Hadrotus Syaikh Abuya Musta'in Romli mengetahui kapan beliau wafat
Pernah suatu ketika kiai Musta’in dawuh (berkata) pada sopirnya “Besok di sini rame, banyak mentri dan pejabat hadir.” Sang sopir nampak bingung dengan perkataan kiai Mustain, padahal sopir tadi tahu bahwa besok tidak ada acara apa pun di pondok pesantren.
Apa yang dikatakan Kiai Mustain menjadi kenyataan. Keesokan harinya banyak para pejabat dan menteri datang ke pondok Pesantren Darul ’ulum Jombang untuk berbela sungkawa atas wafatnya Hadrotus Syaikh Abuya Musta’in Romly, Rodhiallohu'anhu, Beliau wafat ketika sedang berzikir ba’da isya’ pada senin malam.
Hadrotus Syaikh Abuya Musta’in Romly, Rodhiallohu'anhu pecah raga menjadi 2
Sang sopir Abuya Musta'in Romli mengantarkan beliau pada acara di sebuah kota, sedang pada hari itu ada 2 acara di kota yang berbeda dengan waktu yang bersamaan yaitu kota malang dan kota kediri. Kemudia sang sopir bertanya kepada Abuya mau kemana?, "Kita ke kediri saja", jawab Abuya musta'in.
Sesampainya di kediri, beliau langsung naik ke podium untuk memberikan siraman rohani, dan sang sopir meminta izin tuan rumah untuk meminjam telepon guna memberi kabar sekaligus meminta maaf kepada shohibul bait yang berada di kota malang, karana Kyai TA'in (sapaan akrab Abuya Musta'in) sedang memberikan tausiah di kota kediri. Namun begitu kaget setelah sang sopir mengetahui bahwa Kyai Ta'in sedang bertausiah juga di malang, dengan pakaian yang sama & mobil yang sama pula, sedang sang sopir faham benar bahwa mobil Abuya Musta'in cuma 1 yaitu merk mercy.
Mobil melaju sedang tetapi antara jombang magelang hanya 45 menit.
Suatu ketika Hadrotus Syaikh Abuya Musta’in Romly, Rodhiallohu'anhu sowan (silaturohim) ke syaikh muslikh, santri dari Kyai Romli yang mengembangkan Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah mranggen, semarang, beliau berangkat dari rejoso, peterongan, Jombang dengan kecepatan standard, sang sopir kaget karana sudah setengah perjalanan, sedang waktu yang sudah ditempuh kurang dari 30 menit, kemudian beliau bilang kepada kyai ta'in, "kita sudah sampai setengah perjalanan, tidak sampai setengah jam padahal saya nyopirnya biasa-biasa saja", beliau menjawab, "ya sudah diteruskan saja, tidak perlu kencang-kencang". Namun diluar dugaan, mereka sampai pas 40 menit dari jombang. Begitu penuturan sopir kyai ta'in kepada KH. Tuhani, santri yang paling dekat dengan kyai Ta'in.
Hadrotus Syaikh Abuya Musta’in Romly, Rodhiallohu'anhu membeli mobil baru tapi yang menaiki pertama adalah para santri & bukan dari keluarga beliau
KH. Tuhani, dawuh: "Disaat mobil mercy yang baru saja Hadrotus Syaikh Abuya Musta’in Romly, Rodhiallohu'anhu beli sampai di kediaman beliau, dekat dengan pendopo baru, Kyai Ta'in memanggil santri yang berada di situ untuk mencoba mobil baru milik Kyai Ta'in itu berkeliling pondok".
Wallohu 'alam bii showaf, lahum bii sirril fatihah...
EmoticonEmoticon