Sabtu, 29 Agustus 2020

RAHASIA BESAR DIBALIK 10 MUHARROM

Dari Sayyidina Abdullah bin Abbas Rodhiallohu 'anhu. berkata Rosululloh ﷺ. bersabda:

"Siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharrom) maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan memberi kepadanya pahala 10.000 malaikat dan siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharrom) maka akan diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumroh, dan 10.000 pahala orang mati syahid,
siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Dan barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari ‘Asyuro, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh umat Rosululloh ﷺ. yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."

Lalu para sahabat bertanya :

"Ya Rosululloh, adakah Alloh telah melebihkan hari ‘Asyuro dari pada hari-hari lain?"

Maka bersabda Rosululloh ﷺ:

" Ya, memang benar, Alloh Ta’ala menjadikan langit dan bumi pada hari ‘Asyuro, menjadikan laut pada hari ‘Asyuro, menjadikan bukit-bukit pada hari ‘Asyuro, menjadikan Nabi Adam Alaihi salam dan juga Sayyidatuna Hawa Rodhisllohu Anha, pada hari ‘Asyuro, lahirnya Nabi Ibrohim Alaihi Sallam juga pada hari ‘Asyuro, dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menyelamatkan Nabi Ibrahim Alaihi Salam dari api juga pada hari ‘Asyuro, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menenggelamkan Fir'aun pada hari ‘Asyuro, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub Alaihis Sallam pada hari ‘Asyuro, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menerima taubat Nabi Adam Alaihi Salam pada hari ‘Asyuro, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala mengampunkan dosa Nabi Daud Alaihi Salam pada hari ‘Asyuro, Alloh Subhanahu Wa Ta'ala mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman Alaihis Salam juga pada hari ‘Asyuro, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Asyuro!".

Dari hadits tersebut terdapat setidaknya 12 kejadian besar dibalik 10 Muharrom.

Hadits lainnya:

Artinya: “Ia adalah hari mendaratnya kapal Nuh di atas gunung “Judi” lalu Nuh berpuasa pada hari itu sebagai wujud rasa syukur.”
(Hadits Riwayat Ahmad)

Dalam kitab Irsyadul Ibad dikisahkan ada seorang Hakim kaya raya di kota Array. Pada hari Asyuro datang Pengemis kepadanya dan berkata:

“Demi kemuliaan hari ini, saya mohon agar tuan sudi memberikan 10 roti, 5 daging, dan uang 2 dirham untuk keluarga saya di rumah.”


Hakim pun berjanji akan memberikannya selepas zuhur. Namun hingga waktu asar, si Hakim tak kunjung memberikannya. Ia pulang dengan membawa kekecewaan.
Di tengah perjalanan, si Pengemis bertemu dengan seorang Nasroni. Pengemis itu pun mengatakan hal sama yang dikatakannya kepada Hakim tadi.

“Memang hari apa ini?” tanya si Nasroni.

Lalu dijelaskanlah tentang keutamaan² hari Asyuro oleh si Pengemis tadi.
Mengetahui keagungan hari Asyuro, si Nasroni memberikan lebih dari apa yang si Pengemis minta; 10 qofizah gandum, 100 daging, dan 20 dirham.

Malam harinya, si Hakim tadi bermimpi melihat 2 istana megah yang dibangun dari emas dan dari yakut. Ia lantas bertanya:

“Istana siapakah ini?”

Di jawabnya malaikat :

“Jika engkau memberikan sedikit hartamu saja untuk si Pengemis tadi ,niscaya istana ini menjadi milikmu, tetapi istana ini sekarang milik orang Nasroni.”

Ketika bangun, si Hakim bergegas ke rumah Nasroni tersebut . Dihadapan si Nasrani, si Hakim brkata:

“Juallah amal baikmu atas Pengemis tadi kepadaku. Akan ku beli dengan 100 dirham.”

“Wahai Hakim, amal yang diterima itu mahal. Meskipun dengan dunia dan isinya, aku tidak akan menjualnya,” terang si Nasrani.

“Tapi engkau bukan seorang Muslim!” heran si Hakim.

Ketika itu juga (pasca mengetahui mimpi si Hakim) si Nasroni itu pun mengucapkan dua kalimah syahadat.

Dalam kitab Kitab I’anatut Tholibin disebutkan sebuah hadis sohih dari Sayyidina Abi Huroiroh Rodhiallohu 'Anhu. bahwa Rosululloh ﷺ telah bersabda :

"Sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada Bani Isroil untuk berpuasa sehari dalam setahun, yaitu puasa ‘asyuro’, dia adalah hari ke sepuluh pada bulan Muharom, maka berpuasalah kalian pada hari tersebut, dan luaskanlah atas kluarga kalian dalam hal nafkah pada hari tersebut, karna barang siapa yang meluaskan pada keluarganya dari hartanya, maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala akan meluaskan permintaan padanya pada tahun tersebut."

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari Asyuro' yaitu:

1. Alloh Ta’ala telah menerima taubat Nabi Adam Alaihi Salam dan akhirnya Nabi Adam Alaihi Salam. menjadi bersih.

2. Alloh Ta’ala telah mengangkat Nabi Idris Alaihi Salam. ke tempat yang tinggi (yaitu ke langit ke empat, pendapat lain ke surga dan Nabi Idris sampai sekarang masih hidup).

3. Alloh Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Nuh Alaihi Salam. dari perahu. (ketika terjadi banjir topan selama enam bulan).

4. Alloh Ta’ala telah menyelamatkan Nabi Ibrohim Alaihi Salam. dari kobaran api. (ketika dibakar oleh Raja Namrudz).

5. Alloh Ta’ala telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa Alaihi Salam.

6. Alloh Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Yusuf Alaihi Salam dari penjara.

7. Alloh Ta’ala telah mengembalikan penglihatan kepada Nabi Ya’kub Alaihi Salam. ayah Nabi Yusuf Alaihi Salam (Nabi Ya’kub Alaihi Salam. menjadi buta karena kebanyakan menangis, menangisi nasib Nabi Yusuf Alaihi Salam. yang dimakan binatang buas di hutan menurut cerita saudara-saudaranya).

8. Alloh Ta’ala telah menyembuhkan penyakit Nabi Ayub Alaihi Salam. (sakit selama tujuh tahun, sampai diasingkan oleh masyarakat, istri-istrinyanya pun minta cerai kecuali istri yang bernama Rohmah).

9. Alloh Ta’ala telah mengeluarkan Nabi Yunus Alaihi Salam. dari perut ikan Hiu.(selama tiga hari tiga malam berada di perut ikan).

10. Alloh Ta’ala telah membelah lautan untuk kaum Bani Isroil. (dengan tongkat Nabi Musa Alaihi Salam. yang akhirnya Fir'aun (raja mesir) juga mati tenggelam bersama bala tentaranya).

11. Alloh Ta’ala telah mengampuni kesalahan Nabi Daud Alaihi Salam. (para Nabi dan Rosul itu maksum, suci dari dosa. Kesalahan dalam ukuran mereka adalah melakukan ketidakpatutan menurut adab seorang Nabi).

12. Alloh Ta’ala telah memberikan kerajaan kepada Nabi Sulaiman Alaihi Salam. (waktu itu Nabi Sulaiman Alaihi Salam. baru berusia 13 tahun, dan akhirnya Nabi Sulaiman Alaihi Salam. menjadi manusia terkaya yang pernah ada di muka bumi ini).

13. Alloh Ta’ala telah mengampuni kesalahan-kesalahan Nabi Muhammad ﷺ. yang sudah terjadi maupun yang belum, (Rasulullah ﷺ. dan para Rosul yang lain itu maksum artinya dijaga dari berbuat dosa. Maksud dari mengampuni kesalahan Rasulullah ﷺ adalah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala semakin menyucikan beliau saw dan menjauhkannya dari dosa)

14. Pada hari ‘asyuro’ tersebut, adalah awal mula Alloh Ta’ala menciptakan alam dunia ini.

15. Pada hari ‘asyuro’ tersebut Alloh Ta’ala telah menurunkan hujan dari langit untuk yang pertama kali.

16. Dan pada hari ‘asyuro’ tersebut Alloh Ta’ala juga telah menurunkan rohmat (kasih sayang) yang pertama ke muka bumi ini.

Artinya pada hari ‘asyuro’ Alloh Ta’ala telah menolong dan menyelamatkan para Rosul dan Nabi-NYA dari berbagai macam masalah yang dihadapinya. Atau dengan kata lain, bahwa pada hari ‘asyuro' ini adalah hari kemenangan bagi para kekasih Alloh Ta’ala,

Mudah-mudahan berkat para Nabi dan Rosul, terutama Rosululloh muhammad ﷺ berkat wali-wali Alloh semoga kita semua pada hari ‘asyuro’ juga diberi oleh Alloh Ta’ala ampunan dari segala dosa, kesembuhan dari segala penyakit, pertolongan, kemenangan, keselamatan, keberhasilan, kesuksesan, ketenangan, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

ﺍﻣﻴﻦ ﺍﻣﻴﻦ ﺍﻣﻴﻦ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ...
Read More

Selasa, 25 Agustus 2020

KEBURUKAN ORANG MALAS BERSHOLAWAT & WAQTU YANG DIANJURKAN MEMBACA SHOLAWAT

KEBURUKAN DARI ORANG YANG TIDAK MAU SHOLAWAT SAAT NAMA NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASSALLAM DISEBUT/KITA MEMBACANYA DALAM TULISAN
&
WAKTU YANG DIANJURKAN UNTUK MEMBACA SHOLAWAT

Di dalam Surat Al-Ahzab ayat 56 Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:
“Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-NYA selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman haturkan sholawat dan ucapkan salam kepadanya."

Berangkat dari ayat ini para ulama sepakat bahwa hukum membaca sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah wajib bagi setiap orang muslim.

Riwayat dari sayyidina Ibnu Abdil Al Barr sebagaimana dikutip oleh Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani menuturkan:

أجمع العلماء على أن الصلاة على النبي ﷺ فرض على كل مؤمن بقوله تعالى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:
“Para ulama telah sepakat bahwa bersholawat kepada Nabi ﷺ adalah wajib bagi setiap orang muslim berdasarkan firman Alloh Q.S AL AHZAB Ayat 56 di atas.
(Yusuf bin Ismail An-Nabhani, dalam kitab Afdlalus Sholawat ‘ala Sayyidis Sadat)


Kata sholawat (الصلاة) menurut bahasa adalah berdo’a untuk kebaikan, jika kata Sholawat disandarkan pada Allah Ta’ala, maka mempunyai arti penambahan nikmat yang disertai dengan pengagungan dan penghormatan.

Ada riwayat dari Sayyidina Ibnu Abbas, mengatakan:

"Sholawat dari Alloh berarti Rohmat (kasih sayang), dan jika dari hamba berarti do’a dan jika dari malaikat berarti memintakan ampunan."
(kitab Aqidatul Awam, kitab pelajaran tauhid yang Rosululloh Shollalloh 'Alaihi Wassallam ajarkan kepada KH. Ahmad marzuqi, jakarta)


Di antara kejelekan-kejelekan yang dituturkan Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam dalam berbagai hadits bagi orang yang enggan atau malas bersholawat ketika nama beliau disebut adalah sebagai berikut:

1. Dijauhkan dari rohmat (kasih sayang) Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Ada banyak hadits dengan redaksi yang berbeda-beda yang menuturkan tentang kejelekan ini, bahwa orang yang enggan bersholawat ketika mendengar nama Rosul ﷺ disebut akan dijauhkan dari rohmat (kasih sayang) Alloh. Salah satunya hadits dari Sayyidina Abu Huroiroh yang menceritakan bahwa satu ketika Rosululloh ﷺ naik ke atas mimbar lalu beliau mengucapkan kata "aamien" hingga tiga kali. Saat ditanyakan perihal tersebut beliau menuturkan bahwa malaikat Jibril baru saja mendatang. Ia berkata:

“Barangsiapa yang mendapati bulan Romadhon namun dosanya tidak terampuni maka ia masuk neraka.
Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjauhkannya dari rohmat.
Katakan aamien, wahai Muhammad!”


Maka kemudian Rosululloh ﷺ menjawab:

“aamien.”

Kemudian Malaikat Jibril Alihi Sallam berkata lagi:

“Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya lanjut usia lalu ia tidak berbakti kepadanya dan ia meninggal dunia, maka ia masuk neraka.
Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjauhkannya dari rohmat.
Katakan aamien!”


Maka Rosululloh ﷺ menjawab:

“aamien.”

Kemudian malaikat Jibril berkata lagi:

“Orang yang disebutkan namamu namun ia tak bersholawat kepadamu lalu ia meninggal dunia, maka ia masuk neraka.
Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menjauhkannya dari rohmat.
Katakan aamien!”


Maka Rasulullah menjawab:

“aamien.”

2. Orang yang tidak mau membaca sholawat saat mendengar nama Rosululloh ﷺ disebut digambarkan oleh Rosululloh sebagai orang yang yang hidungnya yang berdebu.

Hadits tentang ini banyak diriwayatkan dalam berbagai kitab hadits di antaranya oleh Imam Turmudi:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

Artinya:
“Berdebu hidung seseorang yang namaku disebut di sisinya namun ia tak mau bersholawat kepadaku.”

Kalimat raghima anfu (hidungnya berdebu) dimaknai oleh sebagian ulama sebagai kerendahan dan kehinaan.

Imam Qurtubi menjelaskan bahwa kalimat itu bisa bermakna bahwa Alloh membanting orang tersebut hingga jatuh pada hidungnya dan menghancurkannya.

Sebagian Ulama berpendapat bahwa Alloh Subhanahu Wa Ta'ala merendahkan orang tersebut. Hidung merupakan anggota badan yang mulia dan tanah merupakan tempat berpijaknya kaki, maka orang yang hidungnya ditempelkan ke tanah berarti ia telah direndahkan dan dihinakan sedemikian rupa.
(Abdullah Sirajudin Al-Husaini, dalam kitab As-Sholatu ‘alan Naby)

Sebagian Ulama berpendapat bahwa dia tidak akan mencium baunya surga yang mana bau surga bisa tercium sampai 70 tahun perjalanan. Apabila tidak bisa mencium bau harumnya surga, apalagi masuk surga tidak akan bisa.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa orang yang enggan/malas membaca sholawat ketika mendengar nama Rosululloh ﷺ disebut ia adalah orang yang rendah dan hina di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

3. Celaka bagi orang yang enggan/malas bersholawat kepada Nabi ﷺ ketika nama beliau disebutkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ فَقَدْ شَقِيَ

Artinya:
“Barangsiapa yang namaku disebut di sisinya lalu ia tak bersholawat kepadaku maka ia telah celaka.”

Celaka di sini berarti terhalang dari kebaikan dan jatuh ke dalam keburukan.

Orang yang enggan bersholawat ketika nama Rosululloh ﷺ disebut ia telah menghalangi diri sendiri dari mendapatkan kebaikan dan keutamaan bersholawat yang dapat mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari siksaan api neraka.

Maka dengan malasnya bersholawat ia telah mendekatkan dirinya kepada neraka karena ia tidak mendekatkannya kepada surga.

4. Orang yang malas bersholawat kepada Nabi ﷺ ketika ia mendengar atau melihat tulisan nama beliau dianggap ia sebagai orang yang bakhil (pelit).

Imam An-Nasa’i meriwayatkan satu hadits:

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

Artinya:
“Orang yang bakhil (pelit) adalah orang yang ketika namaku disebut di sisinya lalu ia tidak bersholawat kepadaku.”

Orang yang bakhil (pelit) adalah yang tidak mau memenuhi hak orang lain yang menjadi kewajibannya.

Sebaliknya orang yang mau memenuhi kewajibannya secara sempurna tidak disebut sebagai orang bakhil (pelit) Rosululloh ﷺ adalah orang yang menjadi sebab didapatkannya kebahagiaan dunia dan akherat.

Beliau datang sebagai orang yang memberi petunjuk dan rohmat (kasih sayang) bagi alam semesta.

Beliau juga penyelamat bagi manusia dari kejelekan dan kerusakan dunia dan penyelamat di akherat dari segala hal yang tidak disukai dan dari siksaan apai neraka.

Bila demikian adanya, tidakkah beliau berhak untuk diagungkan?

Tidakkah beliau berhak untuk dihormati ketika namanya diucapkan/dituliskan?

Rosululloh ﷺ adalah orang yang paling berhak untuk diagungkan dan dihormati dengan sebaik-baik pengagungan dan penghormatan.

Maka bila seorang yang mendengar nama beliau disebut lalu ia enggan/malas mengagungkannya dengan bersholawat, tidakkah ia pantas disebut sebagai orang yang bakhil (pelit), bahkan orang yang paling pelit?

Kita semua mengetahui bahwa sebelum Alloh Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan semuanya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala terlebih dahulu menciptakan Nur Muhammad ﷺ

5. Salah jalan ke surga
Imam At-Thabrani di dalam kitab Al-Mu’jam Al-Kabîr meriwayatkan sebuah hadits
:

مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَخَطِئَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ؛ خَطِئَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ

Artinya:
“Barangsiapa yang namaku disebut di sisinya lalu luput ia tidak bersholawat kepadaku maka ia telah salah jalan ke surga.”

Tidak diragukan bahwa orang yang salah jalan menuju surga maka ia tidak mendapatkan petunjuk jalan menujunya.

Yang terpampang di depannya adalah jalan menuju neraka.

Karena di akherat kelak tidak ada jalan lain selain dua jalan yang menuju ke surga dan yang ke neraka.

6. Orang yang kasar perangainya

Abdur Razaq As-Shon’ani di dalam kitab Mushonnaf-nya meriwayatkan sebuah hadits:

مِنَ الْجَفَاءِ أَنْ أُذْكَرَ عِنْدَ الرَّجُلِ فَلَا يُصَلِّي عَلَيَّ

Artinya:
“Termasuk kasarnya perangai adalah ketika aku disebut di sisi seseorang lalu ia tidak bersholawat kepadaku.”

As-Sakhowi mengartikan kata Al-Jafa' sebagai meninggalkan kebaikan dan silaturohim (menyambung kasih sayang), Kata Al-Jafa’ secara mutlak juga berarti kerasnya perangai.

Orang yang keras perangainya, yang meninggalkan kebaikan dan silaturohim (menyambung kasih sayang), jauh dari dari Rosululloh Muhammad ﷺ.

Dari berbagai hadits di atas yang menuturkan berbagai kejelekan bagi orang yang enggan/malas bersholawat kepada Nabi ﷺ saat nama beliau disebut para ulama mengambil satu kesimpulan bahwa adalah wajib hukumnya membaca sholawat kepada Nabi ﷺ manakala nama beliau disebutkan.


WAKTU YANG DIANJURKAN UNTUK MEMBACA SHOLAWAT

Sebagaimana disampaikan oleh Sirojudin Al-Husaini di dalam kitabnya As-Sholatu ‘alan Nabiyyi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam

1. Sunah membaca sholawat setelah selesai dikumandangkannya adzan.

Rosululloh ﷺ bersabda:

“Bila kalian mendengar orang yang mengumandangkan adzan maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan, lalu bersholawatlah kepadaku karena orang yang bersholawat kepadaku sekali maka dengan sholawat itu Alloh bersholawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)

2. Dianjurkan membaca sholawat di awal, tengah dan akhir doa.

Dengan membaca sholawat di ketiga tempat itu saat berdoa maka akan lebih kuat potensi dikabulkannya doa tersebut dan lebih banyak lipatan pahalanya.

Riwayat Imam Tirmidzi menjelaskan tentang membaca sholawat di dalam berdoa:

“Dari Fudholah bin Ubaid berkata, ketika Rosululloh sedang duduk tiba-tiba masuk seorang lelaki kemudian melakukan sholat dan berkata:

“Ya Alloh, ampuni aku dan kasihani aku.”


Maka Rosululloh ﷺ bersabda:

“Engkau terburu-buru wahai orang yang sholat. Bila engkau selesai sholat kemudian duduk maka pujilah Alloh sebagaimana mestinya dan bersholawatlah kepadaku kemudian berdoalah kepada Alloh.”

Fudholah berkata:

"kemudian seorang laki-laki lain melakukan sholat, lalu memuji kepada Alloh dan bersholawat kepada Nabi ﷺ. Maka Rosululloh bersabda:

“Wahai orang yang sholat, berdoalah maka engkau akan diijabahi.”


Imam Al-Ghozali di dalam kitab Ihya 'Ulumuddin mengutip penjelasan dari Abu Sulaiman Ad-Daroni yang mengatakan:

"Dianjurkannya menjadikan doa berada di tengah-tengah antara dua shalawat (awal dan akhir) karena doa yang demikian tidak akan ditolak. Kiranya Alloh yang mulia tidak layak baginya mengabulkan dua sisi awal dan akhir sementara menolak sisi tengahnya."

3. Dianjurkan membaca sholawat ketika memasuki masjid dan ketika keluar darinya.

Sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi dari Ummul mukminin 'Aisyah binti Abu Bakar Rodhiyallohu ‘anha berkata:

“Adalah (memberi contoh) Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wassallam ketika memasuki masjid beliau bersholawat dan bersalam untuk Muhammad (dirinya sendiri) dan berdoa ROBBIIGH_FIR_LI DZUNUBI WAF_TAH LI AB_WABA ROKH_MATIKA.
Dan ketika keluar beliau bersholawat dan bersalam kepada Muhammad serta berdoa ROBBIIGH_FIR_LI DZUNUBI WAF_TAH LI AB_WABA FADH_LIKA.”

4. Dianjurkan membaca sholawat ketika bertemunya seorang muslim dengan sesama muslim.

Abu Ya’la Al-Mushili meriwayatkan sebuah hadits dari Rosululloh ﷺ, beliau bersabda:

“Tidaklah dua orang hamba yang saling mencintai di jalan Alloh salah satunya menemui saudaranya kemudian menyalaminya dan keduanya bersholawat kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wassallam kecuali keduanya tidak berpisah sampai diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang kemudian.”

5. Dianjurkan bagi kaum muslimin ketika mereka berkumpul di suatu majelis untuk menghiasi majelis mereka dengan membaca sholawat.

Sayyidina Ibnu Umar meriwayatkan sebuah hadits dari Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wassallam bahwa beliau bersabda:

“Hiasilah majelis-majelis kalian dengan bersholawat kepadaku. Karena sholawat kalian kepadaku adalah cahaya bagi kalian di hari kiamat.”

Adapun hadits yang mengingatkan untuk tidak meninggalkan bacaan sholawat di majelis di antaranya hadits riwayat Imam Ahmad, Rosululloh ﷺ bersabda:

“Tidaklah sekelompok orang duduk di suatu tempat di mana mereka tidak berdzikir kepada Alloh dan tidak bersholawat kepada Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wassallam kecuali hal itu menjadi kerugian bagi mereka di hari kiamat meskipun mereka masuk surga, karena besarnya pahala (bersholawat ketika berkumpul).”

6. Dianjurkan menuliskan sholawat ketika menulis nama Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wassallam.

Riwayat Imam Thobroni dari Abu Huroiroh, bahwa Rosulullah pernah bersabda:

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku di dalam sebuah buku (tulisan) maka para malaikat tidak henti-hentinya memintakan ampun baginya selama namaku masih ada di dalam buku itu.”

7. Dianjurkan membaca sholawat ketika membuka setiap ucapan baik yang memiliki tujuan tertentu disamping juga dianjurkan membukanya dengan hamdalah dan pujian kepada Alloh.

Sebuah riwayat dari Ibnu Mandah menyatakan, Nabi ﷺ bersabda:

“Setiap perkara yang memiliki tujuan yang tidak diawali dengan dzikir kepada Alloh dan sholawat kepadaku maka perkara itu terputus terhapus keberkahannya.”

8. Dianjurkan membaca sholawat dalam membuka nasehat, peringatan dan mengajarkan ilmu, terlebih ketika membaca sebuah hadits.

Imam Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar menuturkan bahwa disunahkan bagi orang yang membaca hadits dan selainnya ketika menyebut Rosululloh ﷺ untuk mengeraskan suaranya dalam bersholawat, namun kerasnya suara itu jangan sampai berlebihan.

9. Dianjurkan membaca sholawat di waktu pagi dan sore hari.

Sebuah riwayat dari Sayyidina Abu Darda bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wassallam pernah bersabda:

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku di waktu pagi sepuluh kali dan di waktu sore sepuluh kali maka syafa'atku akan mendapatinya di hari kiamat.”

10. Membaca shalawat juga dianjurkan ketika hendak tidur. 

Dari Abu Qirshofah, ia mengatakan pernah mendengar Rosululloh ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang menuju tempat tidurnya (hendak tidur) kemudian ia membaca surat Tabaroka (Al-Mulk) kemudian ia membaca sebanyak empat kali:

"Maka Alloh akan mewakilkan kepada dua malaikat hingga keduanya datang kepadaku dan mengatakan kepadaku perihal yang dilakukan orang tersebut."

Kemudian aku menjawabnya:

“untuk Fulan bin Fulan salam dariku dan rohmat (kasih sayang) serta keberkahan Alloh.”

11. Dianjurkan membaca sholawat bagi orang yang baru saja bangun dari tidur malamnya.

Imam Nasa'i dalam kitab As-Sunan Al-Kubra meriwayatkan dari Sayyidina Abdullah bin Mas’ud, Nabi ﷺ bersabda:

“Alloh 'tertawa' terhadap 2 orang malaikat; .... dan orang yang bangun di tengah malam di mana tak ada seorang pun yang mengetahuinya, lalu ia berwudlu dan menyempurnakannya, kemudian memuji kepada Alloh dan bersholawat kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wassallam dan memulai membuka Al-Qur’an.
Yang demikian itu Alloh 'tertawa' kepadanya. Ia berfirman,:
“Lihatlah hamba-Ku sedang berdiri sholat, tidak ada seorang pun yang melihatnya selain AKU.”


12. Membaca sholawat kepada Nabi ﷺ dianjurkan ketika telinga berdengung.

Abu Rofi’ meriwayatkan sabda Rosululloh ﷺ:

“Apabila telinga salah seorang di antara kalian berdengung maka ingatlah aku dan bersholawatlah kepadaku serta ucapkan dzakarollohu man dzakaroni biil khoir (semoga Alloh mengingat orang yang mengingatku dengan kebaikan).”

Al-Munawi di dalam kitab Faidhul Qodir menjelaskan bahwa yang dimaksud “ingatlah aku” pada hadits tersebut adalah mengucapkan kalimat Muhammad Rosululloh ﷺ.

13. Dianjurkan membaca sholawat ketika lupa akan suatu perkataan.

Ibnu Sunni dengan sanad dari Usman bin Abi Harb Al-Bahili meriwayatkan bahwa Rosululloh ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang hendak mengatakan suatu perkataan kemudian ia lupa akan perkataan itu maka bersholawatlah kepadaku, karena sholawatnya kepadaku itu sebagai pengganti ucapannya, semoga ia bisa mengingatnya.”


14. Membaca sholawat juga Dianjurkan setelah selesai melakukan sholat.

Sebuah hikayat menceritakan, satu hari Muhammad bin Umar bersama Abu Bakr bin Mujahid sedang duduk Kemudian datanglah Syaikh As-Syibli.

Melihat kedatangan As-Syibli ini Abu Bakr bin Mujahid segera bangkit menyambutnya dan ia peluk As-Syibli dan mencium di tengah kedua matanya.

Melihat hal ini Muhammad bin Umar bertanya kepada Abu Bakr:

“Tuan, engkau lakukan ini kepada As-Syibli, sedangkan engkau dan orang-orang menggambarkan ia sebagai orang yang gila?”

Abu Bakr menjawab bahwa ia lakukan ini meniru apa yang dilakukan oleh Rosululloh ﷺ kepada As-Syibli.

Abu bakar bin Mujahid menceritakan:

"Aku telah bermimpi, Rosululloh ﷺ bangun menyambut kedatangan As-Syibli lalu memeluk dan mencium di tengah kedua matanya"

Dalam mimpi itu aku bertanya kepada Rosul ﷺ,:

“Ya Rosul, engkau lakukan ini kepada As-Syibli?”

Rosululloh ﷺ menjawab:

“Orang ini setelah sholat selalu membaca ayat "laqad jâakum rasûlun min anfusikum..... kemudian meneruskannya dengan bersholawat kepadaku.”

15. Dianjurkan membaca sholawat kepada Nabi ﷺ ketika khatam membaca Al-Qur’an, mengingat saat itu adalah saatnya berdoa di mana doa setelah khatam Al-Qur’an akan dikabulkan.

16. Dianjurkan membaca sholawat ketika sedang mengalami kegundahan, keresahan, dan hal-hal yang berat.

Suatu waqtu Ubay bin Ka’b menyampaikan beberapa kalimat kepada Rosululloh ﷺ . Di antaranya ia menyampaikan:

“Aku jadikan seluruh doaku sebagai sholawat kepadamu, wahai Rosululloh.”

Rosululloh ﷺ bersabda:

“Kalau begitu akan dicukupi keresahanmu dan akan diampuni dosamu.”
(HR. Imam Turmudzi)

17. Dianjurkan membaca sholawat ketika berdoa tentang suatu hajat.

“Barangsiapa yang memiliki hajat (keinginan) kepada Alloh atau kepada seseorang maka berwudhulah dan sempurnakan wudhunya serta lakukanlah sholat dua rakaat. Kemudian pujilah Alloh dan bersholawatlah kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wassallam, lalu ucapkanlah:

"LAA ILAHA IL_LALLOH AL-HALIMUL KARIEM, LAA ILAHA IL_LAL_LOH SUB_HANALLOHI ROB_BIL 'AR_SYIL 'ADHIM, WAL_HAMDULIL_LAH ROB_BIL 'ALAMIN, AS_ALUKA MUJIBATI ROKH_MATIKA WA 'AZAIMA MAGH_FIROTIKA WAL GHONIMATA MIN KUL_LI BIRIN, WAS SALAMATA MIN KUL_LI DZANBIN, LAA TADA LI DZANBAN IL_LA GHOFAR_TAHU, WA LAA HAM_MAN IL_LA FAR_ROJ_TAHU, WA LAA HAJATAN HIYA LAKA RIDHON IL_LA QODHO_ITAHA, YAA AR_KHAMAR_RO_KHIMIN.”

18. Dianjurkan membaca sholawat ketika seorang laki-laki meminang seorang perempuan untuk dinikahi.

Imam Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar menuturkan, dianjurkan orang yang meminang maupun ijab qobul mengawalinya dengan mengucapkan hamdalah dan memuji kepada Alloh serta bersholawat kepada Rosululloh Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wassallam, kemudian mengucapkan:

"ASY_HADU ALLA ILAHA IL_LAL_LOHU WAH_DAHU LAA SYARIKALAH WA ASY_HADU AN_NA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA ROSULUHU..."

19. Dianjurkan memberpanyak membaca sholawat kepada Nabi ﷺ hari kamis malam Jum’at setelah maghrib dan sampai hari Jum'atnya sebelum waqtu ashar.

Beliau menjelaskan bahwa pada hari Jumat sholawat dilaporkan kepada beliau secara khusus dan hari Jum’at memiliki kondisi khusus pula.

Sayyidina Anas Rodhiyallohu 'anhu berkata: Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassalam bersabda:

"Barangsiapa bersholawat kepadaku di hari Jumat 100 kali, maka Alloh akan mengabulkan baginya 100 hajat (kebutuhan), yang 70 dari kebutuhan akhirat dan 30 dari kebutuhan-kebutuhan duniawi. Dan Alloh membebankan sholawat tersebut kepada malaikat hingga menghaturkannya ke kuburanku, layaknya (cahaya) hidayah yang masuk kepada kamu sekalian, dan malaikat memberi tahu akan namanya, kemudian aku menetapkannya di sampingku di dalam lembaran yang putih bersih, dan dengan sholawatnya, aku mencukupinya (memberi syafa'at) kelak di hari kiamat,".


20. Dianjurkan memperbanyak membaca sholawat ketika sedang melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Orang yang sedang melaksanakn ibadah haji dan umrah dianjurkan untuk memperbanyak membaca sholawat nabi ﷺ di berbagai kegiatan manasik haji, baik setelah membaca talbiyah, ketika thawaf, sa’i, wukuf dan lain sebagainya.

Wallohu a’lam,
ROB_BANA TAQOB_BAL MIN_NA,,BI_SYAFA'ATI NABIYINA MUHAMMAD SHOL_LAL_LOHU 'ALAIHI WAS_SAL_LAM, BIBIDZ_NIL_LAHI WA RI_DHOL_LOH YAA ALLOH

(Dan hanya Alloh Yang Maha Mengetahui, wahai Alloh, wahai Tuhan Kami terimalah amal kami melalui syafa'at Nabi junjungan kami Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wassallam, dengan izin Alloh,dan keredhoan/kerelaan Alloh)

Read More

Sabtu, 22 Agustus 2020

DOA AKHIR TAHUN DAN AWAL TAHUN

DO'A AKHIR TAHUN

(dibaca setelah sholat Ashar)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

BIS_MIL_LAHIR_ROKH_MAANIR_RO_KHIM,

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

ALLOHUM_MA SHOL_LI ALAA SAY_YIDINA MUHAM_MADIN,

Ya Alloh, limpahkanlah kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wassallam,

صَلاَةٌ تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ

SHOLAATUN TUN_JIINAA BIHA MIN JAMII'IL AH_WAALI WAL AAFAATI,

Yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan,

وَ تَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ

WATAQ_DILANA BIHA JAMI'IL HAJATI,

Dan melaluinya Engkau mentakdirkan (mendatangkan) semua hajat kami,

وَ تُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ

WA TU_THOH_HIRUNA BIHA MIN JAMI'IS_SAY_YI_AT,

Dan melaluinya Engkau membersihkan semua keburukan kami,

وَ تَرْ فَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ

WA TAR_FA'UNA BIHA, 'IN_DAKA A'LAD DAROJAT,

Dan melaluinya Engkau tinggikan derajat kami di sisi-MU,

وَ تُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ

WA TUBAL_LI GHUNA BIHA AQ_SHOL GHOYAT ,

Dan melaluinya Engkau mentakdirkan kami pada puncak tujuan,

مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَ بَعْدَ الْمَمَاتِ

MIN JAMI'IL KHOI_ROTI FIL HAYATI WA BA'DAL MAMAT,

Dari semua kebaikan di dalam hidupku dan sesudah matiku.

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ
مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَا ئَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى

ALLOHUM_MA MAA 'AMIL_TU FII HADZIHI S_SANATI MIM_MAA NAHAITANI 'ANHU FALAM ATUB MIN_HU WA LAM TAN_SAHU WA KHALIM_TA 'ALAI_YA BA'DA QUD_ROTIKA 'ALA UQUU_BATI WADA'AUTANI ILAT TAUBATI BA'DA JAROO_ATI 'ALA MA'SHIYATIKA FA_IN_NII AS_TAGH_FIRUKA FAGH_FIR_LI

Ya Alloh! Apa perbuatanku di dalam tahun ini tentang apa yang Engkau larang melakukannya, kemudian aku belum bertaubat dari perbuatan itu, padahal Engkau tidak meridloi (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau tetap bersikap lembut kepadaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku untuk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada-MU, maka sungguh aku mohon ampun kepada-MU, ampunilah aku..

وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْأَلُكَ

WA MAA 'AMIL_TU FIIHAA MIM_MAA TAR_DHOOHU WA WA'AD_TANII 'ALAIHIT TAWAABA FA_AS_ALUKA.

Dan apa pun yang telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau ridloi dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada-MU terimalah taubatku.


اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ

ALLOHUM_MA YAA KARIIMU YAA DAL_JALAALI WAL IK_ROOMI AN TATAQOB_BALAHU MIN_NII WA LAA TAQ_THO'A ROJAA_I MIN_KA YAA KARIIM.

Wahai Alloh Yang Maha Mulia, wahai Yang Mempuyai keagungan dan kehormatan, terimalah dari amalku dan jangan memutus harapanku dari Engkau wahai Yang Maha Mulia,

وَصَلَّى اللهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ لنَّبِيِّ نَفْسِكَ

WA SHOL_LAL_LOHU 'ALAA SAY_YIDINA MUHAMMADIN NABIYIL NAF_SIKA,

Dan semoga Alloh memberikan kesejahteraan kepada Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wassallam, Nabi (berasal) diri-MU sendiri (sebelum Alloh menciptakan semua ciptaan-NYA, termasuk malaikat dan iblis, terlebih dahulu Alloh menciptakan Nur Muhammad),

وَزِينَتَ الْعَرْشِكَ

WA ZINATA ARSYIKA

Dan (beliau sebagai) penghias singgasana Engkau,

وَمِدَادَ كَلِمَتِكَ

WA MIDADA KALIMATIKA

Dan ( beliau sebagai) tinta kata-kata Engkau,

بِرَّحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ  الرَّاحِمِينَ

BIROKH_MATIKA YAA AR_KHAMAR_RO_KHIMIN,

Melalui kasih sayang Engkau (kasih sayangilah aku), wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
 ( الفَاتِحَةْ )

Segala Pujian Hanya Untuk Alloh Tuhan alam Semesta. 
(Al Fatihah)...

DO'A AWAL TAHUN

(Dibaca Setelah Sholat Maghrib)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

BIS_MILLAAHIR_ROKH_MANIR_ROKHIM

Dengan menyebut Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

ALLOHUM_MA SHOL_LI ALAA SAY_YIDINA MUHAM_MADIN

Ya Alloh, limpahkanlah kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wassallam,

صَلاَةٌ تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ

SHOLAATUN TUN_JIINAA BIHA MIN JAMII'IL AH_WAALI WAL AAFAATI,

Yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan,

وَ تَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ

WATAQ_DILANA BIHA JAMI'IL HAJATI,

Dan melaluinya Engkau mentakdirkan (mendatangkan) semua hajat kami,

وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ

WA TU_THOH_HIRUNA BIHA MIN JAMI'IS_SAY_YI_AT,

Dan melaluinya Engkau membersihkan semua keburukan kami,

وَ تَرْ فَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ


WATAR_FA'UNA BIHA, 'IN_DAKA A'LAD DAROJAT,

Dan melaluinya Engkau tinggikan derajat kami di sisi-MU,

وَ تُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ

WA TUBAL_LI GHUNA BIHA AQ_SHOL GHOYAT ,

Dan melaluinya Engkau mentakdirkan kami pada puncak tujuan,

مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَ بَعْدَ الْمَمَاتِ

MIN JAMI'IL KHOI_ROTI FIL HAYATI WA BA'DAL MAMAT,

Dari semua kebaikan di dalam hidupku dan sesudah matiku.

اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ

ALLOHUM_MA AN_TAL ABADIIYUL QODIIMUL AU_WALU

Yaa Alloh, Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama),

وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ

WA 'ALA FADH_LIKAL 'A_DHZIIMI

Dan atas kemurahan MU yang agung,

وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ

WA KAROMI JUUDIKAL MU'AU_WALU

Dan hanya kemurahan (kedemawaan) Engkau yang aku andalkan,

وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ

WAHA_DZAA 'AAMUN JADIIDUN QOD AQ_BALU

Dan ini adalah tahun baru telah tiba,

اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَائِهِ

AS_ALUKAL 'ASH_MATA FIIHI MINASY_SYAITHONNI WA_AW_LIYAA_AHI

Kami mohon kepada MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan syetan dan bala tentaranya,

وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ

WAL'AUNA 'ALA HA_DZIHIN NAF_SIL AM_MAAROTI BIS_SUU_I

Dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan,

وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى

WAL ISY_TI_GHOOLI BIMAA YUQOR_RI BUNII ILAIKA ZUL_FA

Dan disibukkanlah kami dengan apa yang mendekatkan diriku kepada Engkau dengan sedekat-dekatnya,

يَاذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

YAA DZAL JALAALI WAL IK_ROOMI

Wahai Dzat Yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan,

اَللّهُمَّ آتِنِى مَا أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLOHUM_MA AATINI MAA A_TAITA 'IBADAKASH SHOOLI_KHIIN

Yaa Alloh, Anugerahilah Kami Segala Apa Yang Telah Engkau Anugerahkan Kepada Hamba-Hamba-MU Yang Sholih.

وَصَلَى اللهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ لنَّبِيِّ نَفْسِكَ

WA SHOLAL_LOHU ALA SAY_YIDINA MUHAM_MADIN NABIYIL NAF_SIKA,

Dan semoga Alloh memberikan kesejahteraan kepada Junjungan kami Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wassallam, Nabi diri-MU sendiri (hanya Rosululloh yang mampu berbicara sama Alloh tanpa perantara/hadist qudsy)

وَزِينَتَ الْعَرْشِكَ

WA ZINATA ARSYIKA

Dan (sebagai) penghias singgasana Engkau,

وَمِدَادَ كَلِمَتِكَ

WA MIDADA KALIMATIKA

Dan (sebagai) tinta kata-kata Engkau,

بِرَّحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ  الرَّاحِمِينَ

BIROKH_MATIKA YAA AR_KHAMAR_RO_KHIMIN,

Dengan kasih sayang Engkau (kasih sayangilah aku), wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
 ( الفَاتِحَةْ )

WAL HAM_DULILLAAHI ROB_BIL 'ALAMIN

Segala Pujian Hanya Untuk Alloh Tuhan Alam Semesta. (Al Fatihah)

Read More

Rabu, 19 Agustus 2020

SAYYIDINA SYAIKH ABDUL QODIR AL JAILANI DISAAT MENGHADAPI MUSIBAH

Dalam kitab Futuhul Ghoib Sayyidina Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani Al Baghdadi berkata:

Ketika seorang hamba diberikan musibah, maka pertama kali di dalam hatinya akan terbetik tentang pertolongan dari dirinya sendiri.

Apabila dia tidak dapat menyelamatkan dirinya dari musibah itu, dia akan minta tolong kepada sesama makhluk seperti raja, pemimpin, orang-orang yang mempunyai kedudukan dan kekayaan, ahli-ahli ilmu jiwa dan ahli pengobatan.

Apabila dari semuanya itu tidak dapat mendapatkan keselamatan yang dia harapkan, maka dia kembali menuju Tuhannya dengan manghaturkan doa, tadhorru’ (suatu perasaan yang menjadikan kita merasa sangat fakir, sangat tak berdaya, dan sangat membutuhkan Alloh, suatu perasaan yang merendahkan diri, dan merasa bahwa dirinya sangat tak berdaya tanpa kasih sayang dan pertolongan Alloh), dan pujian kepada-NYA.

Selama dia menemukan keselamatan dalam dirinya, dia tidak akan mencari pertolongan kepada sesama makhluk.

Dan selama dia menemukan keselamatan dari sesama makhluk, maka dia tidak akan kembali menuju kepada Robbnya.

Kemudian apabila dia tidak menemukan pertolongan dari sisi Tuhannya, maka dia akan terus meratap, sholat, menengadahkan kedua tangannya untuk memohon dan berdoa, bertadhorru’, memuji, menyerahkan dirinya dengan penuh pengharapan, disertai kecemasan terhadap Alloh Azza Wa Jalla.

Akhirnya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memberinya kelemahan dan Dia tetap tidak mengabulkan permintaannya, hingga akhirnya habislah semua jalan dan dia berhasil memutuskan segala hal yang berhubungan dengan keduniawian. Pada saat itulah qodar (ketentuan/takdir) berlaku.

Seorang hamba akan merasa lemah dalam setiap usahanya. Dalam dirinya hanyalah tinggal ruh saja. Dia tidak dapat melihat kecuali hanya takdir dan kekuasaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Pada saat seorang hamba dalam peringkat/maqom ini, yang tampak olehnya hanyalah kerja atau perbuatan Alloh dan tertanamlah di dalam hatinya keyaqinan yang sesungguhnya tentang Tauhid (ke-Esa-an Alloh).

Dan memutuskan bahwa pada hakikatnya tidak ada yang mengatur dan menggerakkan, mendiamkan sesuatu kecuali hanya Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Tidak ada suatu kebaikan atau kejahatan, bahaya atau manfaat, pemberian atau tidak adanya pemberian, untung atau rugi,  terbuka atau terkunci, hidup atau mati, kemuliaan ataupun kehinaan, kekayaan atau tidak punya apa-apa, faedah atau anugerah, kecuali hanya di dalam tangan dan kekuasan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Seorang hamba yang berada di dalam kekuasaan qodar itu ibarat bayi yang masih menyusu dalam dekapan perempuan atau ibunya yang menyusuinya, atau seperti jenazah yang sedang dimandikan di tangan orang yang memandikannya, atau seperti bola di kaki pemain, melambung, bergerak ke atas ke tepi dan ke tengah, senantiasa berubah tempat dan kedudukan.

Dia dibolak­-balikkan, digonta-ganti, dan diubah-ubah.

Dia ada tetapi tidak mempunyai kekuasaan dan gerakan dalam dirinya, juga selainnya.

Dia akan hilang dari dalam dirinya sendiri dan masuk ke dalam kekuasaan perbuatan Alloh semata-mata.

Maka yang dia melihat semua kejadian hanyalah perbuatan dari Robbul izzati, bukan makhluk.

Dia mendengar pun atau mengetahui sesuatu, melalui pengetahuan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu Firman Alloh baik yang tersurat (Al Qur'an) dan yang tersirat (pergerakan alam raya).

Dari-NYA lah, dia akan dapat mendengar dan mengerti, membuat si hamba Alloh redho (rela) kepada Alloh.

Dan hamba Alloh itu akan di beri anugerah oleh Alloh, dihiasi dan dimuliakan sehingga bertambah cintalah si hamba Alloh kepada Robbul izzati.

Dia dapat melihat, mendengar dan mengetahui, maka pembicaran-NYA tentu akan dapat didengar, pengetahuan-NYA dapat diketahui, nikmat-NYA dapat dirasakan, dia akan berbahagia dengan mendekatkan diri kepada-NYA, dia akan tenang dengan janji-NYA.

Dengan-NYA, dia merasa tenang, dengan pembicaran-NYA, dia akan merasa gembira.

Dan dia akan melarikan diri dan tidak akan merasa takut kepada apa pun kecuali merasa takut kepada-NYA.

Dia akan selalu berdzikir memuji Alloh dan berpegang teguh kepada­NYA.

Dan dia akan percaya dan bertawakkal kepada Alloh.

Dia akan mendapatkan petunjuk dari cahaya ma’rifat-NYA didalam hatinya dan membuat hatinya bersemayam didalam Alloh.

Maka beruntunglah hamba Alloh, bisa mencapai derajat dekat dengan Alloh Robbul Izzati yang mana Alloh Ta'ala akan melindungi, membimbing dan memimpin dirinya serta menghiasi dirinya dan akan terbuka tabir yang menghalangi dirinya dari rahasia-rahasia Alloh yang Maha Agung dan dia mampu melihat keanehan-keanehan ilmu-ilmu-NYA, didalam kekuasaan dan kekayaan cahaya ilmu Alloh.

Kemudian di atas dasar itu semua, hamba Alloh bertambah khusyuklah didalam mengingat Alloh, memuja dan memuji Alloh, bersyukur dan sholat di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

Wallohu a'lam bishowab...alfatihah..
Read More

Selasa, 18 Agustus 2020

Sholawat Ruhul Arwah

Baginda Nabi Shollallohu 'Alaihi Wassallam bersabda kepada Imam Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Musa Asy-Sya’roni:

“Barangsiapa membaca sholawat ini (sholawat yang diajarkan Baginda Rosululloh kepada beliau), maka bisa melihatku dalam tidurnya, dan barang siapa melihat aku dalam tidurnya, maka akan melihat aku besok di hari kiamat, dan barang siapa melihat aku di hari kiamat, maka aku akan mensyafaatinya, dan barang siapa yang aku syafa’ati, maka akan minum di telagaku dan Allah akan mengaharamkan jasadnya atas api neraka”. 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى رُوْحِ سَيدِنَا مُحَمدٍ فىِ اْلأَرْوَاحِ 
وَعَلَى جَسَدِهِ فِى اْلأَجْسَادِ وَعَلَى قَبْرِهِ فِى اْلقُبُوْرِ
اَللهُم اَبْلِغْ رُوْحَ سَيدِنَا مُحَمدٍ مِنيْ تَحِيةً وَسَلاَمًا

Terjemah latin:
ALLOHU_MA SHOLLI 'ALAA RUU_KHI SAY_YIDINA MUHAM_MADIN FIIL AR_WA_KHI WA 'ALA JASADIHI FIIL AJ_SAADI WA 'ALA QOB_RIHI FIIL QUBUURI.
ALLOHUM_MA AB_LIGH RUU_KHI SAY_YIDINA MUHAMMADIN MINII TA_KHIITAN WA SALAAMAAN.

Terjemah arti:
“Ya Alloh, limpahkanlah kesejahteraan kepada ruh junjungan kami Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wassallam, dalam setiap ruh, kepada jasadnya dalam setiap jasad, kepada kuburannya dalam setiap kuburan.
Ya Alloh, sampaikan kepada ruh junjungan kami Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wassallam penghormatan dan salam dariku.”

Diceritakan dari Al Imam al Fakhihany, beliau berkata:

“Telah aku coba membacanya sebelum tidur sehingga aku tertidur, lantas dalam mimpiku aku melihat wajah Rosulalloh Shollallohu 'Alaihi Wassallam.
Di dalam mimpiku aku melihat wajah beliau di dalam keindahan rembulan dan aku sempat berbicara dengan beliau, kemudian beliau sirna dalam keindahan rembulan."

Read More

Amalan mencapai derajat "kekasih Alloh/orang sholeh"

1. SETELAH SHOLAT SHUBUH 

Sholat Fajar (qobliyah shubuh) 2 rokaat, dengan niat:

أُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَةً لِلهِ تَعَالَى

Latin:

U_SHOL_LI SUN_NATAL FAJRI ROK'ATAINI LIL_LAHI TA'ALA,

Artinya: Aku niat shalat sunah fajar dua rakaat karena Alloh Taala.

Roka'at pertama setelah membaca suratul fatihah,membaca surat Al Kafirun,

Roka'at kedua setelah membaca surotul fatihah membaca surat Al Ikhlas,

Setelah salam membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ،
سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِائَةَ مَرَّةٍ 
(100x)

SUB_HANALLOHI WABI_KHAM_DIHI, SUB_HANALLOHIL 'ADHIM, AS_TAGH_FIRULLOHA MI_ATA MAR_ROTIN (100x)

Maha suci Alloh dan segala puji bagi-NYA, Maha suci Alloh Yang Maha Agung, aku memohon ampunan disetiap waqtu.

Membaca sholawat burdah 3x, urutannya:

مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا
عَلىٰ حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كًلِّهِمِ
(3x)

MAU_LAAYA SHOL_LI WASAL_LIM DA_IMAN ABADANG 'ALAA KHA_BIIBIKA KHOI_RIL KHOL_QI KUL_LIHIMI, (3x)

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu kesejahteraan dan keselamatan atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk,

هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِىْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ
لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْاَهْوَالِ مُقْتَحِمِ
(3x)

HUWAL KHABIIBUL LADZII TUR_JA SYAFAA'ATUHU LIKUL_LI HAULI MINAL AH_WALI MUQ_TA_KHIMI, (3x)

Dialah kekasih yang diharapkan syafa’atnya untuk menghadapi setiap peristiwa dahsyat yang menimpa umat manusia,

يَا رَبِّ بِالْمُصْطَفٰى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا
وَاغْفِرْ لَنَا مَامَضَى يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ
(1x)

YAA ROB_BI BIL_MUS_THOFAA BAL_LIGH_MAQOO SHIDANAA WAGH_FIR_LANA MAA MADHO YAA WASI'AL KAROMI.(1x)

Wahai Tuhanku, dengan berkah Nabi pilihan, sampaikanlah semua keinginan kami dan ampunilah dosa-dosa kami, ya Tuhan Yang Maha Luas Kemurahan-Nya.
(Kemudian kembali ke مَوْلَايَ ....)

Kemudian sholat shubuh dan membaca:

tawasul kepada:

١- إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مَحَمَّدٍ  صَلَّى اللهُ عليه وسلم وَآلِهِ وَاَوْلَادِهِ  وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ شَيْءٌ لِلّٰه لَهُمُ 
الفاتحة...

1. ILA KHA_DROTIN NABIY_YIL MUSH_THOFA MUHAM_MAD SHOL_LALLOHU 'ALAIHI WA SALAM WA AALIHI WA AW_LAADIHI WA AZ_WAAJIHI WA DZUR_RIY_YATIHI SYAI_U LILLAAHI LAHUMUL FATIHAH...

Artinya:
Kepada kehadiran (yaitu hadirnya Ruh beserta syafa'at dari) Nabi yang Terpilih (pilihan) Muhammad Rosul Alloh yang kepadanya kesejahteraan dan keselamatan beserta keluarga dan keturunannya, Al fatihah...

٢- ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ مَشَايِخِ سُلْطَانِا لْأَوْلِيَاءِ سَيِّدِنَا الشَّيْجِ عَبْدِ القَادِرِ الجِيلَانى 
الفاتحة...

2. TSUM_MA ILA AR_WAHI MA_SYAYI_KHI SUL_THONI 'AWLIYA' SAY_YIDINA SYAI_KHI ABDUL QODIR AL JAILANI AL_FATIHAH....

Artinya:
Juga kepada arwah guru saya raja para kekasih Alloh/orang-orang sholeh, al fatihah...

٣- ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ مَشَايِخِ سَيِّدِنَا الشَّيْجِ  سَمَّن المَدنى 
الفاتحة...

3. TSUM_MA ILA AR_WAHI SAY_YIDINA SYAI_KH SAMMAN AL MADANI AL_FATIHAH....

Artinya:
Juga kepada arwah tuan guru Samman Al Madani, alfatihah..

٤- ثُمَّ إِلَى مَشَايِخِ سَيِّدِنَا أَشَورِ المَخدمِ
 الفاتحة...

4. TSUM_MA ILA SAY_YIDINA A_SYAURI AL MAKH_DUMI, AL FATIHAH...

Artinya:
Juga kepada tuan Asyauri Al makhdumi, al fatihah...

Kemudian baca doa ini 4x:

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُولُ الله صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَّلَم

ALLOHUM_MAGH_FIR_LI UM_MATI SAY_YIDINA MUHAM_MAD ROSULULLOH SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASSALLAM,

Wahai Alloh ampunilah dosa ummat junjungan kami Nabi Muhammad Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam,

اَللّهُمَّ ارْحَمْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُولُ الله صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَّلَم

ALLOHUM_MAR_KHAM UM_MATI SAY_YIDINA MUHAM_MAD ROSULULLOH SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASSALLAM,

Wahai Alloh sayangilah ummat junjungan kami Nabi Muhammad Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam,

اَللّهُمَّ اسْتُرْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُولُ الله صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَّلَم

ALLOHUM_MAS_TUR UM_MATI SAY_YIDINA MUHAM_MAD ROSULULLOH SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASSALLAM,

Wahai Alloh sembunyikan (aib) ummat junjungan kami Nabi Muhammad Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam,

اَللّهُمَّ اجْبُرْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُولُ الله صَلَى الله عَلَيْهِ وَسَّلَم

ALLOHUM_MAJ_BUR UM_MATI SAY_YIDINA MUHAM_MAD ROSULULLOH SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASSALLAM,

Wahai Alloh agungkan (berikan kemuliaan) ummat junjungan kami Nabi Muhammad Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam,

Hal ini seperti perkataan Sayyidina Syaikh Samman Al Madani, dalam kitab manaqib Syaikh Samman:
"Barangsiapa membaca doa tersebut setelah sholat shubuh dan sebelum berkata kepada orang lain mengenai hal apa pun, maka dia akan diangkat menjadi wali Abdal"


2. QIYAMUL LAIL

Kerjakanlah sholat tahajud (2 roka'at) sholat taubat (2 roka'at), disambung sholat hajad (2 roka'at)
sholat witir (3 roka'at, tanpa duduk tahiyat awal dan langsung duduk tahiyat akhir, 1 salam), kemudian lakukan sujud syukur dengan bacaan:

سُبْحَانَ اللّهِ  - والْحَمْدُللّهِ -
 وَ لا اِلهَ اِلَّا اللّهُ  - وَ اللّهُ اَكْبَرُ 
(10x)

SUB_HANALLOH WAL HAM_DULILLAAH WA LAA ILAAHA ILLALLOH WALLOHU AKBAR (10x)

Maha suci Alloh dan segala puji bagi Alloh dan Tidak ada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar,

اللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 
(10x)

ALLOHUM_MA SHOLLI 'ALA SAY_YIDINA MUHAMMAD (10x)

Semoga Alloh mencurahkan kesejahteraan kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,

ِرَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
(10x)

ROBBANA AA_TINAA FID_DUNYA KHASANAH WA FIL A_KHIROTI KHASANAH WA QINAA 'A_DZAA BAN_NAR (10x)

Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan Lindungilah kami dari siksa neraka.

اَللّهُمَّ آتِنِى مَا أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
(10x)

ALLOHUM_MA AATINII MAA ATAITA 'IBADAKASH_SHOOLI_KHIIN,

Ya Alloh, Anugerahilah Kami Segala Apa Yang Telah Engkau Anugerahkan Kepada Hamba-Hamba-MU Yang Sholih.

Lalu bangkit dari sujud, posisi duduk tahiyat akhir & salam.

kemudian baca tawasul:

. إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مَحَمَّدٍ  صَلَّى 
اللهُ عليه وسلم وَآلِهِ وَاَوْلَادِهِ  وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ شَيْءٌ لِلّٰه لَهُمُ الفاتحة...

1. ILA KHA_DROTIN NABIY_YIL MUSH_THOFA MUHAM_MAD SHOL_LALLOHU 'ALAIHI WA SALAM WA AALIHI WA AW_LAADIHI WA AZ_WAAJIHI WA DZUR_RIY_YATIHI SYAI_U LILLAAHI LAHUMUL FATIHAH...

Artinya:
Kepada kehadiran (yaitu hadirnya Ruh beserta syafa'at dari) Nabi yang Terpilih (pilihan) Muhammad Rosul Alloh yang kepadanya kesejahteraan dan keselamatan beserta keluarga dan keturunannya, Al fatihah...

٢- ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ مَشَايِخِ سُلْطَانِا لْأَوْلِيَاءِ سَيِّدِنَا الشَّيْجِ عَبْدِ القَادِرِ الجِيلَانى 
الفاتحة...

2. TSUM_MA ILA AR_WAHI MA_SYAYI_KHI SUL_THONI 'AWLIYA' SAY_YIDINA SYAI_KHI ABDUL QODIR AL JAILANI AL_FATIHAH....

Artinya:
Juga kepada arwah guru saya raja para kekasih Alloh/orang-orang sholeh, al fatihah...

٣- ثُمَّ إِلَى مَشَايِخِ سَيِّدِنَا أَشَورِ المَخدمِ 
الفاتحة...

3. TSUM_MA ILA MA_SYAYI_KHI SAY_YIDINA A_SYAURI AL MAKH_DUMI, AL FATIHAH...

Artinya:
Juga kepada tuan Asyauri Al makhdumi, al fatihah...
Kemudian baca:

بسم الله الرحمن الرحيم
 (316x)

BIS_MIL_LAAHIR_ROKH_MANIR_ROKHIM (316x)

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang.

اْلمُحِيْط الرَّبُّ الشَهِدُ الْحَسِيْبُ الْفَعَالُ الْخَلَّاقُ الْخَالِقُ الْبَارِىءُ الْمُصَوِّر
(100x)

ALMUHIITHUR ROBBUSY SYAHIIDUL HASIIBUL FA'AALUL KHOLLAAQUL KHOOLIQUL BAARI`UL MUSHOWWIR (100x)

Kemampuan Tuhan (Alloh) itu Menyaksikan (mengetahui secara dhohir dan bathin), mempunyai pekerjaan mencukupi ciptaan-NYA, Dzat Yang Maha Menciptakan, Dzat Yang Maha Mengadakan (sesuatu yang sebelumnya tidak ada, menjadi ada), Dzat Yang Maha Membentuk Rupa. 

اللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَى ﺍﻟﻠﻪُ عَلَيْهِ وَسَّلَم
(897x)

ALLOHUM_MA SHOL_LI 'ALA SAY_YIDINA MUHAMMAD SHOL_LAAHU 'ALAIHI WASSALLAM (897x)

Wahai Alloh curahkanlah kesejahteraan kepada Baginda Nabi Muhammad yang kepadanya Alloh mencurahkan kesejahteraan dan kedamaian.

Berkata Sayyidina Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailani Al Baghdadi Al-Hasani Al Husaini:

“Jika kalian ingin sampai pada derajat “Kekasih Alloh/Orang sholih”, maka bangunlah setiap sepertiga malam terakhir (yakni pukul antara 00:00-01.00 dini hari), kemudian bacalah “Bismillaahirrahmaanirrahiim” sebanyak hitungan jumlah hurufnya, Kemudian bacalah sholawat Nabi sebanyak bilangan nama Muhammad (yaitu huruf pada sholawat), lalu berdo’alah kepada Allah Ta’ala:

“Ya Alloh, dengan hak Bismillahirrohmanirrohim jadikanlah hamba termasuk golongan hambaMu yang sholih"

بِاالْبَرَكَةِ وَالْكَرَمَةِ سُلْطَانِالْأَوْلِيَاءِ سَيِّدِنَا الشَّيْجِ عَبْدِ القَادِرِ الْجِيلَانى الْبَغْدَدِي رَادِ اَللهُ عَنْهُ ،

BIL BAROKATI WAL KAROMATI SUL_THONIL AWLIYA' SAI_YIDINA SYA_IKH ABDUL QODIR AL JAILANIL BAGH_DADI RO_DHI_ALLOHU 'AN_HU,

Dengan kebarokahnya dan keistimewaannya raja para wali Alloh Kanjeng Guru Abdul Qodir Al Jailani Al Baghdadi,

بِاالْبَرَكَةِ وَالْكَرَمَةِ لنَّبِيُّ الله حِضِر عَلَيْهِ سَّلَم,

BIL BAROKATI WAL KAROMATI NABIYULLOH KHI_DHIR 'ALAIHI SALAM,

Dengan keberkahan dan keistimewaan Nabi Alloh Khidhir kepadanya keselamatan,

بِشَفَاعَةِ وَالْبَرَكَةِ لنَّبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ

BI_SYAFA'ATI WAL BAROKATIN NABIYINAA MUHAMMAD SHOL_LALLOHU 'ALAIHI WAS_SAL_LAM,

Dengan pertolongan doa dan keberkahan Nabinya kami semua Muhammad kesejahteraan dari Alloh dan keselamatan,

بِإِذْنِ اللهِ وَ رِضَا الله يا الله

BI_IDZ_NILLAHI WA RIDHOLLOH YAA ALLOH,

Dengan izin Alloh dan kerelaan Alloh wahai Alloh,

يا الله اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
,

YAA ALLOH IN_NAKA 'ALA KUL_LI SYAI_IN QODIIR,

Wahai Alloh, sesungguhnya hanya Engkau Maha menguasai kepada segala sesuatunya.

..Alfatihah...

ا - (1) ; ب - (2) ; ت -(3) ; ث - (4) ; ج - (5) ;
ح - (6) ; خ - (7) ; د - (8) ; ذ - (9) ; ر - (10) ;
ز - (11) ; س - (12) ; ش - (13) ; ص - (14) ;
ض - (15) ; ط - (16) ; ظ - (17) ; ع - (18) ;
غ - (19) ; ف - (20) ; ق - (21) ; ك - (22) ;
ل : (23) ; م : (24) ; ن : (25) ; و : (26) ;
ه - (27) ; ء - (28) ; ي - (29).
Read More