KAROMALLOHU WAJ_HAH WA ILAA AR_WA_KHI BAQIIYATISH_SHOO_KHABATI WAL QOROOBATI WAT_TAABAIINABWA TAABI^IT TABI^IINA WA ILAA KHAD_ROTIL IMAM KHANIIFAH WAL IMAM MALIK WAL IMAM SYAFI^IYA WAL IMAM KHAN_BALI RO_DHIALLOHU^ANHUMA WA MAN TABI^AHUM BI IKH_SAANI ILAA YAUMID_DIINI SYAI_ULILLAAHI LANA WA LAHUM BIS_SIR_RIL FATIHAH...

3. Kemudian kepada arwah para yang kami muliakan, dan para pembimbing kami, dan para pemimpin kami, untuk penghargaan tertinggi dan kebanggaan suci, orang mulia Abu Bakar dan Umar dan Utsman dan Aliy semoga Alloh rela atas mereka dan kepada segenap arwah para Sahabat Nabi ﷺ, para kerabat beliau, dan para Tabi'in (murid sahabat Nabi ﷺ) dan para Tabi'it Tabi'in (murid dari Tabi'in), dan Imam hanifah dan Imam Malik dan Imam Syafi'i dan Iman Hanbali semoga Alloh rela kepada mereka, dan siapa yang mengikuti mereka dengan kebaikan sampai hari Penghakiman, segala sesuatu dari Alloh kepada saya dan kepada mereka, melalui rahasianya Alfatihah...

٤-ثُمَّ إِلَى اَرۡوَاحِ الْأَئِمَّةِ الۡمُجْتَهِدِ يْنَ وَمُقَلِّدِيْهِمْ فِى الدِّيْنِ، وَالۡعُلَمَاءِالرَّاشِدِيْنَ، وَالۡقُرَّاءِ الۡمُخْلِصِيْنَ، وَأَئِمَّةِ الْحَدِيْثِ وَالۡمُفَسِّرِيْنَ، وَسَائِرِ سَادَاتِنَا الصُّوۡفِيَّةِ الْمُحَقِّقِيْنَّ، وَإِلَى أَرْوَاحِ كُلِّ وَلِيٍّ وَوَلِيَّةٍ، وَمُسْلِمٍ ومُسْلِمَةٍ مِنْ مَشَارِقِالأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا وَمِنْ يَمِيۡنِهَا إِلَى شِمَالِهَا فِی الدُّنْيَ والْأَخِرَاةِ، شَيْءٌ اللهِ لَنَا وَلَهُمُ بِسِّرِّ الْفَاتِحَة...

4. TSUM_MA ILAA AR_WAA_KHIL A_IM_MATIL MUJ_TAHIDIINA WA MUQOL_LIDIIHIM FIID_DIINI WAL ^ULAMAA_IR_RO_SYIDIINA WAL QUR_ROO_IL MUKH_LI_AHIINA WA A_IM_MATIL KHADII_TSIL MUFAS_SIRIINA WASAA_IRI SAADAATINAASH_SHUFIIYATIL MU_KHAQ_QIQIINNA WA ILAA AR_WA_KHI KUL_LII WALIIYI WA WALIIYATIN WAL MUS_LIMIN WA MUS_LIMATIN MIN MA_SYAARIQIL AR_DHI ILAA MAGHOORIBIHAA WAMIN YAMIINIHAA ILAA SYIMAALIHAAFIID DUN_YA WAL A_KHIROOTI SYAI_ULILLAHI LANAA WALAHUM BIS_SIR_RIL FATIHAH...

4. Kemudian Kepada arwah para imam mujtahid (orang dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimilikinya untuk menggali dan menemukan hukum-hukum syariat), dan para pengikut mereka didalam agama, dan ulama Rosyidin (orang yang mempunyai pengetahuan yang mendapatlan petunjuk dari Alloh), dan qurroil mukhlisin (penghafal al qur'an dengan ketulusan hatinya), dan para imam hadist dan para ahli tafsir, dan semua para tuan yang kami mulyakan Sufiyatil Muhaqqiqina (orang yang mempelajari tasawuf/sufi dan mendalami ilmu haqiqat), dan kepada ruh-ruh para wali lelaki maupun perempuan, dan orang islam laki-laki dan perempuan, dari timurnya hingga baratnya bumi, dan dari kanannya (selatan) hingga kirinya (utara), di dunya dan akhiroh, segala sesuatu dari Alloh kepada saya dan kepada mereka, melalui rahasianya Alfatihah...

٥-ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ اَهۡلِی سِلۡسِلَةِ مَشَايِّخِ الْقَدِرِيَّةِ وَالنَّقْشَبَنْدِيَّةِ وَجَمِيۡعِ أَهْلِ الطُّرُقِ،
✪خُصُوۡصًا إِلَى سُلْطَانِ الْأَوْلِيَآءِ سَيِّدِنَا الشَّيْجِ عَبْدِ الۡقَادِرِ الۡجِيْلَانِى الْحَسَنِيْ قَدَّسَ اللهُ سِرُّهُ الْعَزِيْزُ،
✪وَسَيِّدِنَا الطّٰٓائِفَةِ الصُّوْفِيَّةِ أَبِى الۡقَاسِمِ الْجُنَيْدِى الْبَغْدَادِی،
✪وَسَيِّدِنَاالشَّيْخِ سِرِّى السَّقَطِى،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخِ مَعْرُوْفِ الۡكُرْخِى،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخ حَبِيْبُ الْعَجَمِيِّ،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخ حَسَنِ الْبَصْرِی،
✪وَالإِمَامِ جَعْفَرِ الصَّادِقِ،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخ أَبِى يَزِيْدَ الْبُسْطَامِى،
✪وَسَيِدِنَا الشَّيْخ يُوْسُفَ الْهَمْدَانِيِّ،
✪وَسَيِّدِنَاالشَّيْخ مُحَمَّدۡ بَهَاءُالدِّيْنِ النَّقْشَبَنْدِی،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيِّخِ اَحۡمَدۡ خَطِبۡ عَبۡدِ الۡغَفَّرِ السَّمۡبَسِی الۡمَكِّی،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخِ خَلِيْلُ الْجُرَيْمِ،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخِ مُحَمَّدۡ رَمْلِى تَمِيْمِ،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخِ مُسْتَعِيْنْ رَمْلِى،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخِ عُثْمَانِ اَلْإِسْحَاقِّی،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخِ رِفَعِيْ رَمْلِی،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخِ اَحَمَّدۡ دِمْيَةِ رَمْلِى،
✪وَسَيِّدِنَا الشَّيْخِ اَحْمَدۡ اَسْرَارِ اَلْإِسْحَاقِّی،
✪وَسَيِدِنَا اَشَوْرِ مَعْرُفِ الْمَخْدُوْمِی، رَضِيَ اَللهُ عَنْهُمْ
✪وَإِلَى حَضْرَةِ كُلِّ الْإِمَامِ الرَّبَّانِى (...)
✪وَأُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ، وَأَهْلِی سِلْسِلَتِهِمْ وَلأَخِذِيْنَ مِنْهُمْ
✪شَيْءٌ اللهِ لَنَا وَلَهُمُ بِسِّرِّ الْفَاتِحَة...

5. TSUM_MA ILAA KHA_DROTI AH_LI SIL_SILATI MA_SYAKHIL QODIRIYATI WAN NAQ_SYABAN_DIYATI WA JAMII^I AH_LITH_THORIQI KHUUSHON ILAA SUL_THONIL AW_LIYAA_I SAIYIDINASY SYAIKHI AB_DIL QOODIRIL JAILAANIIL HASNII QOD_DASALLOHU SIR_UHUL ^AZIIZU,
WA SAIYIDINAATH_THOO_IFATISH_SHUUFIIYATI ABIIL QOOSIMIL JUNAIDIIL BAGH_DAADII,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI SIR_RIS SAQO_THII,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI MA^RUFIL KUR_KHII,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI KHABIBUL ^AJAMIIYI,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI KHASANIL BASH_RII,
WAL IMAMI JA^FARISH_SHOODIQI,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI ABII YAZIIDAL BUS_THOOMII,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI YUUSUFAL HAM_DAANIIYI,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI MUHAM_MAD BAHAA_UD_DIININ NAQ_SYABAN_DII,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI AKH_MAD KHO_THIB AB_DIL GHOF_FARIS SAM_BASIIL MAK_KI,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI KHOLILUL JUROIMII,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI MUHAM_MAD ROM_LII TAMIIMI,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI MUS_TA^IN ROM_LII,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI UTS_MANI AL IS_KHAQQII,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI RIFA'I ROMLI,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI AKH_MAD DIM_YATI ROM_LI,
WA SAIYIDINASY SYAIKHI AKH_MAD AS_RORI AL IS_KHAAQQI,
WA SAIYIDINA A_SYAURI MA^RUFIL MAKH_DUMI RO_DHIALLOHU^ANHUM,
WA ILAA KHADH_ROTI KULLIL IMAMIR_ROB_BAANII WA U_SHUULIHIM WA FURUU^IHIM WA AH_LII SUL_SULATIHIM WAL A_KHI_DZINA MIN_HUM SYAI_ULIL_LAAHI LANA WA LAHUM BIS_SIR_RIL FATIHAH...

5. Kemudian kepada kehadiran Para mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah dan seluruh ahli thoriqoh ini, khususnya kepada Rajanya Para Wali Alloh guru yang saya muliakan Abdul Qodir Al Jailani Al Hasani, Alloh mensucikan rahasia beliau, yang Mulia, dan ketua para ahli tasawuf orang mulia guruku Abu Qosim Junaid Al Baghdadi, dan orang mulia guruku Sirri As Saqothi, dan orang mulia guruku Ma'ruf Al Khurkhiy dan orang mulia guruku Habib Al 'Ajamiyi dan orang mulia guruku Khasan Al Bashriyi dan orang mulia guruku Imam Ja'far Shodiq dan orang mulia guruku Yusuf Al Hamdaniyi dan orang mulia guruku Abi Yasid Al Busthomy dan orang mulia guruku Muhammad Bahauddin An Naqsyabandiyi dan orang mulia guruku Ahmad Khotib Abdil Ghoffar As Sambasy Al Makki, dan orang mulia guruku Kholil Al Juroimi, dan orang mulia guruku Muhammad Romli Tamim dan orang mulia guruku Mustain Romli, dan orang mulia guruku Utsman Al Ishaqi, dan orang mulia guruku Rifa'i Romly, dan orang Mulia guruku Ahmad Dimyati, dan orang mulia guruku Ahmad Asrori Al Ishaqi, dan  orang mulia guruku Asyauri Ma'ruf Al Makhdumi, semoga Alloh rela kepada mereka, dan kepada kehadiran para guru pembimbing jalan menuju Tuhan, dan akar (leluhur) mereka dan cabang (keturunan) mereka dan Dan orang yang mengikuti jejak (santri) mereka, dan orang yang mengambil (berbai'at) dari mereka, segala sesuatu dari Alloh untuk saya dan kepada mereka, melalui rahasianya Alfatihah...

٦-ثُمَّ إِلَى اَرۡوَاحِ سَادَاتِنَا وَحَبَاءِبِنَا الْحَسَنِيِّيْنَ وَالْحُسَيْنِيِّيْنَ وَأُصُوْلِهِمْ وَفُرُعِهِمْ، وَإِلَی حَضْرَةِ سَاءِرِ الْأَوْلِيَاءِ التِّسْعَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ وَاَعْوَنِهِمْ وَاَتْبَاعِهِمْ، وَالْمُجَاهِدِيْنَ مَعَهُمْ، وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ، وَإِلَی حَضْرَةِ كُلِّ صَاحِبِ الْوِلَايَةِ فِی الْأَرْضِ، خُصُوۡصًا اِنْضَنِسِی وَإِلَی هٰذِهِ الْوِلَايَةِ
...(nama kota tempat kita saat ini)..
وَمَنْ حَوْلَهٗ، شَيْءٌ اللهِ لَنَا وَلَهُمُ بِسِّرِّ الْفَاتِحَة...

6. TSUM_MA ILAA AR_WA_KHI SAADAATINAA WA KHABAA_IBINAAL KHASANIIYIINA WAL KHUSAINIIYIINA WA U_SHUULIHIM WA FURU^IHIM WA ILAA KHAD_ROTI SAA_IRIL AULIYAA_IT TIS^ATI WA MAN KHAULAHUM WA A^WANIHIM WA AT_BAA^IHIM WAL MUJAAHIDIINA MA^AHUM WA U_SHUULIHIM WA FURUU^IHIM WA ILAA KHAD_ROTI KUL_LI SHOOKHIBIL WILAAYATI FIIL AR_DHI KHU_SHUU_SHON IN_DHONISII WA ILAA HAA_DZIHIL WLLAAYATI...(nama kota tempat kita saat ini)...WA MAN KHAULAHU SYA_ULILLAAHI LANAA WALAHUM BIS_SIR_RIL FATIKHAH...

6. Kemudian kepada arwah sadatina (para sayyid) dan habaaibina (para habib) Al Hasaniyin (keturunan sayyidina Al Hasan) dan Al Husainiyin (keturunan Sayyidina Al Husain), dan akar mereka (sayyiduna hasan dan Sayyiduna Husain) dan cabang mereka (seluruh keturunan mereka baik laki-laki dan perempuan), dan kepada arwah seluruh wali songo dan orang-orang yang berada disekitar mereka, dan orang yang membantu mereka, dan segenap pengikut mereka, dan orang yang berjuang bersama mereka, dan akar (leluhur) mereka dan cabang (keturunan) mereka dan kepada kehadiran seluruh pemegang (pelindung dan penaung) di bumi khususnya Indonesia (apabila dinegara lain, maka diganti sama nama negara tersebut)...kepada wilayah ini... Jakarta (apabila berada di makam para wali, maka ganti dengan nama wali yang dimakamkan ditempat kita tawasul)...dan orang yang berada disekitarnya, segala sesuatu dari Alloh kepada saya dan kepada mereka, melalui rahasianya Alfatihah...

٧-ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ وَلِدِيْنَا وَوَلِدِيْكُمْ، وَمَشَايِخِيْنَا وَمَشَايِخِكُمْ، وَأَمْوَاتِنَا وَأَمْوَاتِكُمْ، وَاَهْلِيْنَا وَاَهْلِيْڪُمْ، وَأُصُوْلِنَا...وَأُصُوْلِڪُمْ، وَفُرُوْعِنَا...وَفُرُوْعِڪُمْ أَجْمَعِيْنَ، وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَأَسَاءَ عَلَيْنَا، وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَلِمَنْ أَوْصَانَا وَاسْتَوْصَانَا وَقَلَّدَنَا عِنْدَكَ بِدُعَاءِ الۡخَيْرِ، وَإِلَيْنَا الْحَضِرِيْنَ مَعَهُمْ أَجْمَعِيْنَ، شَيْءٌ اللهِ لَنَا وَلَهُمُ بِسِّرِّ الْفَاتِحَة...

7. TSUM_MA ILAA AR_WA_KHII WALIDIINAA WA WALIDIIKUM WA MA_SYAA YI_KHIINAA WA MA_SYAAYI_KHIKUM WA AM_WAATINA WA AM_WAATIKUM WA AH_LIINAA WA AH_LIKUM WA U_SHUULINAA...WA U_SHUULIKUM WA FURUU^INAA...WA FURUU^IKUM AJ_MA^IINA WA LIMAN AKH_SANA ILAINAA WA ASAA_A^LAINAA WA LIMAN LAHU KHAQ_QUN ^ALAINAA WA LIMAN AU_SHOONAA WAAS_TAU SHOONAA WA QOL_LADANAA ^IN_DAKA BIDU^A_IL KHOIIRI WA ILAINAAL KHA_DHIRIINA MA^AHUM AJ_MA^IINA SYAI_U LILLAAHI LANAA WA LAHUM BIS_SIR_RIL FATIKHAH...

7. Kemudian kepada orang tua saya dan orang tua kalian, dan guru saya dan guru kalian, dan ahli kubur saya dan ahli kubur kalian, dan segenap keluarga saya dan keluarga kalian, dan segenap akar (sesepuh) saya.... dan akar (sesepuh/leluhur) kalian dan cabang (keturunan) saya dan cabang (keturunan) kalian dan kepada orang-orang yang berbuat baik kepada kami, dan yang berbuat buruk kepada kami, dan orang yang memiliki hak kepada kami (menjadi tanggung jawab) kami, dan kepada orang-orang yang memberi petuah kepada kami, dan meminta petuah kepada kami, dan yang mengikuti jejak kami karena Engkau, melalui permohonan doa yang baik, dan kepada kami yang menghadiri bersama dengan mereka, segala sesuatu dari Alloh kepada kami dan kepada mereka, melalui rahasianya Alfatihah...

٨-ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ جَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ  وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا، وَمِنْ يَمِيْنِهَا إِلَى شِمَالِهَا، بِرَّهَا وَبَحۡرِهَا، وَمِنْ قَافٍ إِلَى قَافٍ، مِنْ لَدُنْ آدَمَ إِلَى يَوْمِ الۡقِيَامَةِ، شَيْءٌ اللهِ لَنَا وَلَهُمُ بِسِّرِّ الْفَاتِحَة...

8. TSUM_MA ILAA AR_WA_KHI JAMII^IL MUS_LIMINA WAL MUS_LIMAATI WAL MU^MINIINA WAL MU^MINAATI AL AKH_YAA_I MIN_HUM WAL AM_WAATI MIN MA_SYAARIQIL AR_DHI ILAA MA_GHORIBIHAA WA MIN YAMIINIHAA ILAA SYIMAALIHAA BIR_ROHAA WA BAKH_RIHAA WA MIN QOOFIN ILAA QOOFIN MIN LADUN AADAM ILAA YAUMIL QIYAAMATI SYAI_ULILLAAHI LANA WA LAHUM BIS_SIR_RIL FATIKHAH...

8. Kemudian kepada arwah seluruh kaum muslimin dan muslimat, mu'minin dan mu'minat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dari belahan timur hingga barat bumi, dan dari utara hingga selatan, penghuni daratan dan lautan, dan dari berdiri hingga berdiri lagi (sholat), mulai dari Nabi Adam Alaihi salam hingga hari kebangkitan, segala sesuatu yang berasal dari Alloh kepada saya dan mereka, melalui rahasianya Alfatihah...

(Tambahan tawasul khusus apabila di acara hajatan).

۩ وَخُصُوْصًا إِلَی رُوْحِ مَنْ إِجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبِبِهِ ꙳ وَڪَانَتِ الْقِرَاءَةُ بِاسْمِهِ ꙳ وَتَلَوْنَا ذٰلِكَ مِنْ اَجْلِهِ ꙳ عَبْدِكَ الْفَقِيْرِ اَبْنِ عَبْدَيْكَ.../اَمَتِكَ الْفَقِيْرَةِ إِبْنَةِ عَبْدُكَ...وَأُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ ꙳ اَنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُ مِنْهُمْ وَيَغْشَاهُمْ بِالرَّحْمَةِ وَالْمَغْفَرَةِ ꙳ وَيَعُمُّهُمْ بِالرِّضْوِانِ وَالْڪَرَامَةِ ꙳ وَيُعْلِی دَرَجَاتِهِمْ فِی الْجَنَّةِ النَّعِيْمَةِ ꙳ عِنْدَ حَضْرَتِهِ الْعَلِيَّةِ ꙳ وَيُلْحِقُهُمْ مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ ꙳ وَإِلَی حَضْرَاةِ صَاحِبِ هٰذِهِ الْحَاجَةِ...(nama)... وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَاَعْوَانِهِ ꙳ وَاُصُوْلِهَمْ وَفُرُوْعِهِمْ أَجْمَعِيْنَ ꙳ عَلیٰ نِيَّةِ الصِّدْقِ وَالْقَبُوْلِ ꙳ وَحُصُوْلِ الْأٰمَالِ وَالْمَأْمُوْلِ ꙳ بِجَاهِ وَشَفِاعَةِ لرَّسُوْلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ꙳ شَيْءٌ اللهِ لَنَا وَلَهُمُ الفاتحة...

Dan Khususnya kepada arwah orang-orang yang mengumpulkan kita ditempat ini karenanya, dan adanya bacaan-bacaan atas namanya, dan kami munajah yang ditujukan kepadanya hamba Engkau yang faqir dan putra hamba Engkau...(shohibul hajad)...dan akar (sesepuh) mereka dan cabang (keturunan) mereka, semoga Alloh menerima mereka, meliputi mereka dengan rohmat (kasih sayang) dan pengampunan, dan meliputi mereka dengan keredhoan (kerelaan), dan kemulyaan, dan mengangkat derajat mereka didalam surga yang luas, membawanya di sisi Yang Maha Tinggi, dan dipertemukan mereka dengan Para Nabi, dan para Shiddiqin, dan para Syuhada' (pejuang dijalan Alloh), dan Sholihin (orang-orang sholeh), dan kepada Sahabat yang mempunyai hajat ini...(nama)...dan keluarganya, dan orang-orang yang membantunya, dan segenap akar (sesepuh/leluhur) mereka dan cabang (keturunan) mereka. Kepada niat diterimanya tujuan dan mengharapkan keuntungan dan kekayaan, berkat syafa'at Rosululloh Junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ beserta keluarga beliau dan para sahabat beliau kedamaian atas mereka, segala sesuatu dari Alloh kepada saya dan mereka, Alfatihah...


BACAAN ISTIGHOTSAH


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم۱


۱- الفَاتِحَة...١x


1. Membaca suratul fatihah...1x


۲- أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ...١٠٠x


2. AS_TAGH_FIRULLOHAL 'A_DHIM...100x


۳- لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ...١٠x


3. LAA KHAULA WALA QUW_WATA IL_LA BIL_LAHIL 'ALIY_YIL 'A_DHZIIM...10x


٤- لَا حَوْلَ وَلَا مَلْجَأَ مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ...١٠x


4. LAA KHAU_LA WALA MAL_JA_A MINAL_LOHI IL_LA ILAIH...10x


۵- أللَّهُمَّ صَلِّي وسلم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ...١٠٠x


5. ALLOHUM_MA SHOL_LI WA SALAM 'ALA SAY_YIDINA MUHAM_MAD WA 'ALA AALI SAY_YIDINA MUHAM_MAD...100x


٦- يَا اَللهُ يَا قَدِيْمُ...١٠x


6. YAA ALLOHU YAA QODIM...10x


۷- يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ...١٠x


7. YAA SAMII'U YAA BA_SHIR...10x


۸- يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ...١٠x


8. YAA MUB_DI'_U YAA KHOLIQ...10x


۹- يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ الله...١٠x


9. YAA KHAFIIDH YAA NA_SHIR YAA WAKIILU YAA ALLOH...10x


۱۰- يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أسْتَغِيْثُ...١٠x


10. YAA KHAY_YU YAA QOY_YUUM BIROKH_MATIKA AS_TA_GHIIST....10x


۱۱- لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ...١٠x


11. LAA ILAHA IL_LA AN_TA SUB_KHANAKA IN_NI KUN_TU MINADH_DHZOLIMIIN...10x


۱۲- يَا لَطِيْفُ...١٢٩x


12. YAA LA_THIIF...129x


۱۳- يارحمن يارحيم...١٠x


13. YAA ROKH_MAN YAA RO_KHIM...10x


١٤- أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا...٧٠x


14. AS_TAGH_FIR_RULLOHAL 'A_DHIM, IN_NAHU KAANA GHOF_FAROO...70x


۱۵- اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَـــيِّدِناَ مُحَمّــــَدٍ قَدْ ضـَاقَتْ حِـــيلَتِي أَدْرِكْـنِي يَا رَسُــولَ اللهِ...١٠x


15. ALLOHUM_MA SHOL_LI WA SAL_LIM 'ALA SAY_YIDINA MUHAM_MADIN QOD_DHOQOT KHIILATII AD_RIK_NI YAA ROSULALLOH...10x


١٦- اَللّهُمَّ صَلِّ صَلَاًة كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ َويُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ   وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَـمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ


16. ALLOHUM_MA SHOL_LÌ SHOLAATAN KAAMÌLATAN WA SAL_LÌM SALAAMAN TAAM_MAN ‘ALA SAY_YÌDÌNAA MUHAM_MADÌN lL_LA_DZÌ TAN_HAL_LU BÌHÌL ‘UQODU, WA TAN_FARÌJU BÌHÌL KUROBU. WA TUQ_DHOO BÌHÌL HAWAA_Ì_JU WA TUNAALU BÌHÌR ROGHO_I_BU, WA KHUSNUL KHOWAATÌMÌ WA YUS_TAS_QOL GHOMAAMU BÌ WAJ_HÌHÌL KARÌÌMÌ, WA ‘ALAA AALÌHÌ, WA SHOH_BÌHÌ FII KUL_LI LAM_KHA_TIN WA NAFASIN BII 'ADADI KUL_LÌ MA’LUUMÌN LAKA...1x


۱۷- اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُـنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ. َوتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ. وَتُـطَهِّرُناَ بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئاَتِ. وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُـبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ. مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ...1x


17. ALLAHUM_MA SHOL_LI 'ALA SAYYIDINA MUHAM_MADIN SHOLATAN TUNJINA BIHA, MIN JAMI'IL AH_WALI WAL AFATI, WATAQ_DILANA BIHA JAMI'IL HAJATI, WA TU_THOH_HIRUNA BIHA, MIN JAMI'IS_SAYYI_AT, WATAR_FA'UNA BIHA, 'IN_DAKA A'LAD DAROJAT, WA TUBAL_LI GHUNA BIHA AQ_SHOL GHOYAT MIN JAMI'IL KHOI_ROTI FIL HAYATI WA BA'DAL MAMAT...1x


۱۸- يَا بَدِيْعُ...١٠x


18. YAA BADII'U...10x


۱۹- يس فضيلة...١x


19. Membaca surat yasin 1x


۲۰- اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ , يَا رَبَّنَا وَإلَهَنَا وَسَيِّدَنَا أنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ...٣x


20. ALLOHU AK_BAR, ALLOHU AK_BAR, ALLOHU AK_BAR, YAA ROB_BANA WA ILA HANA WA SAY_YIDANA ANTA MAULANA FAN_SHUR_NA ‘ALAL QOUMIL KAAFIRIIIN...3x


۲۱- حَصَّنْتُكُمْ بِالْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ أبَدًا , وَدَفَعْتُ عَنْكُمُ السُّوْءَ بِألْفِ ألْفِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ...٣x


21. KHA_SHON_TUKUM BIL_KHAI_YIL QOY_YUMIL LA_DZI LAA YAMUUTU ABADAN, WADAFA’TU ‘AN_KUMUS_SUU_A BI AL_FI AL_FI LAA KHAULA WALA QUUWATA IL_LA BIL_LAHIL ‘ALIY_YIL A_DZIM...3x


۲۲- الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا عَلَى دَيْنِ الإسْلَامِ...3x


22. ALHAMDULILLAHIL LA_DZI AN’AM ALAINA WA HADAANAA ‘ALA DIINIL ISLAAM...3x,


۲۳- بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ,

بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ,

بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ,

بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ


23. BIS_MIL_LAHI MA_SYA ALLOH LAA YASUQUL KHIRO IL_LA ALLOH,

BIS_MILLAHI MA_SYA ALLOH LAA YASH_RIFUS_SUU_A IL_LA ALLOH,

BIS_MILLAH MASYA ALLOH MAA KAANA MIN NI’MATIN FAMINA ALLOH,

BIS_MILLAH MA_SYA ALLOH LAA KHAULA WALA QUW_WATA IL_LA BIILLAHIL 'ALIY_YIL A_DZIM.

(Di ulangi hingga 3x)


 ٢٤- سَألْتُكَ يَا غَفَّارُ عَفْوًا وَتَوْبَةً وَبِالْقَهْرِ يَا قَهَّارُ خُذْ مَنْ تَحَيَّلَا...٣


24. SA_AL_TUUKA YAA GHOF_FAR AF_WAN WA TAUBATAN WABIL QOH_RI YAA QOH_HAR KHUDZ MAN TAHAY_YALA...3x


۲۵- وَعَطِّفْ قُلُوبَ الْعَالَمِيْنَ بِأَسْرِهَا عَلَيَّ وَأَلْبِسْنِيْ قَبُولاً بِشَلْمَهَتْ ،
نَرُدُّ بِكَ الْأَعْدَاءَ مِنْ كُلِّ وِجْهَةٍ وَبِالْإِسْمِ نَرْمِيْهِمْ مِنَ الْبُعْدِ بِالشَّتَتْ...٣x


25. WA ‘ATH_THIF QULUBAL ‘ALAMINA BI AS_RIHA ‘ALAIYA WA AL_BIS_NI QOBULAN BI_SYAL_MAHAT,
NARUD_DU BIKAL A’DAA_A MIN KUL_LI WIJ_HATIN, WABIL ISMI NAR_MIHIM MINAL BU’DI BISY_SYATAT....3x


٢٦- مَا شَاءَ اللهُ...٣٣x


26. MASYA ALLOH...33x


۲۷- يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ يَاذَالْبَطْشِ الشَّدِيْدِ , خُذْ حَقَّنَا وَحَقَّ الْمُسْلِمِيْنَ مِمَّنْ ظَلَمنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَتَعَدَّى عَلَيْنَا وَعَلَى الْمُسْلِمِيْنَ...٣x


27. YAA JAB_BAR, YAA QOH_HAR YAA DZAL_BATH_SYISY_SYADIIDI KHUDZ HAQ_QONA WA HAQ_QOL MUS_LIMINA MIM_MAN DHOLAM_NA WAL MUS_LIMIN WATA’AD_DA 'ALAINA WA ‘ALAL MUS_LIMIN...3x


Sayyidul Istighfar       

     

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ


ALLOHUM_MA AN_TA RABBI LAA ILAAHA IL_LAA ANTA KHOLAQ_TANII WA ANAA ‘AB_DUKA WA ANAA ‘ALAA ‘AH_DIKA WA WA’DIKA MAS_TA_THO’TU A’UU_DZU BIKA MIN SYAR_RI MAA SHONA’TU ABUU_U LAKA BINI’ MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU-U BI_DZANBII FAGH_FIR LII FA IN_NAHU LAA YAGH_FIRUDZ_DZUNUUBA ILLA ANTA.


الفاتحة...


‘Ibadalloh Rijalalloh


عِبادَ اللهِ عِبَادَ اللهِ، 

       أَغِيْثُنَا لِأَجْلِ اللهِ،


IBADALLOH RIJALAL_LOH

A_GHI_TSUNALI AJ_LIL_LAH,,


Wahai hamba-hamba Alloh, wahai hamba-hamba Alloh,

Tolonglah kami karena Alloh


وَكُوْنُوْ اعَوْنَنَا لِلهِ، 

      عَسٰى نَحْظٰى بِفَضْلِ اللهِ،


WAKUUNU 'AU_NANAA LIL_LAAH
'ASAA NAKH_DHOO BIFADH_LIL_LAH


Dan Jadilah kalian penolong kami karena Alloh,

Semoga tercapai hajat dengan anugerah Alloh,


وَ يَا أَقْطَابُ وَ يَا أَنْجَابُ،

            وَ يَا سَادَاتُ وَ يَا أَحْبَابُ،


WA YAA AQ_THOOB WA YAA AN_JAB,

WA YAA SAADAT WA YAA AH_BAB


Dan Wahai para penghulu seluruh para wali,  dan wahai para wali yang dermawan,

wahai para sayyid dan habaib,


وَأَنْتُمْ يَا أُوْلِى اْلأَ لْبَابِ

          تَعَالَوْا وَانْصُرُوْا لِلهِ


WA AN_TUM YAA ULIL AL BAB

TA’AA LAU, WAN SUR_RU LIL_LAH


Dan engkaulah yang memiliki akal sempurna,

Datanglah dan tolonglah aku karana Alloh,


سَأَلْنَاكُمْ سَأَلْنَاكُمْ

        وَلِلزُّلْفٰى رَجَوْنَكُمْ


SA_AL_NAKUM SA_AL_NAKUM

WALIZUL_FAA ROJAU_NAKUM


Dengan perantaraan engkau kami memohon, dengan perantaraan engkau kami memohon,

Dengan mengharapkan do'amu kami dekat dengan Alloh,


وَفِيْ أَمْـرٍ قَصَدْ نَاكُمْ

        فَشُدُّوْا عَزْمَكُمْ لِلهِ


WA FII AM_RIN QOSHOD_NAAKUM

FAA SYUD_DUU 'AZ_MAKUM LIL_LAH


Dengan maksud perantaraan Engkau, untuk tercapai urusan kami,

Karenanya kokohkanlah tujuan kami karena Alloh.


فَيَارَبِّيْ بِسَادَاتِىْ

     تَحَقَّقْ لِيْ إِشَارَتِىْ


FAA YAA ROBBI BII SAADAATI,

TAHAQ_QOQ_LII I_SYAAROTII,


Maka wahai Tuhan kami, dengan perantaraan para wali ,

Berikanlah kebenaran petunjuk-Mu kepada kami.


عَسٰى تَأْتِىْ بِشَارَتِىْ

     وَ يَصْفُوْ وَقْـتُنَا لِلهِ


ASAA TA’TII BI_SYAA_ROO_TI,

WA YASH_FUU WAQ_TUNA LIL_LAH


Semoga lekas datang kebahagiaan kami,

Dan semoga kami bisa menentukan waktu untuk beribadah karena Alloh


بِكَشْفِ الْحُجْبِ عَنْ عَيْنِىْ

      وَ رَفْعِ اْلبَيْنِ مِنْ بَيْنِىْ


BI KASY_FIL KUJ_BI 'AN ‘AINI

WA ROF_’IL BAINI MIN BA_I_NI 


Dengan terbukanya tabir penutup mata kami,

Dan menaikkan (hilang) penghalang antara kami dengan Alloh,


وَطَمْسِ اْلكَيْفِ وَاْلأَيْنِ

       بِنُوْرِالْوَجْهِ يَا اَللهُ


WA THOM_SIL KAI_FA WAL AINI,

BINUU_RIL WAJ_HI YAA ALLOH


Dan dimana ada keraguan itu maka akan sirna,

Dengan cahaya wajah Engkau Ya Alloh.


صَلَاةُ اللهِ مَوْلَنَا

       عَلىٰ مَنْ بِالْهُدٰى جَانَا


SHOLATULLOHI MAU_LANA

'ALA MAN BIL HUDAA JAANAA


Wahai Tuhan pelindung kami, berikanlah kesejahteraan,

Kepada orang yang  membawa petunjuk kepada kami.


وَمَنْ بِاْلحَقِّ أَوْلَنَا

      شَفِيْعِ اْلخَلْقِ عِنْدَ اللهِ


WA MAN BIL HAQ_QI AU_LAA_NAA

SYAFII-‘IL KHOLQI ‘IN_DAL_LOH


Dan orang yang membimbing kami dengan kebenaran (Yaitu Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam),

Yang dapat memberikan Syafa'at (pertolongan) kepada makhluk dari sisi Alloh.


الفاتحة...


FADHILAH/KEUTAMAAN/KHASIAT BACAAN/WIRID ISTIGHOTSAH


1) Surah Al-Fatihah الفَاتِحَة


Diantara fadhilah Surah Al-Fatihah:


a. Barang siapa yang istiqomah ( secara terus-menerus atau utun) dalam membaca Surah Al-Fatihah setiap selesai sholat fardhu sebanyak 7 kali, maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan membuka pintu kebaikan kepada orang tersebut dan akan dicukupi apa yang menjadi kepentingan agama. Dan jika dibaca sebanyak 20 kali setiap selesai sholat fardhu, maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan mengabulkan maksud dari orang tersebut.


b. Telah disebutkan dalam hadits Nabi, yang artinya “Barangsiapa membaca surah Al-Fatihah maka seakan-akan sama halnya dengan membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran."


۲-.أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ


2. AS_TAGH_FIRULLOHAL 'A_DHIM.


Artinya: Saya mohon ampun kepada Alloh Yang Maha Agung,


Diantara fadhilah istighfar:


a. Syaikh Ma’ruf Al-Kurkhi menceritakan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Abdullah bin Umar yang maksudnya adalah pada suatu hari ada seorang lelaki dating kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam, seraya berkata, “wahai Rasululloh, Tunjukkan kepada kami amal apakah yang jika kami lakukan dapat menyebabkan kami masuk surga?”.
Rasulullah menjawab, “Kamu jangan mudah marah-marah”, orang tadi menjawab, “kami tidak mampu untuk menahan marah, wahai Rasululloh”. Kemudian Rosululloh menjawab: “Jika kamu tidak mampu untuk menahan amarah, maka bacalah Istighfar kepada Alloh dalam seharinya 70 kali setiap selesai sholat Ashar, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah dikerjakan selama 70 tahun”. Lelaki tersebut berkata lagi, “Jika dosa kami tidak mencapai sebesar itu bagaimana?”, Rasulullah menjawab: “Alloh akan mengampuni dosa-dosa keluarga/kerabatmu”


b. Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassalam bersabda : “Mohonlah ampun (kamu sekalian) kepada Tuhanmu, sesungguhnya aku mohon ampun dan bertaubat 100 kali kepada Alloh dalam setiap harinya."


c. Firman Alloh Ta’ala : “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan memohon ampunlah kepada-NYA. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima Taubat”


۳-.لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ


3. LAA KHAULA WALA QUW_WATA IL_LA BIL_LAHIL 'ALIY_YIL 'A_DHZIIM


Artinya: Tidak ada tenaga dan upaya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Alloh dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung,


Diantara fadhilahnya :


a.  Nabi Sholallohu 'Alaihi Wassalam, bersabda yang maksudnya : "Barang siapa membaca kalimat tersebut sebanyak 100 kali dalam setiap harinya, maka selamanya tidak akan dilanda kefakiran."


b.  Barang siapa membaca kalimat tersebut sebanyak 300 kali dalam setiap harinya, maka Alloh akan membuka kepentingan atau menghilangkan kesusaha orang tersebut.


٤-.لَا حَوْلَ وَلَا مَلْجَأَ مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ


4. LAA KHAU_LA WALA MAL_JA_A MINAL_LOHI IL_LA ILA_IH


Artinya: Tidak ada tempat perlindungan dari Allah kecuali hanya kepada-NYA.


Diantara fadhilahnya :


“Barang siapa dalam keadaan masyakkot (kesulitan) atau hatinya tidak tenang kemudian membaca kalimat tersebut dengan istiqomah maka Alloh akan melapangkan dada dan memberi keselamatan kepada orang tersebut.”


۵-.أللَّهُمَّ صَلِّي وسلم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ


5. ALLOHUM_MA SHOL_LI WA SALAM 'ALA SAY_YIDINA MUHAM_MAD WA 'ALA AALI SAY_YIDINA MUHAM_MAD


Artinya: wahai ALLOH Limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam berserta keluarganya.


Diantara fadhilahnya adalah :


a. Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam bersabda : "Barang siapa memberbanyak bacaan sholawat kepadaku, maka ALLOH akan memberi kekayaan yang tidak bisa fakir selamanya"


b. Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam bersabda yang maksudnya, “Barang siapa yang membaca sholawat kepadaku, maka para Malaikat akan memintakan ampunan kepada ALLOH terhadap orang tersebut. Barang siapa dimintakan ampun oleh Malaikat, maka ALLOH akan mengasihani kepada orang tersebut sesuatu yang ada di tujuh langit, tujuh bumi, dan tujuh lautan, begitu pula tumbuh-tumbuhan serta hewan akan memintakan ampunan kepadanya.


c. Anjuran membaca sholawat atas Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam terantum dalam Quran Surah Al-Ahzab ayat 56.


 ٦-.يَا اَللهُ يَا قَدِيْمُ


6. YAA ALLOHU YAA QODIM


Artinya: Wahai Allah, wahai Dzat yang ada tanpa permualaan.


Diantara fadhilahnya :


a. Barang siapa dalam setiap gerak-geriknya selalu berdzikir dengan lafadz jalalloh (Alloh), maka orang tersebut akan dapat melihat sesuatu yang ajaib-ajaib, baik yang ada di langit atau di bumi, dan Alloh akan memberikan keistimewaan bahwa segala sesuatu yang ada akan tunduk kepadanya, sehingga umpama orang tersebut berkata pada pasir “Jadilah tepung!” niscaya pasir tersebut akan berubah menjadi tepung dengan izin ALLOH.


b. Barang siapa memperbanyak wirid asma Alloh “Yaa Qodiim” dengan istiqomah, Insya ALLOH orang tersebut akan disayangi oleh sesama manusia dan diberi selamat dari kejahatan orang-orang yang berwatak keras, sehingga orang yang berwatak keras tersebut akan tunduk padanya dan akan menuruti keinginannya tersebut.


۷-.يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ


7. YAA SAMII'U YAA BA_SHIR


Artinya: Wahai Alloh, wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat,


Diantara fadhilahnya:


a. Barang siapa yang banyak berdzikir dengan asma ALLOH “Yaa Samii’u” maka doanya mudah dikabulkan ALLOH, dan segala ucapannya akan selalu diperhatikan oleh orang lain yang mendengarkannya. Untuk itu patut sekali bagi para da’i atau mubaligh untuk memperbanyak dzikir dengan kalimat “ Yaa Allohu Yaa Samii’u


b. Barang siapa yang berdzikir asmaul husnaBh “Yaa Bashiir” maka ALLOH akan menampakkan kepadanya perkara-perkara yang samar dan tidak merasa takut akan urusan agama dan dunianya.


۸-.يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ


8. YAA MUB_DI'U YAA KHOLIQ


Artinya: Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada, wahai Dzat Yang Maha Pencipta,


Diantara fadhilahnya adalah :

a. Barang siapa yang banyak berdzikir dengan lafadz “Yaa Mubdi’u” maka ALLOH akan memberi hikmah dalam perkataannya kepada orang tersebut,


b. Barang siapa akan memulai segala sesuatu dengan disertai bacaan “Yaa Mubdi’u” maka ALLOH akan memberi berkah terhadap perkara tersebut,


c.       Lafadz “Yaa Khooliq”, saat ini sangat patut/diutamakan bagi para karyawan pengusaha untuk memperbanyak berdzikir dengan lafadz tersebut sehingga dalam hati akan tertanam bahwa segala sesuatu yang ia perbuat semata-mata sebagai perantara, sedangkan hakikatnya pencipta adalah ALLOH Subhanahu Wa Ta'ala.


۹-.يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ الله


9. YAA KHAFIIDH YAA NA_SHIR YAA WAKIILU YAA ALLOH


Artinya: Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan, wahai Dzat Yang Maha Menolong, wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba, Ya ALLOH,


Diantara fadhilahnya adalah :

a. Barang siapa saat bepergian selalu berdzikir lafadz “Yaa Hafiidz” maka ALLOH menjaganya selama dalam bepergian hingga pulang,


b. Barang siapa yang merasa takut (khawatir) jatuh dari sesuatu yang dirasanya berat serta banyak berdzikir dengan lafadz “Yaa Hafiidz” maka akan diselamatkan oleh Alloh,


c. Barang siapa yang berdzikir dengan lafadz “Yaa Nashiir” pada saat berdebat dengan orang lain, maka orang tersebut akan mendapat pertolongan dari ALLOH serta diberi kemenangan,


d. Barang siapa berdzikir dengan lafadz “Yaa Wakiil” maka ALLOH akan mencukupi kebutuhannya dan memberi rezeqi yang tiada terhingga banyaknya.


۱۰-.يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أسْتَغِيْثُ


10. YAA KHAY_YU YAA QOY_YUUM BIROKH_MATIKA AS_TA_GHIIST


Artinya: Wahai Dzat Yang Hidup, Yang terus menerus mengurus makhluknya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu,


Fadhilahnya adalah :


“Barang siapa berdzikir dengan lafadz tersebut di atas maka akan diberi kelapangan oleh ALLOH, dalam hal ini telah dibenarkan dalam hadits Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam yang artinya “Dari sahabat Anas ra dari Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam sesungguhnya beliau ketika dalam keadaan susah, kemudian beliau membaca “Yaa Hayyu Yaa Qoyyuumu birohmatika astaghiits”


۱۱-.لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ


11. LAA ILAHA IL_LA AN_TA SUB_KHANAKA IN_NI KUN_TU MINADH_DHZOLIMIIN


Artinya: Tiada Tuhan yang berhak disembah selain ENGKAU, Maha Suci ENGKAU, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat dzalim,


Fadhilahnya adalah :


Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam bersabda yang maksudnya kurang lebih ialah : “Barang siapa dalam keadaan yang rumit/sulit dipecahkan, apabila membaca kalimat tersebut, maka Alloh akan memberi kemudahan (kelapangan). Hal ini pernah diamalkan Nabi Yunus Alaihi Salam saat menghadapi situasi paling sulit, yaitu pada saat berada di dalam perut ikan. Akhirnya berkat do’a tersebut, maka Nabi Yunus atas izin Alloh dapat keluar dari perut ikan dengan selamat."


۱۲-.يَا لَطِيْفُ


12. YAA LA_THIIF


Artinya: Wahai Dzat yang Maha Lembut Kasih Sayangnya.


Jika seseorang selalu berdzikir dengan lafadz “Yaa Lathiif” maka yang sedih menjadi lapang, yang sakit menjadi sembuh, dan yang dibenci oleh pemimpin atau orang yang dzolim akan selamat dengan izin Alloh.


۱۳- يارحمن يارحيم


13. YAA ROKH_MAN YAA RO_KHIM


Artinya: Wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang,


Diantara fadhilahnya adalah :


a. Barang siapa yang selalu berdzikir "Yaa rohman Yaa Rohim" maka akan selalu mendapat ridho dari Alloh. Dan Alloh akan memandangnya dengan penuh kasih sayang,


b. Menurut riwayat dari pada Nabi Khidhir Alaihis Salam, “Barang siapa membaca “Yaa Allah Yaa Rohmaan" setelah sholat Ashar di hari Jum’at hingga terbenamnya matahari, kemudian berdo’a kepada Alloh, maka do’anya akan dikabulkan."


c.  Barang siapa yang selalu berdzikir "Yaa Rohim" dalam segala perkara baik lahir maupun bathin akan disayangi oleh sesama manusia walaupun orang yang berhati keras.


۱٤-.أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا


14. AS_TAGH_FIR_RULLOHAL 'A_DHIM, IN_NAHU KAANA GHOF_FAROO,


Artinya: Aku mohon ampun kepada Alloh Yang Maha Agung, sungguh Alloh Dzat Yang Maha Pengampun,


fadhilahnya adalah :


Istighfar ini lebih utama karena ditambah kalimat “Innahu Kaana Ghoffaroo”. Berkata para Ulama salaf : “Barang siapa banyak membaca “Astaghfirullahal ‘adziima innahu kaana ghoffaroo”, maka Alloh akan memberikan banyak barokah pada ilmunya, rizkinya, dan barokah anak-anaknya. Istighfar ini sebaiknya dibaca 70 kali setiap hari (kitab tafsir Darul Mantsur, karya Imam Abdur Rohman As Suyuthi)"


۱۵-.اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَـــيِّدِناَ مُحَمّــــَدٍ قَدْ ضـَاقَتْ حِـــيلَتِي أَدْرِكْـنِي يَا رَسُــولَ اللهِ


15. ALLOHUM_MA SHOL_LI WA SAL_LIM 'ALA SAY_YIDINA MUHAM_MADIN QOD_DHOQOT KHIILATII AD_RIK_NI YAA ROSULALLOH,


Artinya: wahai Alloh, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam, sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah aku. Wahai Rosululloh,


Fadhilahnya :


Barang siapa mempunyai hajat kemudian membaca sholawat ini 100 kali, maka Alloh akan mengabulkan segala permintaannya, dan juga bagi si pembaca akan dihindarkan dari kesusahan.
(Kitab Majmu' Ash-Sholawat)


16)  Sholawat Nariyah


١٦-.اَللّهُمَّ صَلِّ صَلَاًة كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ َويُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَـمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ


16. ALLOHUM_MA SHOL_LÌ SHOLAATAN KAAMÌLATAN WA SAL_LÌM SALAAMAN TAAM_MAN ‘ALA SAY_YÌDÌNAA MUHAM_MADÌN lL_LA_DZÌ TAN_HAL_LU BÌHÌL ‘UQODU, WA TAN_FARÌJU BÌHÌL KUROBU. WA TUQ_DHOO BÌHÌL HAWAA_Ì_JU WA TUNAALU BÌHÌR RO_GHO_I_BU, WA KHUS_NUL KHOWAATÌMÌ WA YUS_TAS_QOL GHOMAAMU BÌ WAJ_HÌHÌL KARÌÌMÌ, WA ‘ALAA AALÌHÌ, WA SHOH_BÌHÌ FII KUL_LI LAM_KHA_TIN WA NAFASIN BII 'ADADI KUL_LÌ MA’LUUMÌN LAKA


Artinya: Wahai Alloh limpahkanlah kemurahan dan kesejahteraan yang sempurna atas junjungan kita Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam yang dapat melepaskan beberapa ikatan atau kerepotan, menghilangkan kesusahan-kesusahan, mendatangkan hajat, mendapatkan beberapa kesenangan, husnul khootimah dan dicurahkan beberapa kehormatan sebab wajah yang mulia, dan semoga atas seluruh keluarga dan para sahabat beliau pada setiap saat dan nafas dengan sebanyak yang Engkau ketahui dengan kehormatan-MU, wahai Alloh yang Maha Belas Kasihan.


Fadhilahnya :


a. Barang siapa membaca sholawat nariyah sebanyak 10 kali ba’da sholat wajib secara istiqomah, insya Alloh akan ditingkatkan pangkat/derajatnya dan akan dimudahkan oleh Alloh rezeqinya.


b. Apabila dibaca setelah sholat shubuh sebanyak 40 kali, maka akan dipercepat oleh Alloh dari segala hajat/keinginannya. Dan apabila dibaca 1000 kali maka insya Alloh akan diberi karomah yang sangat tinggi.


17)   Sholawat Munjiyat


۱۷ .اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُـنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ. َوتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ. وَتُـطَهِّرُناَ بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئاَتِ. وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُـبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ. مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ


17. ALLAHUM_MA SHOL_LI 'ALA SAYYIDINA MUHAM_MADIN SHOLATAN TUN_JINA BIHA, MIN JAMI'IL AH_WALI WAL AFATI, WATAQ_DILANA BIHA JAMI'IL HAJATI, WA TU_THOH_HIRUNA BIHA, MIN JAMI'IS_SAYYI_AT, WATAR_FA'UNA BIHA, 'IN_DAKA A'LAD DAROJAT, WA TUBAL_LI GHUNA BIHA AQ_SHOL GHOYAT MIN JAMI'IL KHOI_ROTI FIL HAYATI WA BA'DAL MAMAT


Artinya: Wahai Alloh limpahkanlah kemurahan atas junjungan kami Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam, kemurahan yang dapat menyelamatkan kami dari segala huru-hara dan beberapa hama/penyakit/virus, serta dapat menghasilkan kami beberapa hajat, dapat membersihkan kami dari segala kejelekan, dapat mengangkat kami di hadapan Engkau kederajatan yang lebih tinggi, dapat menyampaikan kami menuju kebajikan yang paling jauh dalam kehidupan dan sesudah mati.


Fadhilahnya:


Barang siapa yang membaca sholawat munjiyat 1000 kali pada tengah malam kemudian memohon apa yang menjadi hajatnya, insya Alloh akan dikabulkan apa yang menjadi maksudnya, baik urusan dunia maupun akhiratnya,

(kitab Khozinatul Asror, karya Sayyid Muhammad Haqqi An-Nazili)


۱۸- .يَا بَدِيْعُ


18. YAA BADII'U


Artinya: Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya,


Fadhilahnya adalah:


Barang siapa selalu berdzikir dengan lafadz tersebut maka akan tercapai sesuatu ilmu yang dicita-citakan serta akan diberi kepahaman terhadap sesuatu yang tidak dipahaminya, dan Alloh akan mengalirkan hikmah dalam ucapannya.


۱۹- .يس فضيلة


Fadhilah Surah Yaasiin:


Kenapa para ulama dan para guru sangat menganjurkan untuk membaca surah Yaasiin, sehingga mereka membiasakan majelis-majelis rutin mingguan yang di dalamnya dibacakan surah Yasin bersama-sama?


Berikut ini di antara sabda-sabda Kanjeng Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi Wassallam tentang suroh Yasin.


1. Sesungguhnya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala membacakan suroh Thoha dan Yasin sebelum menciptakan langit dan bumi selama 1000 tahun. Malaikat yang mendengarkan belum ada yang tahu kedua suroh ini diciptakan untuk siapa kelak sehingga mereka mengatakan,


Betapa beruntung umat yg mendapatkan surah ini. Betapa beruntung perut-perut yang ditempati (suka membaca) surah ini. Betapa beruntung lisan-lisan yang sempat membaca surah ini.


2. Barang siapa membaca suroh Yasin pada malam hari karena mengharap ridho Alloh, akan diampuni seluruh dosanya oleh Alloh.


Bacakanlah suroh Yasin pada orang-orang yang sedang sakit, orang-orang yang akan meninggal atau orang-orang yang telah meninggal di antara kita, terlebih kepada orang tua kita dan para leluhur serta guru-guru kita. Karena setiap malam jum'at para leluhur akan mendatangi ke rumah-rumah keturunan mereka untuk meminta doa, namun kita kurang memperhatikan hal itu.


3. Segala sesuatu memiliki inti/hati/pusat. Hati dari Al Qur'an adalah suroh Yasin. Dan inti dari suroh Yasin yaitu:


سَلَٰمٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ


Arab-Latin:
Salaamun, qoulam mir robbir roḥim


Terjemah Arti:
Katakanlah kedamaian (salam/keselamatan) dari Tuhan Yang Maha Penyayang.


Kanjeng Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasalam dawuh (bersabda):


“Barangsiapa yang membaca surat yasin sepenuhnya dan ketika mencapai pada ayat 58 surat yasin tersebut diulang sebanyak 7 kali, maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan mempermudahkan mengabulkan hajatnya.”


Barangsiapa membaca suroh Yasin karena Alloh akan diampuni dosa-dosanya dan diberi balasan seakan-akan telah mengkhotamkan Al Qur'an sebanyak 22x.


4. Jika suroh Yasin dibacakan kepada orang yang akan meninggal, akan turun sepuluh malaikat pada setiap huruf yang dibaca. Mereka akan berdiri berjejer di kanan kirinya memohon rohmat (kasih sayang) dan ampunan kepada Alloh. Kemudian akan mengiringi dan menyaksikan ketika ia dimandikan, disholatkan, dan dikubur dalam tanah.


Oleh karena itu, mintalah kepada keluarga atau teman kita untuk membacakan suroh Yasin untuk kita/seseorang yang akan meninggal.


5. Jika kita/seseorang tersebut disempatkan membaca suroh Yasin sebelum meninggal, Alloh tidak akan mencabut nyawanya sebelum mengutus malaikat Ridwan penjaga surga untuk membawa air minum kepadanya. Setelah air tersebut diminum, maka ketika ia meninggal, ketika dalam kubur, sampai masuk ke dalam surga dalam keadaan segar karena sebab air telaga dari suroh Yasin tersebut.


6. Di dalam Al Quran ada sebuah surah yang dapat memberi syafaat kepada orang yang membaca dan memberi ampunan kepada orang yang mendengar, dinamakan surah Al Ma'mah, yang artinya:


"Barangsiapa membaca suroh Yasin akan diberikan Alloh kebaikan dunia akhirat."

Suroh Yasin Juga dinamakan suroh Ad Dafi'ah,yang artinya:


"Barangsiapa membaca Suroh Yasin, maka dapat mencegah segala kegoncangan/kekacauan di akhirat."


7. Diceritakan dalam al-Qur'an bahwa siksa kubur sangatlah pedih. Dengan membaca suroh yasin maka seseorang akan mendapat keutamaannya yaitu meringankan umat dari siksa kubur.


Kanjeng Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam bersabda:


“ Barangsiapa yang mengunjungi makam seseorang dan membacakan surot yasin maka pada hari itu Allah, meringankan siksa kubur mereka dan yang membaca akan diberikan kebaikan ahli kubur bagi sejumlah penghuni kubur di pekuburan itu (yaitu kita mudah berbuat kebajikan, seperti perbuatan ahli kubur di masa di dunia) .”


Apabila kita membaca suroh Yasin dimakam Wali Alloh, maka kita pun tidak akan kesulitan untuk melakukan amal ibadah, seperti amal ibadahnya Wali Alloh tersebut.


۲۰- .اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ , يَا رَبَّنَا وَإلَهَنَا وَسَيِّدَنَا أنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ


20. ALLOHU AK_BAR, ALLOHU AK_BAR, ALLOHU AK_BAR, YAA ROB_BANA WA ILA HANA WA SAY_YIDANA ANTA MAU_LANA FAN_SHUR_NA ‘ALAL QOU_MIL KAAFIRIIIN


Artinya: Alloh maha besar, Alloh maha besar, Alloh maha besar, Wahai Tuhan kami, sesembahan kami, Tuan kami, Engkau-lah penolong kami, menangkan kami atas orang­-orang kafir


Fadhilanya adalah :


a. Barang siapa membaca takbir "Allohu Ak_bar" seperti saat perang sabil (membela agama Alloh), maka takbir tersebut di hari qiyamat akan mempunyai nilai yang besar di hadapan Alloh serta lebih berat nilainya dibandingkan dengan beratnya langit dan bumi.


b. Barang siapa pada saat perang sabil membaca takbir "Allohu Ak_bar" dan tahlil "Laa illaha illalloh" dengan suara yang keras, maka orang tersebut akan mendapat ridho dari Alloh serta diikutkan golongan Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassalam dan Nabi Ibrahim 'Alaihi Salam, beserta para Nabi lainnya.


۲۱-. حَصَّنْتُكُمْ بِالْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ أبَدًا , وَدَفَعْتُ عَنْكُمُ السُّوْءَ بِألْفِ ألْفِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ


21. KHA_SHON_TUKUM BIL_KHAI_YIL QOY_YUMIL LA_DZI LAA YAMUUTU ABADAN, WADAFA’TU ‘AN_KUMUS_SUU_A BI AL_FI AL_FI LAA KHAU_LA WALA QUUWATA IL_LA BIL_LAHIL ‘ALIY_YIL A_DZIM


Artinya: Aku mohonkan pemeliharaan untuk kalian kepada Dzat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengatur hamba-NYA yang tidak pernah mati selamanya, dan aku tolak dan hindarkan dari kalian segala keburukan dengan sejuta bacaan “La haula wa la quwwata illa billaahil aliyyil adzim (Tidak ada tenaga dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)"


Diantara fadhilahnya adalah :


a. Disebutkan bahwa ada seorang Nabi sedang melihat kaumnya yang sangat kagum atas suatu kejadian dimana dalam tempo sebentar, terdapat 70.000 diantaranya yang mati, kemudian Alloh menurunkan wahyu kepada Nabi-NYA agar membaca kalimat tersebut di atas.


b. Disebutkan dalam Kitab Fathul Malik Al majid, karya Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi, bahwa jika kalimat tersebut sering dibaca, akan terhindar dari penyakit ain (sebangsa frustasi/linglung dan lain-lain).


۲۲-. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا عَلَى دَيْنِ الإسْلَامِ


22. ALHAM_DULIL_LAHIL LA_DZI AN’AM ALAINA WA HADAANAA ‘ALA DIINIL IS_LAAM


Artinya: Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan kita nikmat dan petunjuk kepada agama Islam,


Fadhilahnya adalah :


a. Alloh berfirman dalam Surat Ibrohim ayat 7, yang maksudnya adalah "barang siapa bersyukur kepada Alloh atas segala nikmat yang telah diberikan kepadanya, maka Alloh akan menambah nikmat tersebut, tetapi  jika seseorang ingkar atas nikmatnya, sesungguhnya siksaan Alloh sangat pedih."


b. Barang siapa membaca doa ini 3x dalam sehari semalam, insya Alloh, dikala musibah kematian datang, dalam keadaan islam & khusnul khotimah.


۲۳- .بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ,

بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ,

بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ,

بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ


23. BIS_MIL_LAHI MA_SYA ALLOH LAA YASUQUL KHIRO IL_LA ALLOH,

BIS_MILLAHI MA_SYA ALLOH LAA YASH_RIFUS_SUU_A IL_LA ALLOH,

BIS_MILLAH MA_SYA ALLOH MAA KAANA MIN NI’MATIN FAMINA ALLOH,

BIS_MILLAH MA_SYA ALLOH LAA KHAU_LA WALA QUW_WATA IL_LA BIIL_LAHIL 'ALIY_YIL A_DZIM.


Artinya:
Dengan nama Alloh yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak Alloh, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Alloh,

Dengan nama Alloh yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak Alloh, tidak ada yang menyingkirkan keburukan kecuali Alloh.

Dengan nama Alloh yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak Alloh, tidak ada kenikmatan melainkan dari Alloh.

Dengan nama Alloh yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak Alloh, Tidak ada tenaga dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.


Fadhilahnya adalah :


Imam Suyuthi dalam kitab Al- Mirjan dari Abdullah bin Abbas berkata, bahwa Nabi Khidhir Alaihis Salam dan Nabi Ilyas 'Alaihis Salam bertemu pada setiap musim haji, kemudian menjelang waktu perpisahannya, sama-sama berdo’a dengan bacaan-bacaan tersebut di atas. Setelah itu Abdullah bin Abbas berkata,


“Barang siapa membaca do’a tersebut setiap sore (ashar) sebanyak 3 kali, maka Alloh memberi selamat kepadanya  dari tenggelam, kebakaran, pencurian, gangguan syetan dan rasa dzolim seta dari binatang-binatang yang berbisa.


٢٤-.سَألْتُكَ يَا غَفَّارُ عَفْوًا وَتَوْبَةً وَبِالْقَهْرِ يَا قَهَّارُ خُذْ مَنْ تَحَيَّلَا


24. SA_AL_TUUKA YAA GHOF_FAR AF_WAN WA TAU_BATAN WABIL QOH_RI YAA QOH_HAR KHUDZ MAN TAHAY_YALA


Artinya: Wahai Alloh, aku memohon ampunan dan taubat yang diterima kepada-MU Wahai Alloh Yang Maha Pengampun, dan dengan kekuatan dan kekuasaan-MU Wahai Dzat Yang Maha Mengalahkan, tundukkan dan hukumlah orang yang melakukan tipu muslihat dan ingin mencelakai kami.


Diantara fadhilahnya adalah :

a. Barang siapa berdzikir dengan kalimat “Yaa Ghoffar” setelah sholat jum’at 100 kali, maka Nampak tanda-tanda orang yang mendapat pengampunan dari Alloh.


b.      Lafadz “Yaa Qohhar” : Barang siapa yang selalu berdzikir dengan lafadz tersebut, maka akan mendapat kehilangan rasa kagum terhadap sesuatu selain Alloh, serta untuk menjernihkan hati dari segala sesuatu yang bersandar pada keduniaan semata.


۲۵- .وَعَطِّفْ قُلُوبَ الْعَالَمِيْنَ بِأَسْرِهَا عَلَيَّ وَأَلْبِسْنِيْ قَبُولاً بِشَلْمَهَتْ ،

نَرُدُّ بِكَ الْأَعْدَاءَ مِنْ كُلِّ وِجْهَةٍ وَبِالْإِسْمِ نَرْمِيْهِمْ مِنَ الْبُعْدِ بِالشَّتَتْ


25. WA ‘ATH_THIF QULUBAL ‘ALAMINA BI AS_RIHA ‘ALAI_YA WA AL_BIS_NI QOBULAN BI_SYAL_MAHAT,

NARUD_DU BIKAL A’DAA_A MIN KUL_LI WIJ_HATIN, WABIL IS_MI NAR_MIHIM MINAL BU’DI BISY_SYATAT.


Artinya: Lunakanlah hatinya orang-orang sejagat, agar mereka senang dengan kami, kabulkanlah permohonan kami.

Dengan nama-MU Wahai Alloh, kami menolak musuh-musuh dari segala arah, dan dengan nama-MU pula mereka kami lempar dari jauhan sehingga mereka menjadi rusak,


Diantara fadhilahnya :


a. Barang siapa yang selalu membaca Hizib pertama di atas setiap sehari semalam sebanyak 7 kali, maka orang tersebut akan memperoleh kemuliaan, do’anya akan dikabulkan dan setiap orang yang tahu  atau kenal akan menaruh rasa senang kepadanya,


b. Hizib yang kedua di atas jika dibaca di hadapan musuh sebanyak 3 kali, maka mulutnya akan terasa terkunci (sulit berbicara) serta kakinya merasa bergetar ketakutan,


۲٦- .مَا شَاءَ اللهُ


26. MA_SYA ALLOH


Artinya:
Segala sesuatu terjadi karena kehendak Alloh.

Fadhilahnya :


Abuya Doktor Kyai Haji Musta'in Romli berkata:


"Barang siapa yang sering membaca lafadz tersebut maka, apa yang menjadi keinginannya akan Alloh wujudkan dengan cepat"


۲۷- .يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ يَاذَالْبَطْشِ الشَّدِيْدِ , خُذْ حَقَّنَا وَحَقَّ الْمُسْلِمِيْنَ مِمَّنْ ظَلَمنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَتَعَدَّى عَلَيْنَا وَعَلَى الْمُسْلِمِيْنَ


27. YAA JAB_BAR, YAA QOH_HAR YAA DZAL_BATH_SYISY_SYADIIDI KHUDZ HAQ_QONA WA HAQ_QOL MUS_LIMINA MIM_MAN DHOLAM_NA WAL MUS_LIMIN WATA’AD_DA 'ALAINA WA ‘ALAL MUS_LIMIN,


Artinya: Wahai Dzat yang Maha Mengalahkan, Maha Menundukkan, Dzat yang keras azab-NYA, ambilkan hak-hak kami dan hak-hak umat Islam dari orang-orang yang menzhalimi kami dan menzhalimi umat Islam, yang telah menganiaya kami dan menganiaya umat Islam.


Fadhilahnya:


Hizib tesebut di atas jika dibaca pada saat keluarnya matahari atau di tengah malam hari (pas jam 00:00) dapat merusak orang-orang yang berbuat dzolim.


Sayyidul Istighfar          

  

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ


ALLOHUM_MA AN_TA ROB_BI LAA ILAAHA IL_LAA ANTA KHOLAQ_TANII WA ANAA ‘AB_DUKA WA ANAA ‘ALAA ‘AH_DIKA WA WA’DIKA MAS_TA_THO’_TU A’UU_DZU BIKA MIN SYAR_RI MAA SHONA’TU ABUU_U LAKA BINI’ MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU-U BI_DZAN_BII FAGH_FIR LII FA IN_NAHU LAA YAGH_FIRUDZ_DZUNUUBA IL_LA ANTA.


Artinya : Wahai Alloh, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang Layak/Patut disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hamba Engkau dan aku berjanji setia kepada Engkau semampuku. Aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan yang aku perbuat. Aku telah Engkau bantu dengan Nikmat Engkau kepada aku dan aku telah berdosa/bersalah kepada Engkau, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang bisa mengampuni dosa/kesalahan aku kecuali Engkau”

(HR. Bukhari no. 6306)


Fadilah Atau Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar:


a. Baginda Nabi Sholallohu 'Alaihi Wassalam, bersabda yang maksudnya:


"Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka ia termasuk penduduk surga.”
(HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)


b. Kanjeng Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassalam, pernah bersabda: 

Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat derajatnya disurga, maka iapun berkata : Bagaimana ini bisa untukku? Maka dikatakan : disebabkan anakmu beristighfar (memohonkan ampun) untukmu."
(HR. Ahmad, Al Baihaqi)

‘Ibadalloh Rijalalloh


عِبادَ اللهِ عِبَادَ اللهِ، 

       أَغِيْثُنَا لِأَجْلِ اللهِ،


IBADALLOH RIJALAL_LOH

A_GHI_TSUNALI AJ_LIL_LAH,,


Wahai hamba-hamba Alloh, wahai hamba-hamba Alloh,

Tolonglah kami karena Alloh


وَكُوْنُوْ اعَوْنَنَا لِلهِ، 

      عَسٰى نَحْظٰى بِفَضْلِ اللهِ،


WAKUUNU 'AU_NANAA LIL_LAAH
'ASAA NAKH_DHOO BIFADH_LIL_LAH


Dan Jadilah kalian penolong kami karena Alloh,

Semoga tercapai hajat dengan anugerah Alloh,


وَ يَا أَقْطَابُ وَ يَا أَنْجَابُ،

            وَ يَا سَادَاتُ وَ يَا أَحْبَابُ،


WA YAA AQ_THOOB WA YAA AN_JAB,

WA YAA SAADAT WA YAA AH_BAB


Dan Wahai para penghulu seluruh para wali,  dan wahai para wali yang dermawan,

wahai para sayyid dan habaib,


وَأَنْتُمْ يَا أُوْلِى اْلأَ لْبَابِ

          تَعَالَوْا وَانْصُرُوْا لِلهِ


WA AN_TUM YAA ULIL AL BAB

TA’AA LAU, WAN SUR_RU LIL_LAH


Dan engkaulah yang memiliki akal sempurna,

Datanglah dan tolonglah aku karana Alloh,


سَأَلْنَاكُمْ سَأَلْنَاكُمْ

        وَلِلزُّلْفٰى رَجَوْنَكُمْ


SA_AL_NAKUM SA_AL_NAKUM

WALIZUL_FAA ROJAU_NAKUM


Dengan perantaraan engkau kami memohon, dengan perantaraan engkau kami memohon,

Dengan mengharapkan do'amu kami dekat dengan Alloh,


وَفِيْ أَمْـرٍ قَصَدْ نَاكُمْ

        فَشُدُّوْا عَزْمَكُمْ لِلهِ


WA FII AM_RIN QOSHOD_NAAKUM

FAA SYUD_DUU 'AZ_MAKUM LIL_LAH


Dengan maksud perantaraan Engkau, untuk tercapai urusan kami,

Karenanya kokohkanlah tujuan kami karena Alloh.


فَيَارَبِّيْ بِسَادَاتِىْ

     تَحَقَّقْ لِيْ إِشَارَتِىْ


FAA YAA ROBBI BII SAADAATI,

TAHAQ_QOQ_LII I_SYAAROTII,


Maka wahai Tuhan kami, dengan perantaraan para wali ,

Berikanlah kebenaran petunjuk-Mu kepada kami.


عَسٰى تَأْتِىْ بِشَارَتِىْ

     وَ يَصْفُوْ وَقْـتُنَا لِلهِ


ASAA TA’TII BI_SYAA_ROO_TI,

WA YASH_FUU WAQ_TUNA LIL_LAH


Semoga lekas datang kebahagiaan kami,

Dan semoga kami bisa menentukan waktu untuk beribadah karena Alloh


بِكَشْفِ الْحُجْبِ عَنْ عَيْنِىْ

      وَ رَفْعِ اْلبَيْنِ مِنْ بَيْنِىْ


BI KASY_FIL KUJ_BI 'AN ‘AINI

WA ROF_’IL BAINI MIN BA_I_NI 


Dengan terbukanya tabir penutup mata kami,

Dan menaikkan (hilang) penghalang antara kami dengan Alloh,


وَطَمْسِ اْلكَيْفِ وَاْلأَيْنِ

       بِنُوْرِالْوَجْهِ يَا اَللهُ


WA THOM_SIL KAI_FA WAL AINI,

BINUU_RIL WAJ_HI YAA ALLOH


Dan dimana ada keraguan itu maka akan sirna,

Dengan cahaya wajah Engkau Ya Alloh.


صَلَاةُ اللهِ مَوْلَنَا

       عَلىٰ مَنْ بِالْهُدٰى جَانَا


SHOLATULLOHI MAU_LANA

'ALA MAN BIL HUDAA JAANAA


Wahai Tuhan pelindung kami, berikanlah kesejahteraan,

Kepada orang yang  membawa petunjuk kepada kami.


وَمَنْ بِاْلحَقِّ أَوْلَنَا

      شَفِيْعِ اْلخَلْقِ عِنْدَ اللهِ


WA MAN BIL HAQ_QI AU_LAA_NAA

SYAFII-‘IL KHOLQI ‘IN_DAL_LOH


Dan orang yang membimbing kami dengan kebenaran (Yaitu Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam),

Yang dapat memberikan Syafa'at (pertolongan) kepada makhluk dari sisi Alloh.


Fadilah Atau Keutamaan Membaca ‘Ibadalloh Rijalalloh


Pembacaan sholawat ini mengandung doa permohonan yang melibatkan para wali Alloh untuk membantu dalam memohon kepada Alloh. Agar dari wasilah para wali dan orang-orang sholeh Alloh berkenan mengabulkan permohonan dan hajat kita semua. Sholawat ini juga biasa dibaca setelah membaca manaqib Sulthon 'Awliya' Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al Jailani Al Hasani Rodhiallohu'anhu.

Bagi sahabatku yang membaca artikel ini, apabila mau mengamalkan silahkan dibaca ba'da sholat shubuh, untuk siar jikalau ada yang kurang jelas, bisa menghubungi saya Asyauri al makhdumi, santri njoso darul 'ulum di nomor WA 0895365274383,


Semoga Alloh redho kepada kita, memberikan keberkahan dalam kehidupan kita, & di akherat digolongan bersama para wali Alloh (awliya'illah)

Read More