Mengenal Waliyulloh dan Karomahnya
Di dalam perkembangannya, aturan moral juga akan mengalami masa pasang surut, namun disetiap kali mengalami masa surutnya pasti akan muncul insan - insan yang bergelar Wali - Wali Alloh, yang akan sentiasa berjuang untuk dapat mengembalikan tatanan nilai moral/akhlaq/sopan santun tersebut ke tahap yang tertinggi, sehingga nilai - nilai tersebut dapat diserapi kembali ke dalam jiwa manusia.
Perkembangan adat dan nilai akhlaq ini juga terjadi dikalangan dunia Islam, dan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala juga telah menjelaskan jika Nabi Muhammad Shollallohu 'Alaihi Wassallam adalah seseorang yang mempunyai moral yang paling sempurna. Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassallam pun mengenalkan dirinya sebagai utusan yang akan menyempurnakan keperibadian moral dan akhlak. Alloh Subhahu Wa Ta'ala pun telah menyerukan umat Islam untuk menjadikan Rosul-NYA sebagai insan yang patut dicontoh (Uswatun hasalah, suri tauladan)
Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wassallam telah berhasil membina sahabat - sahabatnya menjadi manusia - manusia sufi yang boleh dibanggakan di hadapan seluruh umat manusia. Padahal pada waktu sebelumnya mereka adalah manusia - manusia Jahiliyah, yang berada di tepi jurang neraka. Tentunya keberhasilan beliau itu tidak lain karena bantuan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dibarengi dengan bimbingan dari Baginda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassallam. Di dalam kehidupan sehariannya Nabi Sholallohu 'Alaihi Wassallam menyeru dan mempamerkan cara hidup yang sederhana, selalu prihatin,berharap penuh keridhoan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan kesenangan di akhirat, dan selalu menjalani kehidupan sufistik dalam segala tingkah laku dan tindakannya. Kehidupan sufistik ini dilanjutkan oleh generasi tabi’in, tabi’it-tabi’in dan seterusnya hingga kini. Perjuangan Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam tidak berhenti sampai masa hidupnya saja, namun segala ilmu-ilmu dan nilai-nilai akhlaq Islamiyah telah diwarisi oleh wali-wali yang sentiasa mendokong dan meneruskan perjuangan Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam seperti mana yang disifatkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam salah satu hadis qudsi yang berbunyi :
“Wali-wali-KU berada di bawah kubah-kubah-KU. Tidak ada yang mengetahuinya selain AKU”.
Maka wujudnya para wali-wali Alloh tidak dapat dinafikan dan mereka merupakan para kekasih Alloh yang terdapat diseluruh pelosok bumi di mana saja terdapat orang yang beriman. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah mengingatkan hakikat wujudnya para wali serta karomah (keistimewaan) mereka sebagaimana tercatat dalam kitabnya. Fatwa Ibnu Taimiyah:
“Wali Alloh adalah orang-orang mu'min yang bertaqwa kepada Alloh. Ingatlah sesungguhnya wali-wali Alloh itu tidak ada ketakutan pada diri mereka dan mereka tidak merasa khawatir. Mereka beriman dan bertaqwa kepada Alloh, bertaqwa dalam pengertian mentaati firman-firman-NYA, penciptaan-NYA, redho (kerelaan)-NYA, dan kehendak-NYA yang termasuk dalam ruang lingkungan agama. Semua itu kadang-kadang menghasilkan berbagai karomah (keistimewaan) pada diri mereka sebagai hujjah (pendapat) dalam agama dan bagi kaum muslimin, tetapi karomah tersebut tidak akan pernah ada kecuali dengan menjalankan syariat yang dibawa Rosululloh Sholalloh 'Alaihi Wasalam"
Kedudukan wali hanya dapat diberikan kepada orang-orang yang telah nyata ketaqwaannya. Sementara orang yang nyata telah melanggar syari’at tidak dapat diberikan kedudukan yang mulia ini. Sayangnya, di kalangan manusia, ada orang yang mengaku bahwa dirinya adalah wali dan memperoleh karomah dari Alloh, padahal dalam kehidupannya sehari-hari mereka tidak melaksanakan syariat yang baginda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam bawa dengan baik sehingga mustahil bagi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala untuk memberikan darajat (maqom) ‘wali’ kepada orang seperti ini.
Yang perlu diwaspadai juga, syaitan pun dapat membantu manusia untuk mewujudkan keajaiban-keajaiban di mata manusia. Itulah yang dinamakan sihir. Syaitan pun berupaya membantu seseorang menghilang dirinya dari pandangan orang lain, dan juga memberi maklumat kejadian yang akan datang. Dan inilah yang sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak beriman untuk menipu manusia. Maka, perlu pentingnya bagi umat Islam mengetahui juga akan perkara-perkara luar biasa yang wujud di alam ini supaya dapat membedakan antara yang hak dan yang batil. Para wali-wali Alloh juga diberi kurniaan yang luar biasa dikenali sebagai Karomah.
Karomah adalah sesuatu pemberian Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berupa keistimewaan kepada seorang wali Alloh diluar kebiasaan manusia pada umumnya (ajaib), yang bertujuan untuk membuktikan kebesaran Alloh Subhanahu Wa Ta'ala semata dihadapan orang lain untuk menambah keimanan dari orang lain tersebut. Sedang sifat karomah seakan-akan seperti mukjizat para nabi dan rosul, namun perbedaannya adalah mukjizat itu pemberian Alloh kepada wali Alloh, yang posisinya dibawah mukjizat para Nabi & Rosul.
“Wali-wali-KU berada di bawah kubah-kubah-KU. Tidak ada yang mengetahuinya selain AKU”.
Maka wujudnya para wali-wali Alloh tidak dapat dinafikan dan mereka merupakan para kekasih Alloh yang terdapat diseluruh pelosok bumi di mana saja terdapat orang yang beriman. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah mengingatkan hakikat wujudnya para wali serta karomah (keistimewaan) mereka sebagaimana tercatat dalam kitabnya. Fatwa Ibnu Taimiyah:
“Wali Alloh adalah orang-orang mu'min yang bertaqwa kepada Alloh. Ingatlah sesungguhnya wali-wali Alloh itu tidak ada ketakutan pada diri mereka dan mereka tidak merasa khawatir. Mereka beriman dan bertaqwa kepada Alloh, bertaqwa dalam pengertian mentaati firman-firman-NYA, penciptaan-NYA, redho (kerelaan)-NYA, dan kehendak-NYA yang termasuk dalam ruang lingkungan agama. Semua itu kadang-kadang menghasilkan berbagai karomah (keistimewaan) pada diri mereka sebagai hujjah (pendapat) dalam agama dan bagi kaum muslimin, tetapi karomah tersebut tidak akan pernah ada kecuali dengan menjalankan syariat yang dibawa Rosululloh Sholalloh 'Alaihi Wasalam"
Kedudukan wali hanya dapat diberikan kepada orang-orang yang telah nyata ketaqwaannya. Sementara orang yang nyata telah melanggar syari’at tidak dapat diberikan kedudukan yang mulia ini. Sayangnya, di kalangan manusia, ada orang yang mengaku bahwa dirinya adalah wali dan memperoleh karomah dari Alloh, padahal dalam kehidupannya sehari-hari mereka tidak melaksanakan syariat yang baginda Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wassallam bawa dengan baik sehingga mustahil bagi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala untuk memberikan darajat (maqom) ‘wali’ kepada orang seperti ini.
Yang perlu diwaspadai juga, syaitan pun dapat membantu manusia untuk mewujudkan keajaiban-keajaiban di mata manusia. Itulah yang dinamakan sihir. Syaitan pun berupaya membantu seseorang menghilang dirinya dari pandangan orang lain, dan juga memberi maklumat kejadian yang akan datang. Dan inilah yang sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak beriman untuk menipu manusia. Maka, perlu pentingnya bagi umat Islam mengetahui juga akan perkara-perkara luar biasa yang wujud di alam ini supaya dapat membedakan antara yang hak dan yang batil. Para wali-wali Alloh juga diberi kurniaan yang luar biasa dikenali sebagai Karomah.
Karomah adalah sesuatu pemberian Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berupa keistimewaan kepada seorang wali Alloh diluar kebiasaan manusia pada umumnya (ajaib), yang bertujuan untuk membuktikan kebesaran Alloh Subhanahu Wa Ta'ala semata dihadapan orang lain untuk menambah keimanan dari orang lain tersebut. Sedang sifat karomah seakan-akan seperti mukjizat para nabi dan rosul, namun perbedaannya adalah mukjizat itu pemberian Alloh kepada wali Alloh, yang posisinya dibawah mukjizat para Nabi & Rosul.
Bagi kaum wali Alloh, sebuah karomah itu hal yang biasa, karena mereka mengenal Alloh dengan baik, atau mereka sudah berma'rifat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Apakah hal seperti itu bisa dipelajari?
Maka seorang wali Alloh pun tidak pernah belajar demikian, mereka hanya belajar terus dan terus memperbaiki diri, memperbaiki hubungan dengan Alloh SubhanahubWa Ta'ala. Dan dikala sang wali Alloh itu terdesak, maka karomah itu pun muncul begitu saja atas perkataan hati dari sang Wali Alloh. Itulah hasil dari 'awliya'illaah (para wali Alloh) dalam selalu membersihkan hati & mensucikan jiwa mereka dengan selalu berdzikir, bersholawat didalam hati mereka serta didalam hembusan nafas mereka selalu memuji Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan mereka menghindarkan diri mereka dari hal-hal yang Alloh tidak sukai, atau pun yang subhat (tidak tahu halal atau haramnya).
Mudah-mudahan dengan pembahasan yang sedikit ini tentang pengetahuan tentang wali-wali Alloh dan karomah mereka ini, pintu keberkahan para wali-wali Alloh akan terbuka bagi kita, sehingga dapat kita meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Yang Maha Pencipta.
Wallohu a'lam bishowab...alfatihah
EmoticonEmoticon