Kamis, 16 April 2020

KEUTAMAAN MENGUCAPKAN SALAM DENGAN LAFAZH SALAM YANG LENGKAP

KEUTAMAAN MENGUCAPKAN SALAM DENGAN LAFAZH SALAM YANG LENGKAP


عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِىُّ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : «عَشْرٌ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ: « عِشْرُونَ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ « ثَلاَثُونَ » صحيح رواه أبو داود والترمذي وغيرهما.

Dari ‘Imran bin Hushain Rodhiyallahu 'anhu, berkata: "Seorang laki-laki datang kepada Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: As-Salamu ‘alaikum (semoga keselamatan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) sepuluh kebaikan. Kemudian datang orang lain kepada Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: As-Salamu‘alaikum warohmatulloh (semoga keselamatan dan rahmat dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: (Dia mendapatkan) dua puluh kebaikan”. Kemudian datang lagi orang lain kepada Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: As-Salamu‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) tiga puluh kebaikan”.

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang mengucapkan salam dengan lafazh lengkap seperti yang tersebut di dalam hadits, karena dengan ini dia akan mendapatkan tiga puluh pahala kebaikan, artinya setiap lafazhnya mendapatkan sepuluh kebaikan. Meskipun tentu saja mengucapkan salam dengan dua lafazh sebelumnya diperbolehkan dan tetap mendapatkan ganjaran pahala kebaikan, tetapi kurang dari lafazh lengkap di atas.

Lafazh salam yang lengkap ini juga dianjurkan oleh Rosululloh Sholallohu‘alaihi wa sallam dalam hadits shohih lainnya, Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika seorang bertemu dengan saudaranya sesama muslim maka hendaklah dia mengucapkan (salam): As-Salamu‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil dari hadits ini:


1.  Arti ucapan salam As-Salamu‘alaikum adalah perlindungan dan penjagaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagimu, karena As-Salam adalah salah satu dari nama Alloh yang maha Indah (Asma'ul Husna). Ada juga yang mengartikan: keselamatan dan kesuksesan (dari Alloh) bagimu.

2. Alloh Azza wa Jalla berfirman:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

 “Apabila diucapkan salam kepadamu, maka balaslah salam itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Alloh Maha memperhitungkan segala sesuatu” 

[An-Nisaa’/4: 86].

3.  Imam Ibnu Katsir rohimahulloh, berkata: “Apabila seorang muslim mengucapkan salam kepadamu, maka balaslah/jawablah dia dengan (lafazh) salam yang lebih baik dari ucapan salamnya, atau balaslah dengan ucapan salam yang serupa. Maka menambah (dengan ucapan salam yang lebih baik ketika menjawab salam) adalah dianjurkan, sedangkan (menjawab salam dengan lafazh) yang serupa adalah wajib”

4. Tidak diperbolehkan menambah ucapan/lafazh salam lebih dari yang disebutkan dalam hadits di atas, khususnya ketika mengucapkan salam (bukan ketika menjawab salam), karena hadits yang menyebutkan penambahan adalah hadits yang lemah.

5. Diriwayatkan dari Mu’adz bin Anas Rodhiyallohu anhu dari Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam, semakna dengan hadits di atas, tapi dengan tambahan di akhir hadits: …Kemudian datang lagi orang lain (yang ke empat) kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “As-Salamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuhu wa magfirotuh (semoga keselamatan, rahmat, keberkahan dan pengampunan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Dia mendapatkan) empat puluh kebaikan” dan Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demikianlah keutamaan-keutamaan (dijadikan semakin bertambah)”

6. Hadits ini adalah hadits yang lemah, karena di dalam sanad (jalur periwayatannya) ada rowi (orang yang meriwayatkannya) yang bernama Sahl bin Mu’adz bin Anas. 

Imam adz-Dzahabi rohimahulloh berkata tentangnya: “Dia dilemahkan (riwayat haditsnya)”

7. Imam Ibnu Hajar rohimahulloh menukil dan menguatkan atsar-atsar dari beberapa Sahabat Rodhiyallohu 'anhu yang menunjukkan tidak bolehnya penambahan ini, yaitu ‘Umar bin al-Khotthob, putra beliau ‘Abdullah bin Umar Al-Khotthob Rodhiallohu 'anhu dan ‘Abdullah bin ‘Abbas Rodhiyallohu 'anhu, mereka berkata: “Ucapan salam berakhir (dengan lafazh) wabarokaatuh”.


EmoticonEmoticon