Disaat kita melakukan suatu kebohongan pastinya kita harus berbohong lagi untuk menutupi kebohongan yang di awal tadi & begitu seterusnya. Hingga sampai akhirnya Alloh sendiri membuka kebohongan kita dengan cara Alloh sendiri, & itu pun tanpa kita menyadari hal tersebut. Dan orang lain mulai tidak percaya dengan kita, serta selangkah demi selangkah namun pasti, mereka mulai menjauh & menghindari untuk berkumpul dengan kita.
Sedangkan apabila kita belum menyadari bahwa saat demikian adalah saat-saat kebinasaan kita sebagai makhluq sosial, maka ibarat keledai yang tidak tahu arah & tujuan hendak kemana.
Apabila sudah demikian, kita harus bertaubat (kembali kepada Alloh), dengan mendekatkan diri kepada Alloh, mengasingkan diri (bukan berarti tidak bertemu dengan orang lain), namun memperkecil intensitas bertemu & berbicara kepada orang lain, dan menyibukkan diri dengan dzikir (memuji nama Alloh dengan Asma'ul Husna/nama Alloh yang baik), banyak bersholawat, sholat, membaca Al Qur'an.
Apapun dosa kita, Alloh pasti mengampuni, Alloh pasti menghapus dosa kita, hingga kita bosan untuk melakukan dosa. Sedang ciri-ciri dari diterimanya taubat adalah ketika Alloh telah menggerakkan mereka ingin berkumpul & berkenan menjadi teman kita kembali.
Pada kebenarannya, kebohongan akan menghancurkan diri kita sendiri & membinasakan kehidupan kita sendiri hingga kita tidak berdaya serta bersimpuh dihadapan Alloh dengan air mata penyesalan
Kejujuran akan terasa hina, namun jika kita menerima, maka berkah & damai hati kita, itulah islam
EmoticonEmoticon